Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kekuatan Struktur Sayap Pesawat UAV Jatayu-01 Dengan Variasi Ketebalan Skin Dan Berat Pesawat Pada Keadaan Cruise Dengan Metode Elemen Hingga Saleh H, Muhammad Fahmi; Hadi W, Muhammad; Chaeroni, Amat; Rosadi, Imron
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i2.28

Abstract

Struktur pada sayap pesawat terbang harus memiliki kekuatan struktur yang baik dan optimal karena memiliki fungsi untuk mentransfer serta menahan beban-beban yang terjadi pada pesawat agar komponen pada pesawat tidak mengalami kegagalan. Struktur yang dibuat harus memiliki kekuatan maksimal dengan bobot seringan mungkin. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis kekuatan struktur sayap pesawat dengan memvariasikan ketebalan skin 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm serta variasi terhadap berat pesawat saat keadaan cruise dengan pembebanan 68,67 N, 80,78 N, dan 85,69 N dengan melakukan simulasi uji lengkung atau bending. Struktur sayap menggunakan laminate composite yang terdiri dari kayu balsa sebagai kulit (skin) serta styrofoam dan carbon unidirectional sebagai inti (core). Simulasi uji bending dilakukan pada program perangkat lunak atau software Abaqus CAE dengan tujuan mengetahui hasil tegangan dan displacement pada struktur sayap. Pada variasi ketebalan skin 1 mm diperoleh tegangan sebesar 3,85 MPa serta displacement 0,57 mm. Lalu pada variasi ketebalan skin 1,5 mm dan 2 mm diperoleh nilai tegangan masing-masing sebesar 3,75 MPa dan 3,63 MPa serta displacement masing-masing sebesar 0,53 mm dan 0,5 mm. Pada variasi berat 1 dengan pembebanan 68,67 N diperoleh tegangan sebesar 3,75 MPa serta displacement sebesar 0,53 mm. Pada variasi berat 2 dengan pembebanan 80,78 N diperoleh tegangan sebesar 4,42 MPa serta displacement sebesar 0,62 mm. Lalu pada variasi berat 3 dengan pembebanan 85,69 N diperoleh tegangan sebesar 4,69 N serta displacement sebesar 0,66 mm. Untuk mengetahui keamanan dari struktur sayap, dilakukan perhitungan dengan menggunakan margin of safety dan kriteria kegagalan hashin. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur sayap pesawat masih aman dengan hasil nilai perhitungan margin of safety menunjukkan hasil angka diatas satu dan hasil dari kriteria kegagalan hashin menunjukkan hasil angka di bawah nol
Proses Modifikasi Alat Anemometer Pada Alat Peraga Mini Wind Tunnel Azzahra, Melinda; Chaeroni, Amat; Rosadi, Imron; Endarti, Evi
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i2.32

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang cukup pesat, termasuk pada bidang aerodinamika dibutuhkan alat yang dapat menguji bentuk aerodinamis dari suatu rancangan yang telah didesain disebut terowongan angin (wind tunnel). Wind tunnel merupakan alat uji yang digunakan untuk mensimulasikan keadaan kondisi airfoil pada saat berinteraksi dengan aliran udara. Airfoil adalah bentuk dari suatu sayap pesawat dua dimensi yang dapat menghasilkan gaya angkat (lift) atau efek aerodinamika ketika melewati suatu aliran udara. Benda uji airfoil dapat terangkat oleh kecepatan angin dari putaran propeller pada alat peraga wind tunnel. Sehingga dibutuhkan alat untuk mengukur kecepatan aliran udara yaitu Anemometer. Dibuatnya tugas akhir ini, untuk mengetahui proses modifikasi alat anemometer yang lebih praktis dari sebelumnya sesuai dengan alat peraga wind tunnel dan untuk mengetahui hasil pengukuran kecepatan aliran udara pada saat airfoil terangkat. Proses pengujian ini menggunakan metode sensor windmill sebagai pengambilan data dengan posisi sensor windmill ditempatkan di daerah ke-II dengan jarak 10 cm dari honeycomb ke sensor windmill dan jarak 17 cm dari sensor windmill ke leading edge airfoil dan sensor hold untuk mengetahui pada saat airfoil terangkat pertamakalinya. Pengujian Dari hasil pengujian diperoleh hasil pengukuran pada masing-masing airfoil, pada airfoil NACA 4412 memperoleh kecepatan aliran udara dari pengujian pertama 9,0 m/s, pengujian kedua 9,7 m/s, pengujian ketiga 9,9 m/s, pengujian keempat 10,2 m/s dan pengujian kelima 11,0 m/s. Pada airfoil NACA 2412 memperoleh kecepatan aliran udara dari pengujian pertama 10,7 m/s, pengujian kedua 11,12 m/s, pengujian ketiga 11,8 m/s, pengujian keempat 11,4 m/s, dan pengujian kelima 11,8 m/s. Maka airfoil NACA 2412 lebih cepat terangkat dibandingkan airfoil NACA 4412 dengan melihat nilai rata-rata dalam lima pengujian dari airfoil NACA 4412 memperoleh hasil pengukuran 9,96 m/s dan airfoil NACA 2412 memperoleh hasil pengukuran 11,38 m/s.
Preliminary Design System Automatic Robot Painting dan Stripping Pada Pesawat Terbang Rosadi, Imron
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i1.9

