Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effect of Compressive Strength and Tensile Strength Value on Fiber Concrete Using Bendrat Wire Fibers Yosia Clinton Purba; Johannes Tarigan; Nursyamsi Nursyamsi; Ricky Bakara
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 9 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i9.4627

Abstract

Concrete is a material used in modern construction and is a very important component in the manufacture of structures. Concrete has advantages, but also disadvantages, namely low tensile strength. To increase the tensile strength of concrete, fibers are added to the mix. One of the efforts made to increase the tensile strength of concrete is the addition of fibers to the fiber-concrete mixture. The purpose of this study is to examine the compressive strength and tensile strength values in fiber concrete if added with variations in fiber addition. An innovation in increasing the value of mechanical quantities in concrete is the use of bent wire fibers as a mixture in fiber concrete. This material is taken from former pieces in construction projects to connect steel reinforcement with Sengkang reinforcement and is also widely found in building shops. The fibers were also analyzed for microstructure using SEM (Scanning Electron Microstructure) tools. The length of this bent wire fiber is 13 mm with a diameter of 0.82 mm and has a minimum tensile strength value of 334.5 MPa. The variations in the addition of these bent wire fibers are 0%, 3%, 6%, and 9% of the total weight of the steel fiber. The soaking life of concrete is 7 days, 14 days, and 28 days. The results of this study show that the more variations in the addition of bent wire fibers, the compressive strength value of concrete and the tensile strength value of concrete will also increase. It can be seen that fiber concrete with an immersion life of 28 days with a variation of 9% added bent wire fiber has a maximum compressive strength value of concrete which is 63,645 MPa and a maximum value of tensile strength of 3,294 MP.
Effect of Addition of Dramix 3D Steel Fiber on Compressive Strength and Tensile Strength in Hpc (High-Performance Concrete) Concrete Agustinus Simangunsong; Johannes Tarigan; Nursyamsi Nursyamsi; Ricky Bakara
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i11.8761

Abstract

Concrete material is one of the most widely used construction materials in Indonesia due to its high compressive strength and adaptability to various construction needs. Despite its benefits, concrete has limitations, notably its weakness in tension and tendency to crack under tensile stress. This research focuses on High-Performance Concrete (HPC) with compressive strength exceeding 80 MPa, reinforced with 3D Dramix steel fibers to enhance both compressive and tensile strength. The study aimed to evaluate the compressive strength and splitting tensile strength of HPC mixed with varying percentages (0%, 3%, 6%, and 9%) of Dramix 3D steel fibers. Additionally, the methodology involved microstructure analysis using Scanning Electron Microscopy (SEM) and mechanical testing on HPC samples cured at 7, 14, and 28 days. Results indicate that the compressive strength reached a maximum of 94.776 MPa, and tensile strength reached 6.599 MPa with a 9% fiber addition at 28 days, highlighting the material's potential application in high-performance structural elements. The findings suggest that 3D Dramix steel fibers significantly enhance the mechanical properties of HPC, making it a viable option for durable construction.
Utilization of Metal-Layered Plastic Packaging Waste and Eggshell Powder as Partial Substitution Materials in Paving Blocks Raisha Tassa; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.51884

Abstract

This study aims to evaluate the utilization of metal-coated plastic packaging waste (WMP) and eggshell powder (ESP) as partial substitution materials in the manufacture of environmentally friendly paving blocks. The method used is an experimental approach in the laboratory with variations of WMP of 5%, 10%, and 15% as aggregate substitutes, and ESP of 5% as cement substitutes. The test specimens were molded using a hydraulic press machine and tested based on SNI 03-0691-1996 standards for compressive strength, water absorption, resistance to sodium sulfate solution, and impact tests. The results showed that the combination of WMP and ESP was able to improve the mechanical performance of paving blocks, especially in the variations of WMP 10% and ESP 5% which produced optimal compressive strength and low water absorption. This study contributes to the development of sustainable construction materials and supports the sustainable development goals (SDGs).
Kajian Studi Eksperimental Kompratif Beton HSC (High Strengt Concrate) Dengan Penambahan Serat Baja dan Abu Cangkang Sawit (ACS) dan Beton Normal Heri Sutiyo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Soraya Muthma Innah Nasution
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibanding beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit.
Studi Eksperimental Sinergi Beton HSC dan Beton Normal Dengan Penambahan Pozzolan Abu Sekam Padi dan Serat Bambu Terhadap Perkuatan Lentur Balok Priaji Yudha Astomo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Indra Jhon Fischer
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9063

Abstract

Penelitian ini menganalisis sinergi beton berkekuatan tinggi (High Strength Concrete/HSC) dan beton normal dengan penambahan abu sekam padi (ASP) sebagai pozzolan dan serat bambu sebagai penguat terhadap peningkatan kuat lentur balok komposit. Abu sekam padi dengan kandungan silika tinggi (90–95%) menggantikan sebagian semen untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas, sedangkan serat bambu meningkatkan ketangguhan dan ketahanan retak. Metode eksperimental dilakukan di Laboratorium Rekayasa dan Bahan Beton, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan variasi lapisan HSC setebal 1 cm, 3 cm, dan 5 cm pada bagian atas balok beton normal. Pengujian dilakukan terhadap beton segar (slump flow, T50, V-funnel, L-box) dan beton keras pada umur 28 hari (kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur). Hasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada balok dengan lapisan HSC 3 cm, menunjukkan peningkatan kapasitas beban dan penurunan lendutan. Analisis metode momen-area dan SAP 2000 memperkuat hasil laboratorium dengan selisih lendutan dalam batas toleransi. Kombinasi HSC, abu sekam padi, dan serat bambu memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanis beton dan mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
Perkuatan Lentur Balok Komposit Beton Normal dan HSC dengan Serat Polypropilene dan Fly Ash Ruben Situmorang; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Juni Indriani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9067

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkuatan lentur balok komposit dengan membandingkan beton normal (BN) dan High Strength Concrete (HSC) yang diperkuat dengan serat polypropilene dan fly ash. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan fly ash dan serat polypropilene terhadap kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton, serta membandingkan perilaku balok komposit BN dan HSC. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan enam variasi campuran: BN1, BN2, BN3, HSC1, HSC2, dan HSC3, dengan variasi fly ash 0%, 5%, 10% dan serat polypropilene 0%, 0.5%, 1%. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum dicapai pada HSC2 (87.63 MPa) dengan peningkatan 166.68% dari beton normal, kuat tarik optimum pada HSC2 (4.99 MPa) dengan peningkatan 62.54%, dan kuat lentur optimum pada balok komposit HSC 2 cm (4.02 MPa) dengan peningkatan 44.6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi semen dengan 10% fly ash dan 1% serat polypropilene menghasilkan performa terbaik dalam meningkatkan sifat mekanis beton. Implikasinya, kombinasi ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural yang memprioritaskan kekuatan dan ekonomi biaya.