Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRODUKSI RUANG PUBLIK INFORMAL PADA INFRASTRUKTUR PESISIR PANTAI NUNHILA DI KOTA KUPANG Jeni Messakh
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 16 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v16i1.11486

Abstract

Infrastruktur pesisir umumnya dirancang untuk fungsi proteksi terhadap ancaman lingkungan, namun dalam praktiknya sering mengalami transformasi fungsi melalui aktivitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses produksi ruang publik informal pada tembok penahan gelombang di Pantai Nunhila, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis aktivitas spasial masyarakat. Analisis didasarkan pada konsep produksi ruang Henri Lefebvre yang memandang ruang sebagai konstruksi sosial yang terbentuk melalui praktik kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik informal terbentuk melalui interaksi antara karakter fisik infrastruktur pesisir, pola penggunaan waktu, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Aktivitas berkumpul, rekreasi, dan perdagangan informal yang berlangsung secara rutin telah mengubah fungsi tembok penahan gelombang dari ruang teknis menjadi ruang sosial yang dimaknai dan digunakan secara kolektif. Proses tersebut menunjukkan terjadinya apropriasi ruang, di mana masyarakat membentuk fungsi dan makna baru yang melampaui tujuan awal pembangunan infrastruktur. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme produksi ruang publik informal pada infrastruktur proteksi pesisir melalui hubungan antara praktik spasial, temporalitas aktivitas, dan proses apropriasi ruang dalam konteks kota pesisir Indonesia.
INOVASI DESAIN ARSITEKTURAL DAN TEKNOLOGI CERDAS DALAM MITIGASI KEBISINGAN HUNIAN DI SEKITAR BANDARA ELTARI KUPANG Rhodys Ndoen; Jeni Messakh
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10564

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi desain arsitektural, material peredam cerdas, dan pendekatan sosial partisipatif untuk mitigasi kebisingan pada hunian di sekitar Bandara El Tari Kupang. Tingkat kebisingan eksternal yang tercatat 73,1–94,6 dB(A) signifikan melampaui baku mutu kawasan permukiman 55 dB(A), mengindikasikan bahwa selubung bangunan eksisting belum mampu memberikan perlindungan akustik yang memadai dan memerlukan strategi mitigasi yang terencana dan terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif–komparatif dipadukan dengan metode eksperimental semu dan partisipatif melalui karakterisasi elemen arsitektural eksisting, pengembangan tiga skenario prototipe hunian responsif (modifikasi fasad geometrik, material peredam cerdas, dan vegetasi berlapis), serta evaluasi akustik menggunakan analisis Transmission Loss (TL) dan noise mapping. Pendekatan sosial diintegrasikan melalui kuesioner dan workshop untuk menggali persepsi gangguan, literasi akustik, dan kesiapan masyarakat mengadopsi desain adaptif sebagai bagian dari pemberdayaan. Hasil simulasi menunjukkan skenario material peredam cerdas memberikan reduksi tertinggi (15–18 dB(A)), sedangkan kombinasi ketiga skenario menghasilkan efek peredaman berlapis yang menurunkan kebisingan ruang dalam mendekati batas kenyamanan hunian. Penelitian menghasilkan prototipe hunian adaptif, paket intervensi bertahap sesuai kemampuan warga, dan model edukasi berbasis komunitas yang menawarkan rekomendasi desain berbasis bukti bagi arsitek, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengembangan hunian berkelanjutan di kawasan bising bandara.
Pendampingan Evaluasi Keandalan Bangunan untuk Mendukung Pemenuhan Sertifikat Laik Fungsi di Haukoto Residence Kupang Rhodys Ndoen; Arfie Pigan Solissa; Jeni Messakh; Yoseph Liem; Paulus K. D. H. Djoka; Rudini A.R.B. Lamahoda; Meinahen Budi Bansoma; Ryan Peterzon Hadjon; Selus Paru Kelin
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuaj.abdimas.v6i1.416

Abstract

A Certificate of Functional Feasibility (SLF) is an official document stating that a building has fulfilled the required administrative and technical requirements and is therefore suitable for use according to its intended function. However, housing developers still face difficulties in fulfilling technical and administrative requirements prior to SLF application. This Community Service Program (PKM) aimed to provide building reliability evaluation assistance to PT Haukoto Residence Permai for six residential units (A1–A6) at Haukoto Residence Permai Housing Estate, Fatukoa Village, Maulafa District, Kupang City. The activity was conducted on December 2, 2025, through coordination, field observation, visual inspection, measurements, documentation, SLF checklist assessment, evaluation, and the preparation of technical recommendations. The results showed that all six units (100%) could be classified as functionally feasible with conditions requiring improvement, with the main findings involving the arrangement of green open spaces and paved areas, provision of evacuation signs and assembly points, waste management facilities, accessibility improvements, and refinement of site information. In Unit A4, the building coverage ratio (KDB) was approximately 66.7%, exceeding the 60% limit, while the green open space ratio (KDH) was approximately 26.8%, below the required 40%. The assistance produced technical recommendations and helped the developer identify improvement priorities and prepare for fulfillment of SLF requirements prior to further verification.