Abstract

Painting dan Stripping merupakan bagian proses mintenance yaitu finish system, saat ini proses tersebut masih dilakukuan secara manual dengan melibatkan banyak tenaga kerja dan dilingkungan yang berbahaya. Otomisasi akan mempercepat proses painting dan stripping, mengurangi tenaga kerja yang berdampak pada penurunan biaya dan resiko lingkungan. Penggunan teknologi mutahir menjadi tantangan tersendiri dalam industri kedirgantaraan terutama di industri MRO ( Maintenance, Repair dan Overhaul ). Beberapa penggunaan teknologi tinggi pada sistem pesawat terbang terus dikembangkan, namun pengembangan teknologi dalam proses maintenance secara otomatis belum banyak dikembangkan khususnya pada sistem painting dan stripping. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan awal sistem otomasi painting dan stripping. Hasil akhir dari penelitian diharapkan menghasilkan solusi low-coast untuk proses painting dan stripping serta memperhatikan dampak bahaya terhadap  lingkungan dari proses tersebut. preliminary study Design dimaksudkan sebagai titik awal untuk pengembangan lebih lanjut penggunaan robot otomatis proses painting dan stripping dan menjadi solusi  pertumbuhan industri pesawat terbang khususnya diindustri MRO.
Analisis Perencanaan Konfigurasi dan Desain Bandara di Bandar Udara Atang Senjaya Victory Rumagit, Jodia; Arifin, Mufti; Rosadi, Imron
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara merupakan area tertentu di darat atau air (termasuk gedung, instalasi dan peralatan) yang dimaksudkan untuk digunakan baik seluruhnya atau sebagian dari keberangkatan dan pergerakan permukaan dari pesawat terbang. Bandara memiliki berbagai macam bentuk dan desain tergantung dari kebutuhan dan fungsinya. Desain dari suatu bandara memiliki peranan penting dalam menunjang kegiatan penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan konfigurasi dan desain bendara berdasarkan operasional pesawat dengan menggunakan metode Ratios of National Forecasts. Penelitian diharapkan menghasilkan desain suatu bandara yang diinginkan sehingga dapat memaksimalkan kegiatan operasional bandar udara Atang Senjaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada perhitungan perkiraan jumlah nasional menujukan penurunan berbanding terbalik dengan perkiraan jumlah lokal yang menujukkan kenaikan selama 4 tahun. Berdasarkan perhitungan Bandar Udara Atang Senjaya maka dapat diketahui seberapaluasterminalyangdibutuhkan danseberapabanyakpesawatyangmampudipakir di apron, yaitu 6 pesawat ATR 72-600. Berdasarkan perhitungan perkiraan jumlah lokal pada tahun 2031, luas terminal yang dibutuhkan 6600 ft2 (110 x 66 ft) atau 33,53 x 20,11 m.
Pembuatan Ignition System Pada Micro Turbojet Engine AERO–16 Alex, Indirwan; Rabeta, Bismil; Rosadi, Imron
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prinsip kerja mesin turbojet bergantung dari komponen utamanya. Komponen utama dari mesin turbojet yaitu kompresor, ruang bakar, turbin. Sebelumnya telah dilakukan pembuatan micro turbojet engine aero – 16 dimana masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, salah satunya ignition system. Pada tugas akhir ini dilakukan pembuatan ignition system untuk menunjang proses pembakaran pada micro turbojet engine aero - 16. Ignition system tersebut mempunyai perbedaan dengan system turbojet lainnya secara umum. Ignition system berfungsi menciptakan percikan bunga api pada igniter plug sebagai pemicu terjadinya penyalaan alat yang sebelumnya dibuat, dimana secara fungsi dapat menyebabkan terjadinya ledakan pada combustion chamber. Ignition system merupakan bagian yang penting pada combustion chamber, karena tanpa ada system pengapian, pembakaran campuran udara dan fuel pada combustion chamber tidak akan pernah terjadi. Ignition system telah bekerja dan dapat diaplikasikan sebagai pelengkap sistem pada micro turbojet engine aero – 16 dengan parameter penyalaan di ruang bakar dapat dilakukan dengan minimum putaran potensio meter sebesar 12% dan Rpm minimum sebesar 847. Dimana set pada pressure gauge gas sebesar 1????????/????????- dan mempunyai nilai laju aliran massa rata – rata sebesar 24 gram per menit selama tiga kali pengujian dengan set parameter yang sama.
MENINGKATKAN PELUANG KERJA LULUSAN SMK MELALUI PELATIHAN UAV UNTUK MENYELARASKAN DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI Martina, Ayu; Widanto, Muhammad Hadi; Rosadi, Imron
An-Nizam Vol 4 No 2 (2025): An Nizam: Jurnal Bakti Bagi Bangsa
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/an-nizam.v4i2.11542

