Nilawati
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebijakan Restorative Justice dalam Penanganan Kasus Penganiayaan Anak di Polrestabes Palembang Nilawati; Muhammad Dhiwa Azka Raqin; Cholidah Utama; Ramiah Lubis
Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Vol. 11 No. 2 (2026): Al-Ijtima'`i: International Journal of Government and Social Science
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jai.v11i2.9897

Abstract

The development of modern criminal law is moving towards a restorative justice approach, which emphasizes the restoration of social relationships between perpetrators, victims, and the community. This study examines the application of restorative justice in cases of child abuse at the Palembang City Police Headquarters and its compliance with the principles of Islamic Criminal Law. The method used is empirical juridical with a qualitative approach, through interviews and field studies. The research results show that the case was resolved through mediation between the perpetrator and the victim's family, with consideration of the child's best interests. Restorative justice in child abuse cases at the Palembang City Police Headquarters, in accordance with Police Regulation No. 8 of 2021, resulted in a peace agreement, withdrawal of the report, and issuance of a letter of termination of investigation, thus resolving the case quickly, simply, and restoring the relationship between the parties. From an Islamic criminal law perspective, resolving criminal abuse through restorative justice aligns with the concept of al-ṣulḥ (peace) recommended in sharia, as long as it does not conflict with the principles of justice. In conclusion, the application of restorative justice can be a humane alternative in resolving child cases, but must be carried out selectively and carefully to avoid reducing legal protection for child victims.
Menjaga Identitas di Era Globalisasi: Respons dan Strategi Pelestarian Budaya Melayu Islam Nilawati; Munir; Izomiddin; Mohammad Syawaludin; Chelsea Zia Areza; Ria Astina
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.33086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi budaya Melayu Islam dengan arus globalisasi, mengidentifikasi bentuk perubahan budaya yang terjadi, mengkaji respons masyarakat, serta merumuskan strategi penguatan identitas budaya Melayu Islam agar tetap relevan dan berkelanjutan di era global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif fenomenologis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, dan observasi non-partisipatif terhadap perkembangan budaya Melayu Islam, khususnya pada aspek bahasa, praktik adat, kesenian, pola komunikasi digital, dan aktivitas budaya yang terdokumentasi pada media daring periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, perubahan budaya, respons sosial, dan strategi pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi budaya Melayu Islam melalui intensifikasi penggunaan teknologi digital, media sosial, dan mobilitas informasi yang mempercepat pertukaran nilai global. Perubahan budaya tampak pada pergeseran nilai sosial, penggunaan bahasa daerah, ekspresi seni, praktik keagamaan, serta struktur sosial masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan budaya global, masyarakat Melayu Islam menunjukkan respons selektif dengan menerima nilai-nilai positif dan menolak nilai yang bertentangan dengan adat dan syariat. Strategi penguatan identitas budaya dilakukan melalui digitalisasi budaya, revitalisasi tradisi, penguatan pendidikan budaya, serta peran lembaga adat sebagai penjaga nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Melayu Islam tidak hanya bertahan, tetapi terus beradaptasi melalui proses negosiasi identitas yang memungkinkan keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi.