Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT BERBASIS KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMURANG BARAT Ake Langingi; Risca Manoppo; Gledys Tirsa Lengkong; Grace Irene Viodyta Watung; James Komaling; Stella Rasu; Yuliana Delfina Rahail; Zefania Ireyne Pagayang; Dalia Novitasari; Linnie Pondaag
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4491

Abstract

Malnutrition in the under-five years can result in failure to thrive due to chronic malnutrition, as well as impaired cognitive development that impacts learning ability and future productivity. Families play an important role in the nutritional needs of children under five. The approach taken is through improving family-based public health programs. The proposed solutions include an approach to improving family health education in the context of fulfilling toddler nutrition, monitoring and mentoring toddlers, and building partnerships with cross-sector support. The findings on the results of this activity are an increase in family knowledge and awareness about the importance of fulfilling balanced nutrition in toddlers as seen in the pre and post results conducted by the PKM team which provides an assessment through observations and assistance about knowledge and awareness of the importance of fulfilling balanced nutrition. Family involvement in monitoring the growth and development of toddlers through posyandu activities and family-based health programs has increased, which is clearly seen from visits to the posyandu. Recommendations for the government, in this case the West Amurang Health Center, to be more active in carrying out assistance activities for parents related to the fulfillment of toddler nutrition. It is necessary to develop family-based public health programs to improve the nutritional status of toddlers in the West Amurang Health Center Working Area
EDUKASI KESEHATAN TENTANG DIABETES MELITUS DAN PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DI BALAI PENYANTUNAN SOSIAL LANJUT USIA TERLANTAR SENJA CERAH MANADO Pingkan Timbuleng; Linnie Pondaag; Andro Ruben Runtu; Nolla Lisa Lolowang; Grace Merentek; Maria Jeinny Regar; Ceril Pungus; Diana Pusung; Esther Hutagaol; Fransiska Kristianingsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61897

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada lanjut usia dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terdeteksi serta tidak dikelola dengan baik. Rendahnya pengetahuan mengenai diabetes melitus dan kurangnya pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi faktor yang menghambat upaya pencegahan dan deteksi dini pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang diabetes melitus serta melakukan skrining kadar glukosa darah di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar Senja Cerah Manado. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui edukasi kesehatan menggunakan ceramah interaktif dan diskusi, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Peserta kegiatan berjumlah 54 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proporsi lansia dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 44,44% sebelum edukasi menjadi 74,07% setelah edukasi. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menunjukkan bahwa 39 peserta (72,22%) memiliki kadar glukosa darah 90–100 mg/dL, sedangkan 15 peserta (27,78%) memiliki kadar glukosa darah lebih dari 100 mg/dL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dipadukan dengan skrining glukosa darah efektif meningkatkan pengetahuan lansia serta mendukung deteksi dini diabetes melitus. Program serupa perlu dilakukan secara berkala untuk mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus pada kelompok lanjut usia.