Yuliana Yuliana
Universitas Alkhairaat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFISIENSI PEMANFAATAN ASET: KINERJA PERUSAHAAN LOGAM DAN MINERAL DI INDONESIA Akhmad Akhmad; Yuliana Yuliana; Fitri S. Kasim; Surayya Surayya
Jurnal Ekonomi Trend Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/trend.v14i1.654

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efisiensi pemanfaatan aset pada perusahaan logam dan mineral yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui perkembangan penjualan netto, jumlah aktiva, dan Total Assets Turn Over (TATO) selama 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder pada lima emiten, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). TATO dihitung menggunakan rumus Bambang Riyanto, yaitu penjualan netto dibagi jumlah aktiva. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara nominal penjualan netto dan jumlah aktiva cenderung meningkat pada sebagian besar perusahaan sampai 2024, tetapi arah perkembangan 2025 menjadi lebih beragam. ANTM memperlihatkan penguatan yang paling konsisten, baik pada penjualan netto, aktiva, maupun rasio TATO. BRMS juga menunjukkan perbaikan efisiensi yang kuat karena kenaikan penjualan jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan aktiva. Sebaliknya, AMMN dan MBMA mengalami pelemahan TATO pada 2025 akibat penurunan penjualan ketika aktiva masih meningkat. MDKA mencatat penurunan paling tajam, karena penjualan turun sangat dalam dan aktiva ikut menyusut, sehingga TATO jatuh mendekati nol. Penelitian ini juga menegaskan bahwa ANTM merupakan satu-satunya perusahaan dalam sampel yang datanya disajikan dalam rupiah, sedangkan AMMN, BRMS, MBMA, dan MDKA dinyatakan dalam dolar Amerika Serikat. Oleh karena itu, perbandingan nominal antarperusahaan perlu dibaca secara hati-hati, sedangkan rasio TATO tetap relevan untuk membandingkan efisiensi karena dihitung dari satuan mata uang yang konsisten pada masing-masing perusahaan.