Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Modifikasi Alat Anemometer Pada Alat Peraga Mini Wind Tunnel Azzahra, Melinda; Chaeroni, Amat; Rosadi, Imron; Endarti, Evi
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v2i2.32

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang cukup pesat, termasuk pada bidang aerodinamika dibutuhkan alat yang dapat menguji bentuk aerodinamis dari suatu rancangan yang telah didesain disebut terowongan angin (wind tunnel). Wind tunnel merupakan alat uji yang digunakan untuk mensimulasikan keadaan kondisi airfoil pada saat berinteraksi dengan aliran udara. Airfoil adalah bentuk dari suatu sayap pesawat dua dimensi yang dapat menghasilkan gaya angkat (lift) atau efek aerodinamika ketika melewati suatu aliran udara. Benda uji airfoil dapat terangkat oleh kecepatan angin dari putaran propeller pada alat peraga wind tunnel. Sehingga dibutuhkan alat untuk mengukur kecepatan aliran udara yaitu Anemometer. Dibuatnya tugas akhir ini, untuk mengetahui proses modifikasi alat anemometer yang lebih praktis dari sebelumnya sesuai dengan alat peraga wind tunnel dan untuk mengetahui hasil pengukuran kecepatan aliran udara pada saat airfoil terangkat. Proses pengujian ini menggunakan metode sensor windmill sebagai pengambilan data dengan posisi sensor windmill ditempatkan di daerah ke-II dengan jarak 10 cm dari honeycomb ke sensor windmill dan jarak 17 cm dari sensor windmill ke leading edge airfoil dan sensor hold untuk mengetahui pada saat airfoil terangkat pertamakalinya. Pengujian Dari hasil pengujian diperoleh hasil pengukuran pada masing-masing airfoil, pada airfoil NACA 4412 memperoleh kecepatan aliran udara dari pengujian pertama 9,0 m/s, pengujian kedua 9,7 m/s, pengujian ketiga 9,9 m/s, pengujian keempat 10,2 m/s dan pengujian kelima 11,0 m/s. Pada airfoil NACA 2412 memperoleh kecepatan aliran udara dari pengujian pertama 10,7 m/s, pengujian kedua 11,12 m/s, pengujian ketiga 11,8 m/s, pengujian keempat 11,4 m/s, dan pengujian kelima 11,8 m/s. Maka airfoil NACA 2412 lebih cepat terangkat dibandingkan airfoil NACA 4412 dengan melihat nilai rata-rata dalam lima pengujian dari airfoil NACA 4412 memperoleh hasil pengukuran 9,96 m/s dan airfoil NACA 2412 memperoleh hasil pengukuran 11,38 m/s.
Pengukuran Kebisingan Pesawat Udara dengan Memasukan Frekuensi Kebisingan di Sekitar Bandara Halim Perdana Kusuma Raihan Sakti Pratama; Mufti Arifin; Imron Rosadi; Ericko Utama
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.104

Abstract

The high usage of air transportation today is driven by the community's need for faster and more efficient mobility. However, the impact of using aircraft cannot be ignored, especially in terms of noise pollution caused by aircraft engines. Halim Perdana Kusuma Airport, which was originally designed for military activities, has become a commercial airport since 2014 in an effort to reduce flight density at Soekarno-Hatta Airport. This study aims to measure aircraft noise around Halim Perdana Kusuma Airport by including frequency. Measurements were carried out using a dB meter application downloaded on a mobile phone and a Sound Level Meter, both during flight activity and without flight activity in surrounding settlements. The results of this study indicate that noise in dBA can be measured with a Sound Level Meter, while frequency can be measured with a smartphone that has a dB meter application installed. The highest frequency measured during aircraft take-off activity at Halim Perdana Kusuma Airport peaked at 7716 Hz to 7834 Hz, when the noise reached its highest point. From this research, it can be concluded that the higher the frequency The higher the frequency the smaller ∆LA, meaning the dBA is getting closer to the sound pressure level.