Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem Pengupahan Pekerja Pada Home Industry Di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen Perspektif Ekonomi Syariah Fazil; Zulaiva Ulya; Syaripuddin Syaripuddin; Farhan Zikry; Husni Rahmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2005

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjawab di setiap tempat produksi memiliki karyawannya masing-masing yang sistem kerjanya sama namun tidak menutup kemungkinan, terdapat juga perbedaan pada sistem pengupahan kerja Pertama, Bagaimana Pihak Pemilik Usaha Menetapkan Tingkat Upah Terhadap Pekerja pada Home Industry Kecamatan Kuta Blang Bireuen. Kedua, Bagaimana perspektif Ekonomi Syariah terhadap Sistem Pengupahan Pekerja pada Home Industry di Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sedangkan sumber data sekunder yang penulis gunakan adalah berbagai teori dan informasi yang diperoleh tidak langsung dari sumbernya, buku, penelitian terdahulu, dan Jurnal yang berisi tentang penerapan dan implementasi, serta berbagai dokumen dan tulisan sistem pengupahan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: Pertama, penetapan pengupahan pekerja pada tiga Home Industry di Kecamatan Kuta Blang Bireuen mengunakan sistem harian dan borongan serta keadilan yang diberikan kepada pekerja sesuai dengan apa yang dikerjakan dan sesuai dengan hasil yang diperoleh selama bekerja. Kedua, sistem pengupahan pekerja pada tiga Home Industry Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen sesuai dengan perspektif Ekonomi Syariah, karena pemilik memberikan upah kepada pekerja sesuai dengan perjanjian dan kesepakatan bersama, pemilik memberikan upah secara adil, pemilik memberikan upah tepat waktu serta pemilik memberikan upah harian melalui ambilan atau pinjaman jika secara tiba-tiba pekerja membutuhkannya. Kendati demikian, pelaksanaan pemberian upah tersebut tidak mencukupi Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh, yaitu sebanyak Rp. 3.400.000;.
ISLAMIC FINANCIAL LITERACY, DIGITAL PAYMENT, AND GENERATION Z’S INTENTION TO USE SHARIA FINTECH Farhan Zikry; Fazil; Siti Fatimah; Zulaiva Ulya
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i2.379

Abstract

This study aims to examine the influence of Islamic financial literacy and digital payment on Generation Z’s intention to use Sharia fintech. A quantitative approach was employed using a survey method, with data collected from 120 Generation Z respondents domiciled in Aceh Province, Indonesia. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that Islamic financial literacy and digital payment both have a positive and significant effect on the intention to use Sharia fintech. This indicates that better understanding of Islamic financial principles and familiarity with digital transactions increase users’ readiness to adopt Sharia-based financial technology. The findings highlight the importance of integrating financial literacy and digital experience in promoting Sharia fintech adoption, particularly within the Aceh context. This study provides useful insights for policymakers and fintech providers in developing strategies to enhance the use of Islamic digital financial services.