Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

When Proportion Problems Confuse: Prospective Teachers’ Reasoning Difficulties Pradina Parameswari; Analisa Fitria; Susana Labuem
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2025): September 2025 - February 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v10i2.6019

Abstract

Difficulties in completing school mathematics material are also experienced by prospective teacher students. Proportion is the foundational mathematical material for studying other mathematics. Commonly known proportion concepts are direct and inverse proportion. Most students still have difficulty distinguishing between direct and inverse proportion. To distinguish between two problems requires proportional reasoning. Therefore, this study aimed to describe the forms of proportional reasoning difficulties of prospective teacher students in distinguishing between direct and inverse proportion. This research was a case study which conducted at a private university in Malang City, attended by 10 third-semester students. Two subjects were selected based on mathematics tests, interviews, and student willingness. The results showed that students experienced intuitive, additive, and proportion attempt difficulties in the first problem. Meanwhile, students experienced difficulties with additive and proportion attempts difficulties in the second problem. This research can provide insight into how prospective teacher students effectively teach the concept of proportion.
Kolaborasi dalam Aksi: Penguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Dobo melalui Pembelajaran Interaktif Susana Labuem; Corneli Gaite
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.307

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa SD Muhammadiyah Dobo melalui kegiatan pembelajaran interaktif yang memasukkan nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan yang relevan dan menarik. Metode yang digunakan adalah pembelajaran berbasis proyek dan permainan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam lingkungan dunia nyata sehingga mereka dapat memahami dan menggunakan karakter positif seperti kerja sama, empati, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para guru SD Muhammadiyah Dobo juga menerima pelatihan untuk membantu mereka menerapkan metode pengajaran yang inovatif dan berbasis karakter. Kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa lebih dari 85% siswa sangat antusias dalam mengikuti sesi pembelajaran interaktif dan 90% siswa mampu menyelesaikan tugas kelompok dengan pembagian peran yang jelas dan saling mendukung. Indikator keterlibatan meliputi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, keingintahuan yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta kolaborasi yang efektif saat mengerjakan tugas berbasis proyek. Temuan penting dari kegiatan ini menunjukkan bahwa metode pengajaran yang interaktif, kontekstual, dan relevan telah terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan nilai-nilai karakter siswa.
Metode Jarimatika sebagai Alternatif Berhitung Cepat pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan untuk Siswa Sekolah Dasar Negeri 7 Dobo Sitti Hajar Kaliky; Susana Labuem
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.413

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu siswa-siswa dalam menguasai operasi penjumlahan dan pengurangan dengan lebih mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi, semangat, dan motivasi belajar matematika siswa serta menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam menghadapi pelajaran matematika. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para guru agar mereka dapat menerapkan metode jarimatika dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan untuk siswa kelas 3 SD Negeri 7 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. Kegiatan ini diawali dengan memberikan konsep, makna, serta fungsi dari 10 jari yang masing-masing memiliki makna angka, baik itu angka satuan maupun angka puluhan. Hasil kegiatan ini adalah siswa-siswa lebih paham dan cepat dalam menyelesaikan soal terkait penjumlahan dan pengurangan.
Pemberdayaan Sekolah melalui Math dan Sport Day Berbasis Estafet Matematika untuk Meningkatkan Numerasi Siswa SD Susana Labuem; Corneli Gaite
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.672

Abstract

Math dan Sport Day berbasis estafet matematika. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan 30 siswa kelas IV dan 2 guru di SD Muhammadiyah Dobo. Tahap persiapan meliputi observasi kebutuhan dan pelatihan guru berbasis physically active learning. Tahap pelaksanaan berupa lomba estafet matematika yang mengintegrasikan aktivitas fisik dengan penyelesaian soal numerasi. Evaluasi dilakukan menggunakan tes numerasi (pre-test dan post-test), lembar observasi keterlibatan siswa, serta angket pemahaman guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 76,7% siswa mengalami peningkatan kemampuan numerasi, 86,7% siswa berpartisipasi aktif selama kegiatan, dan kedua guru peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pembelajaran berbasis aktivitas fisik dari 62% menjadi 85% setelah pelatihan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, penguatan kapasitas guru, serta pengembangan pembelajaran inovatif di sekolah, sehingga berpotensi menjadi alternatif program pembelajaran yang dapat direplikasi pada sekolah dasar dengan karakteristik serupa.
Cognitive–Cultural Balance in Designing Culture-Based HOTS Tasks: Evidence from Prospective Mathematics Teachers Alifiani; Susana Labuem; Vivi Suwanti; Muneeroh Phadung
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19417

Abstract

This study aims to investigate how prospective mathematics teachers integrate cognitive and cultural dimensions in designing culture-based Higher Order Thinking Skills (HOTS) tasks. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through task analysis, observation, and in-depth interviews. Data analysis in this study employed thematic analysis using a hybrid inductive–deductive approach. The study involved seventh-semester Mathematics Education students who had completed core pedagogical and professional courses as well as teaching practicum and were therefore considered ready as prospective teachers. Their task designs were analyzed using the Cognitive Demand and Cultural Value Framework, resulting in three classifications: cognitive dominance, cultural dominance, and cognitive–cultural balance, with one participant representing each category. Participants with cognitive dominance demonstrated strong mathematical reasoning and structured problem design but tended to disregard cultural authenticity and traditional norms. Conversely, culturally dominant participants displayed rich cultural sensitivity yet neglected mathematical coherence and contextual logic. Only participants achieving cognitive–cultural balance successfully integrated analytical rigor with cultural meaning, producing problems that were both mathematically valid and culturally grounded. These findings highlight that cognitive and cultural dimension are complementary rather than opposing forces. The study concludes that developing dual cognitive and cultural literacy is essential for prospective mathematics teachers to design transformative learning experiences that connect logical reasoning with cultural understanding, underscoring the need for teacher education institutions (LPTK) to integrate this balance explicitly into curriculum design to better prepare future teachers.