Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi HOTS dalam Pemberdayaan Literasi Baca-Tulis Anak di Kampung Cahaya, Jakarta Selatan Nurdiana Nurdiana; Bejo Sutrisno; Zaqiatul Mardiyah; Muhammad Saugi; Bowo Laksono; Nurul Muhadlarah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4977

Abstract

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian terkait rendahnya tingkat literasi adalah Kampung Cahaya. Anak-anak di kampung ini mengalami hambatan dalam membaca dan menulis, terutama yang berkaitan dengan HOTS (Higher Order Thinking Skills). Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan atau kegiatan literasi baca-tulis dengan mengimplementasikan metode HOTS.  Tujuan kegiatan literasi baca-tulis adalah membantu anak-anak Kampung Cahaya membaca tanpa mengeja, memahami bacaan, serta menuliskan kembali pemahaman terhadap teks yang mereka baca. Jumlah peserta 10 orang mulai dari kelas 1 sampai 6. Metode implementasi HOTS yang digunakan adalah membaca buku cerita dengan metode tanya jawab yang menekankan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ kemudian peserta pengmas diminta untuk menuliskan kembali cerita yang mereka baca dengan kata-kata mereka sendiri sesuai pemahaman mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih 6 bulan.  Hasil kegiatan adalah anak-anak Kampung Cahaya sebagian besar sudah bisa membaca, namun hanya sebatas membaca teks yang dieja. Membaca dengan melibatkan pemahaman, apalagi yang mengandung HOTS, cukup sulit untuk anak-anak Kampung Cahaya. Mereka juga belum mampu menjelaskan bacaan yang mereka baca dalam bentuk tulisan. Namun, melalui pendampingan yang cukup intensif, mulai terlihat hasil implementasi HOTS yaitu mereka dapat menjawab pertanyaan yang mengandung kata ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’.Kata Kunci: HOTS, Kampung Cahaya, Literasi baca-tulis.
Literasi Ceria di Kampung Cahaya: Giat Belajar untuk Menggapai Asa, yuk Bisa! Siti Rahmawati; Iin Suryaningsih; Nurdiana Nurdiana
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5025

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah 10 anak hunian pemulung, kampung cahaya di Setiabudi, Menteng Atas Jakarta Selatan yang termasuk kelompok mitra non profit. Pendampingan oleh tim pemberdayaan masyarakat UAI dilaksananakan di tahun 2024. Tim UAI menganalisis ada dua permasalahan utama yaitu: (1) Permasalahan pada pemahaman literasi dasar (baca, tulis dan simak) anak-anak Kampung Cahaya yang sangat rendah (2) Permasalahan pada motivasi belajar anak yang masih rendah, disebabkan oleh faktor lingkungan tempat mereka tinggal yaitu hunian pemulung. Solusi dari 2 (dua) permasalahan di atas, yaitu pembinaan dalam bentuk hard dan soft skill yang dilaksanakan di Bilik Pintar Kampung Cahaya. Tujuan kegiatan adalah pelatihan soft skill yang memberikan motivasi dengan alat dan media belajar berbasis audio visual. Sedangkan untuk pembinaan hard skill yaitu berupa pendampingan kelas literasi dasar bagi anak yang meliputi kelas baca, tulis dan simak teks melalui metode storytelling dan BaBuCaTA (Basmi Buta baCa dan Tulis Al-qur’an) untuk 10 peserta. Target luaran (soft skill) yaitu meningkatnya motivasi belajar anak khususnya dalam mengenal dan memahami literasi dasar seperti baca, tulis dan simak. Dan dari (hard skill) adalah kemampuan literasi dasar yang baik agar mampu meningkatkan kesadaran pentingnya literasi di lingkungan kampung cahaya.Kata kunci: BaBuCaTA, Kampung Cahaya, Storytelling, YOI SKUL.