Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Leksikon Fauna dalam Peribahasa Banjar Kalimantan Selatan dalam Perspektif Ekologi Linguistik Lili Agustina; Isna Kasmilawati; Nana Suciati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5043

Abstract

Masyarakat Banjar memiliki potensi alam yang melimpah. Hal ini terlihat dari beragamnya fauna yang terdapat di Kalimantan Selatan. Dengan hal ini menunjukan bahwa masyarakat Banjar kaya akan leksikon fauna. Bahasa Banjar sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyaknya kosakata yang terancam hilang, punah dan tidak digunakan lagi oleh masyarakat Banjar. Kosakata yang terancam hilang dan punah adalah leksikon fauna. Hal ini berimplikasi bahwa bahasa yang terancam punah berkaitan dengan keterancaman spesias yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan keragaman leksikon fauna sebagai kekayaan alam Kalimantan Selatan dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini akan memberikan informasi mengenai leksikon fauna dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan model analisis bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leksikon fauna yang ditemukan dalam peribahasa Banjar, yakni iwak, ular, minjangan, macan, halilipan, hadupan, hulat, buhaya, siput, burung, hundang, warik, cacing, itik, kuduk, lalat, kalambuai, landak, harimau, kucing, naga, hadangan, kararawai, tungai, dan hayam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mempertahankan Bahasa Banjar Kalimantan Selatan dengan menggunakan perspektif ekologi dan linguistik. Oleh sebab itu, dengan adanya penelitian ini dapat mempertahankan kosakata bahasa Banjar dari keterancaman dan kepunahan khususnya leksikon fauna.
BELAJAR CERIA, CINTA BUDAYA: PENGENALAN KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK SISWA DI SDN SUNGAI LULUT 8 BANJARMASIN Lili Agustina; Isna Kasmilawati; Nana Citrawati Lestari
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipam.v5i2.134

Abstract

This Community Service activity aims to introduce the local wisdom of South Kalimantan to elementary school students through traditional games. Traditional games were chosen as a learning medium because they are familiar to children and rich in cultural values and character. This activity was carried out at SDN Sungai Lulut 8 Banjarmasin as an effort to foster a love of culture from an early age through fun and meaningful learning. The activity was carried out in several stages, namely socialization, discussion, simulation, practice, and reflection. Students were introduced to the games Tebak Flora–Fauna Kalimantan Selatan, Cuk Cuk Bimbi, and Besasahan, which were designed according to the characteristics of elementary school students. Each stage of the activity encouraged active student participation and provided a fun and participatory learning experience. The results of the activity showed an increase in student enthusiasm and participation during the learning process. Traditional games helped students understand the values of cooperation, sportsmanship, togetherness, and concern for local culture. This PKM activity is expected to become an alternative to local wisdom-based learning and contribute to the preservation of Banjar culture through education.
Penguatan Literasi Sains: Pelatihan Pembuatan Buku Cerita Digital Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan Selatan Isna Kasmilawati; Nana Citrawati Lestari; Lili Agustina
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12827

Abstract

Good literacy skills can develop critical, creative, and noble thinking patterns. Therefore, teachers play a crucial role in improving students' literacy skills at school. The challenge faced by the partner school, SD Muhammadiyah Al Mukhlishin, is the difficulty in designing digital learning resources that incorporate local values relevant to the students' surroundings. Therefore, teacher training in designing digital learning resources, specifically storybooks based on local wisdom, is essential to implement. The objectives of this Community Service Program are to enhance teachers' understanding of literacy and science concepts and to improve their skills in creating and designing storybooks based on the local wisdom of South Kalimantan using Canva, Meta AI, ChatGPT, and Hayzine. This PKM activity took the form of a training program attended by 25 participants, with the output being a collection of children's storybooks in digital format. Based on pre-test and post-test scores, there was an improvement in participants' scores. The lowest pre-test score was 60, and the highest was 90, with an average pre-test score of 69.2. The post-test results showed the lowest score of 80 and the highest of 100, with an average post-test score of 94. Participants experienced an increase in scores of 24.8 points, or 35.8%. Based on the questionnaire distributed with aspects assessed on 10 indicators, it can be concluded that the percentage criteria of the training participants' answers were categorized as Very Good.