Abstract

The high unemployment rate among vocational high school graduates, particularly in the aviation sector, indicates a significant gap between students’ competencies and industry needs. This condition highlights the urgency of technology-based training to enhance graduates’ competitiveness, especially in the Industry 4.0 era marked by the rapid development of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) technology. This community service program was carried out at SMK Gutama Jakarta, selected as a strategic partner due to its lack of prior UAV learning experience yet strong commitment to improving student competencies. The main objective of this program was to provide practical skills in UAV construction, understanding the principles of UAV electrical systems, introducing UAV simulators as interactive learning media, and developing knowledge of UAV supporting systems. The program was implemented through several stages, including socialization, UAV construction practices, electrical system training, simulator usage, and flight testing. The results showed a significant increase in students’ knowledge, with pre-test and post-test scores improving by 35.7%, along with enhanced technical skills in assembling and operating UAVs. Furthermore, evaluation questionnaires indicated a high level of student satisfaction, particularly in the hands-on training component. In conclusion, UAV training successfully improved the attitudes, knowledge, and skills of SMK Gutama students, preparing them to better enter the industrial workforce. Therefore, similar programs should be carried out continuously with school support to establish an independent vocational learning model aligned with industry needs.
Pengukuran Kebisingan Pesawat Udara dengan Memasukan Frekuensi Kebisingan di Sekitar Bandara Halim Perdana Kusuma Raihan Sakti Pratama; Mufti Arifin; Imron Rosadi; Ericko Utama
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.104

Abstract

The high usage of air transportation today is driven by the community's need for faster and more efficient mobility. However, the impact of using aircraft cannot be ignored, especially in terms of noise pollution caused by aircraft engines. Halim Perdana Kusuma Airport, which was originally designed for military activities, has become a commercial airport since 2014 in an effort to reduce flight density at Soekarno-Hatta Airport. This study aims to measure aircraft noise around Halim Perdana Kusuma Airport by including frequency. Measurements were carried out using a dB meter application downloaded on a mobile phone and a Sound Level Meter, both during flight activity and without flight activity in surrounding settlements. The results of this study indicate that noise in dBA can be measured with a Sound Level Meter, while frequency can be measured with a smartphone that has a dB meter application installed. The highest frequency measured during aircraft take-off activity at Halim Perdana Kusuma Airport peaked at 7716 Hz to 7834 Hz, when the noise reached its highest point. From this research, it can be concluded that the higher the frequency The higher the frequency the smaller ∆LA, meaning the dBA is getting closer to the sound pressure level.