Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Unsur-Unsur Pendidikan Kristen dalam Perjamuan Kudus Anak sebagai Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual Justin Niaga Siman Juntak; Yohanes Ayom Prabawani; Sabda Wahyudi; Eliana Setyanti; Kristriyanto
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i2.739

Abstract

The Holy Communion is a part of faith maintenance. GKJ Jambeyan has implemented Holy Communion for children who have not yet taken the confirmation, or in other words, for teenagers who have not yet professed their faith. There are two teenagers who often cause trouble even after participating in Children's Communion, such as using foul language and harming others. Additionally, parents of two teenagers from GKJ Jambeyan have expressed concerns about their children being difficult to manage and burdensome. Moreover, one of these two teenagers withdrew from fellowship, even though they had attended Children's Communion, during which they received guidance on living as Christians. However, one of the teenagers experienced a positive change in daily behavior, making the spiritual transformation among these teenagers an interesting subject for research. This study uses a quantitative method to examine the existing correlation. The results of this study show that the application of educational elements in Children's Communion has a 93.7% impact on the spiritual intelligence of teenagers at GKJ Jambeyan. Furthermore, if there is an increase in the spiritual intelligence of GKJ Jambeyan teenagers, there is a 90.7% increase in the application of educational elements in Children's Communion.
PERAN RUMAH SINGGAH GAJAH MADA SURAKARTA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA TERLANTAR AKIBAT PENELANTARAN OLEH KELUARGA DI WILAYAH SURAKARTA Jonathan Berlian Wijaya; Eliana Setyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12425

Abstract

ABSTRACT The increasing number of older adults in Indonesia has been accompanied by various social problems, one of which is neglect resulting from declining family support. This condition highlights the importance of social institutions in providing protection and services for neglected older adults. This study aimed to analyze the role of Rumah Singgah Gajah Mada Surakarta in improving the welfare of neglected older adults. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The collected data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Rumah Singgah Gajah Mada contributes to improving the welfare of older adults through the provision of basic needs, access to healthcare services, social assistance, and psychological support. The presence of the shelter helps older adults gain a sense of security, expand their social interactions, and improve their quality of life after experiencing neglect. In addition to serving as a social care institution, the shelter also functions as a space for social adaptation that enables older adults to rebuild their identity, sense of meaning in life, and positive social relationships. The study concludes that the shelter plays a significant role in enhancing the physical, social, and psychological well-being of neglected older adults, although service optimization remains challenged by limited resources and inadequate family support. ABSTRAK Meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia diikuti oleh berbagai permasalahan sosial, salah satunya penelantaran akibat berkurangnya dukungan keluarga. Kondisi tersebut mendorong pentingnya peran lembaga sosial dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi lansia terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Rumah Singgah Gajah Mada Surakarta dalam meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Singgah Gajah Mada berperan dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pemenuhan kebutuhan dasar, akses layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan dukungan psikologis. Keberadaan rumah singgah membantu lansia memperoleh rasa aman, memperluas interaksi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup setelah mengalami keterlantaran. Selain memenuhi fungsi pelayanan sosial, rumah singgah juga berperan sebagai ruang adaptasi sosial yang mendukung lansia dalam membangun kembali identitas diri, kebermaknaan hidup, dan hubungan sosial yang positif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rumah singgah memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar secara fisik, sosial, dan psikologis, meskipun optimalisasi layanan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan rendahnya dukungan keluarga.
PERAN PELAYANAN PASTORAL DALAM MEMBENTUK SPIRITUALITAS PEMUDA REMAJA DI GKJ CAWAS Figracia Cristian Dominggus Tawaru; Eliana Setyanti
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.12480

Abstract

ABSTRACT Youth and adolescents are the future generation of the church who face various challenges in their spiritual growth, including the influence of technological developments, social media, personal busyness, and declining participation in church life. This study aims to analyze the role of pastoral ministry in fostering the spirituality of youth and adolescents at GKJ Cawas. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving pastors, church leaders, and youth members as research informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that pastoral ministry at GKJ Cawas is carried out through spiritual mentoring, faith development programs, prayer activities, pastoral visits, and youth involvement in various church ministries. These forms of ministry help young people cope with life challenges, strengthen their relationship with God, increase responsibility in ministry, and build harmonious relationships with fellow church members. Although challenges such as low youth participation, communication barriers, and the influence of social media remain, pastoral ministry continues to make a significant contribution to their spiritual growth. This study concludes that pastoral ministry plays an important role in supporting the spiritual development of youth and adolescents and strengthening their involvement in church life. ABSTRAK Pemuda dan remaja merupakan generasi penerus gereja yang menghadapi berbagai tantangan Pemuda dan remaja merupakan generasi penerus gereja yang menghadapi berbagai tantangan dalam pertumbuhan spiritualitas, seperti pengaruh perkembangan teknologi, media sosial, kesibukan pribadi, serta menurunnya keterlibatan dalam kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelayanan pastoral dalam membentuk spiritualitas pemuda dan remaja di GKJ Cawas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pendeta, pengurus gereja, serta pemuda dan remaja sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral di GKJ Cawas dilaksanakan melalui pendampingan rohani, pembinaan iman, doa, kunjungan pastoral, serta pelibatan pemuda dalam berbagai kegiatan pelayanan gereja. Bentuk pelayanan tersebut membantu pemuda dan remaja dalam menghadapi pergumulan hidup, memperkuat hubungan dengan Tuhan, meningkatkan tanggung jawab dalam pelayanan, serta membangun relasi yang harmonis dengan sesama jemaat. Meskipun terdapat tantangan berupa rendahnya partisipasi pemuda, hambatan komunikasi, dan pengaruh media sosial, pelayanan pastoral tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan spiritualitas mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan spiritualitas pemuda dan remaja serta memperkuat keterlibatan mereka dalam kehidupan gereja.
PERAN GKJ PEDAN DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTARAGAMA DI KECAMATAN PEDAN Natanael Krisna Narayana; Eliana Setyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13330

