Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Keterampilan Kolaborasi Pada Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Khaf Shah; Munir; Fitri Oviyanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis keterampilan kolaborasi di SMPN 1 dan SMPN 2 Banyuasin III, menganalisis implikasi pembelajaran PAI terhadap keterampilan kolaborasi peserta didik, serta menjelaskan urgensi pembelajaran PAI berbasis keterampilan kolaboratif dalam konteks pendidikan kontemporer. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyusun modul ajar dengan memprioritaskan kebutuhan siswa dan konteks lokal, sehingga materi menjadi relevan dan menarik. Pelaksanaan menggunakan metode diskusi kelompok dan proyek kolaboratif yang terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa, serta keterampilan komunikasi dan kerja sama. Evaluasi dilakukan secara formatif, di mana rubrik keterampilan kolaborasi dan umpan balik konstruktif dari guru meningkatkan motivasi dan perkembangan siswa. Implikasi dari pendekatan ini mencakup peningkatan sikap saling menghargai dan toleransi di antara siswa. Pembelajaran berbasis kolaborasi mempersiapkan siswa dengan keterampilan sosial yang krusial untuk sukses di abad ke-21. Dengan demikian, pembelajaran PAI di kedua sekolah berkontribusi dalam membentuk generasi yang siap berkontribusi positif di masyarakat.
Paradigma Pendidikan Islam Multikultural: Studi Epistemologi Humanis Emansipatoris Dalam Pemikiran Nurcholish Madjid Muhamad Takrip; Munir; Ismail; Anis Ma`rifatul Mustofiyah
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

his study explores the integration of humanist-emancipatory epistemology in Islamic multicultural education based on the thought of Nurcholish Madjid. In a pluralistic society, education should not merely transfer knowledge but also develop human dignity, moral sensitivity, and critical thinking. Humanist education emphasizes the balance between intellect and spirit, fostering freedom of thought, equality, and respect for diversity. By integrating multicultural values, contextualized interpretation of the Qur’an, and participatory learning, Islamic education cultivates students who are not only intellectually capable but also socially responsible and ethically conscious. This study uses qualitative literature research, analyzing primary and secondary sources to identify key concepts and patterns related to humanist, inclusive, and multicultural educational practices. The findings highlight that humanist-emancipatory education encourages holistic development, gender equality, and active engagement with societal diversity, empowering students to contribute meaningfully to a just, peaceful, and pluralistic society.
Menjaga Identitas di Era Globalisasi: Respons dan Strategi Pelestarian Budaya Melayu Islam Nilawati; Munir; Izomiddin; Mohammad Syawaludin; Chelsea Zia Areza; Ria Astina
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.33086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi budaya Melayu Islam dengan arus globalisasi, mengidentifikasi bentuk perubahan budaya yang terjadi, mengkaji respons masyarakat, serta merumuskan strategi penguatan identitas budaya Melayu Islam agar tetap relevan dan berkelanjutan di era global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif fenomenologis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, dan observasi non-partisipatif terhadap perkembangan budaya Melayu Islam, khususnya pada aspek bahasa, praktik adat, kesenian, pola komunikasi digital, dan aktivitas budaya yang terdokumentasi pada media daring periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, perubahan budaya, respons sosial, dan strategi pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi budaya Melayu Islam melalui intensifikasi penggunaan teknologi digital, media sosial, dan mobilitas informasi yang mempercepat pertukaran nilai global. Perubahan budaya tampak pada pergeseran nilai sosial, penggunaan bahasa daerah, ekspresi seni, praktik keagamaan, serta struktur sosial masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan budaya global, masyarakat Melayu Islam menunjukkan respons selektif dengan menerima nilai-nilai positif dan menolak nilai yang bertentangan dengan adat dan syariat. Strategi penguatan identitas budaya dilakukan melalui digitalisasi budaya, revitalisasi tradisi, penguatan pendidikan budaya, serta peran lembaga adat sebagai penjaga nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Melayu Islam tidak hanya bertahan, tetapi terus beradaptasi melalui proses negosiasi identitas yang memungkinkan keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi.