Salah satu wilayah yang menjadi perhatian terkait rendahnya tingkat literasi adalah Kampung Cahaya. Anak-anak di kampung ini mengalami hambatan dalam membaca dan menulis, terutama yang berkaitan dengan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan atau kegiatan literasi baca-tulis dengan mengimplementasikan metode HOTS. Tujuan kegiatan literasi baca-tulis adalah membantu anak-anak Kampung Cahaya membaca tanpa mengeja, memahami bacaan, serta menuliskan kembali pemahaman terhadap teks yang mereka baca. Jumlah peserta 10 orang mulai dari kelas 1 sampai 6. Metode implementasi HOTS yang digunakan adalah membaca buku cerita dengan metode tanya jawab yang menekankan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ kemudian peserta pengmas diminta untuk menuliskan kembali cerita yang mereka baca dengan kata-kata mereka sendiri sesuai pemahaman mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan. Hasil kegiatan adalah anak-anak Kampung Cahaya sebagian besar sudah bisa membaca, namun hanya sebatas membaca teks yang dieja. Membaca dengan melibatkan pemahaman, apalagi yang mengandung HOTS, cukup sulit untuk anak-anak Kampung Cahaya. Mereka juga belum mampu menjelaskan bacaan yang mereka baca dalam bentuk tulisan. Namun, melalui pendampingan yang cukup intensif, mulai terlihat hasil implementasi HOTS yaitu mereka dapat menjawab pertanyaan yang mengandung kata ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’.Kata Kunci: HOTS, Kampung Cahaya, Literasi baca-tulis.