Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kenali Toga (Tanaman Obat Keluarga): Belajar Herbal Sambil Bermain di MIS Hajijah Amalia Sari Rini Fitriani Dongoran; Ayus Diningsih; Afrina Dewi Lubis; Cory Linda Futri; Irawati Harahap; Nur Hamimah; Anna Rizki Nasution; Rahmah Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6778

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah budidaya tanaman berkhasiat obat di pekarangan rumah, kebun, atau pot, yang difungsikan sebagai penyedia obat obatan herbal alami untuk kebutuhan pertolongan pertama dan kesehatan keluarga. Kegiatan pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya edukatif dalam menanamkan nilai kesehatan alami serta kepedulian lingkungan sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Hajijah Amalia Sari dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, serta cara sederhana pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif menggunakan media visual, permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman konsep, serta praktik langsung menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai di area sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, serta observasi terhadap partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan siswa dari 52% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengenal, menyentuh, mencium aroma, dan menanam tanaman herbal secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan alami, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekolah. Dengan demikian, program pengenalan TOGA terbukti efektif sebagai media edukasi kesehatan dan lingkungan bagi siswa usia dini serta berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PASTA GIGI DARI EKSTRAK BUAH KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm) TERHADAP Streptococcus Mutans Dea Putri; Cory Linda Futri Harahap; Rini Fitriani Dongoran; Susi Yanti
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 3 (2026): Vol. 2 No. 3 September 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i3.127

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Penggunaan bahan alam sebagai antibakteri menjadi alternatif dalam pengembangan sediaan pasta gigi yang aman dan efektif. Buah kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol buah kecombrang diformulasikan menjadi sediaan pasta gigi serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan adalah buah kecombrang segar sebanyak 5 kg yang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Pasta gigi diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0 (kontrol negatif), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, iritasi, serta aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah kecombrang mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik, organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, dan tidak menimbulkan iritasi. Rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan yaitu F1 = 12,16 mm, F2 = 14 mm, dan F3 = 15,83 mm, sedangkan kontrol positif = 18,83 mm. Formula F3 menghasilkan aktivitas antibakteri tertinggi yang paling mendekati kontrol + dengan kategori kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah kecombrang dapat diformulasikan menjadi pasta gigi dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Disarankan dilakukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan formulasi dan menguji efektivitasnya secara lebih luas.