Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of 20% Moringa Leaf (Moringa oleifera Lam) peel-off Mask on Facial Skin Moisture Nufuzi, Hayatun; Asrawati Sofyan
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 36 No. 3 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikk.V36.3.2024.174-179

Abstract

Background: Indonesia’s tropical climate creates a variety of skin problems, including dry skin. The ingredients for making masks can come from nature such as moringahich have high antioxidants n moisturize facial skin. Purpose: To determine the effectiveness of 20% Moringa leaf (Moringa oleifera) peel-off mask on facial skin moisture. Methods: This research is a double-blind quasi-experimental method with a pre-post design. The sample used in this research is workers and students in the Tadulako University area. Result: Based on the Friedman test, the use of 20% concentration moringa leaf extract peel-off mask for improving skin moisture was not significantthe positive control and treatment, and dercreasing insignificantly in negative control groups (with p values of 0.484, 0.538 and 0.981, respectively). Based on the Wilcoxon test, it was found that thesults of skin moisture were not significant in the positive control, treatment and negative control groups from week 0 to week 2 (p= 0.301, p= 0.675, 0.916), week 2 to week 4 (p= 0.806, p= 0.53, p= 0.441), and week 0 to week 4 (p= 0.889, p= 0.529, p= 0.694). Conclusion: The 20% moringa leaf extract peel-off facial mask has potential effect to improve facial skin moisture, but not significant. The effect of 20% moringa leaf extract peel-off facial mask on facial moisture is still need to be investigated more.
Efektivitas Gel Ekstrak 10% Rimpang Kunyit Putih (Curcuma zedoaria L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur Wistar Nur Rezky Amaliah; Asrawati Sofyan; Junjun Fitriani; Devi Oktafiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1024

Abstract

Pendahuluan: Luka sayat merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan berisiko menimbulkan infeksi serta keterlambatan penyembuhan bila tidak ditangani dengan tepat. Indonesia memiliki potensi besar tanaman obat, salah satunya kunyit putih (Curcuma zedoaria L.) yang mengandung kurkuminoid, flavonoid, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri dengan efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang berperan dalam penyembuhan luka. Namun, penelitian mengenai efektivitas ekstrak kunyit putih terhadap penyembuhan luka masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian ini untuk membuktikan potensinya sebagai terapi alternatif berbasis bahan alam. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test with control group menggunakan 18 ekor tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (gel bioplacenton®), dan perlakuan (gel ekstrak 10% kunyit putih). Parameter yang diamati adalah panjang luka dan rata-rata waktu penyembuhan. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Rata-rata waktu penyembuhan luka sayat pada kelompok kontrol positif adalah 5,5±0,54 hari, kontrol negatif 7,5±1,22 hari, dan perlakuan 5,1±1,32 hari. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,009). Pembahasan: Efektivitas gel ekstrak 10% rimpang kunyit putih dalam menyembuhkan luka sayat dikaitkan dengan kandungan metabolit sekunder seperti kurkumin, flavonoid, polifenol, tanin, alkaloid, dan terpenoid yang berperan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Simpulan: Gel ekstrak 10% rimpang kunyit putih efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih galur wistar.