Abstract

ABSTRACT Religious diversity in Indonesia requires continuous efforts to strengthen tolerance in order to maintain harmonious social life. Although numerous studies have examined interreligious tolerance, research specifically addressing the role of churches at the local level through John Hick's perspective of religious pluralism remains limited. This study aims to analyze the role of the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan in promoting interreligious tolerance in Pedan District, Klaten Regency. The study employed a qualitative approach using a descriptive method within an interpretive paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the pastor, church administrators, congregation members, religious leaders, and community leaders selected using purposive sampling. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that GKJ Pedan promotes interreligious tolerance through active participation in social activities, interfaith communication, and the reinforcement of local wisdom values that foster harmonious community relations. The study further demonstrates that John Hick's perspective of religious pluralism provides a relevant framework for understanding the practice of interreligious tolerance at the community level while enriching scholarly discussions on the contribution of churches to fostering an inclusive society. ABSTRAK Keberagaman agama di Indonesia menuntut penguatan praktik toleransi untuk menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Meskipun kajian mengenai toleransi antarumat beragama telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji peran gereja pada tingkat lokal melalui perspektif religious pluralism John Hick masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan dalam membangun toleransi antarumat beragama di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi terhadap pendeta, pengurus gereja, jemaat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menerapkan model Miles, Huberman, and Saldaña yang meliputi data condensation, data display, serta conclusion drawing and verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKJ Pedan membangun toleransi melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, komunikasi lintas agama, serta penguatan nilai kearifan lokal yang mendorong hubungan masyarakat yang harmonis. Temuan penelitian menegaskan bahwa perspektif religious pluralism John Hick relevan dalam menjelaskan praktik toleransi yang berkembang pada tingkat komunitas sekaligus memperkaya kajian mengenai kontribusi gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif.
STUDI PUSTAKA DALAM PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PELAYANAN IBADAH MINGGU Anggita Putri; Eliana Setyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9189

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has significantly influenced church life, requiring churches to respond wisely without diminishing the theological essence of Christian worship. One form of adaptation is the use of digital media in Sunday worship services to support the proclamation of the Word of God and to extend the reach of church ministry. This study examines the use of digital media in Sunday worship services and its impact on worship practices and church life. Using a qualitative literature review approach, the analysis draws on theological and liturgical books, scholarly journals, articles, and church documents from the perspective of worship theology and the conceptual role of media in ecclesial practice. The findings indicate that digital media is employed in various aspects of Sunday worship, including presentation media for liturgy and praise, audiovisual support for sermons, live streaming of services, and tools for church communication and documentation. Overall, digital media enhances the orderliness of worship, facilitates congregational participation, improves focus and engagement, and expands ministry beyond physical space. However, challenges such as technological dependence, technical disruptions, and the risk of distraction may affect the reverence and theological meaning of worship. Therefore, churches are encouraged to manage digital media use in a planned and reflective manner grounded in the principles of worship theology. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam kehidupan bergereja, sehingga gereja dituntut untuk meresponsnya secara bijaksana tanpa menghilangkan esensi teologis ibadah Kristen. Salah satu bentuk adaptasi tersebut adalah pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu sebagai sarana pendukung penyampaian firman Tuhan dan perluasan jangkauan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan media digital dalam pelayanan ibadah Minggu serta dampaknya terhadap pelaksanaan ibadah dan kehidupan bergereja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi buku teologi dan liturgi, jurnal ilmiah, artikel, serta dokumen gerejawi, dengan bertolak dari perspektif teologi ibadah dan pemahaman konseptual tentang fungsi media dalam praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital digunakan dalam berbagai bentuk pelayanan ibadah Minggu, seperti media presentasi untuk liturgi dan lagu pujian, media audiovisual sebagai pendukung khotbah, siaran langsung ibadah, serta sarana komunikasi dan dokumentasi gereja. Pemanfaatan media digital berkontribusi pada peningkatan keteraturan ibadah, memudahkan jemaat mengikuti liturgi, meningkatkan fokus dan partisipasi jemaat, serta memperluas jangkauan pelayanan gereja. Namun, ditemukan pula tantangan berupa ketergantungan teknologi, gangguan teknis, dan risiko distraksi yang dapat memengaruhi kekhusyukan serta makna teologis ibadah. Oleh karena itu, gereja perlu mengelola penggunaan media digital secara terencana dan reflektif berdasarkan prinsip-prinsip teologi ibadah.