Suriadi Suriadi
Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Eksperensial dalam Kosakata Ujaran Kebencian di Twitter: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Suriadi Suriadi; Baharman Baharman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan fitur kosakata ujaran kebencian di Twitter. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tiga tahap: membaca teliti twit-twit yang mengandung ujaran kebencian, mendokumentasikan twit dalam bentuk tangkapan layar, serta mencatat twit dalam tabel klasifikasi data. Kemudian, data dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough berupa analisis teks, interpretasi konteks wacana, dan eksplanasi praktik sosial. Analisis data berfokus pada nilai eksperensial dalam fitur kosakata ujaran kebencian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai eksperensial kosakata ujaran kebencian terepresentasi melalui penggunaan kelebihan penyusunan kata, kata-kata ideologis, dan metafora. Kelebihan penyusunan kata merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan rasialisme. Kata-kata ideologis merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan pada identitas golongan, dan seksisme. Metafora merepresentasikan ujaran penghinaan pada pribadi orang lain, penghinaan identitas golongan, dan rasialisme.
Wacana Ideologi Perlawanan dalam Tuntutan Rakyat di Media Sosial: Perspektif Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk Suriadi Suriadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2465

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana ideologi perlawanan rakyat direproduksi dalam wacana “8 Tuntutan Rakyat” yang beredar di media sosial selama aksi nasional Agustus–September 2025. Masalah penelitian berangkat dari meningkatnya penggunaan ruang digital sebagai arena artikulasi politik publik di tengah krisis legitimasi kekuasaan dan ketidakadilan sosial. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk, penelitian ini memadukan analisis struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial untuk menguraikan bagaimana bahasa berfungsi sebagai instrumen ideologis dalam pembentukan kesadaran kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana “8 Tuntutan Rakyat” mengartikulasikan empat domain ideologi utama: anti-korupsi dan moralitas kekuasaan, reformasi institusional dan desentralisasi kekuasaan, keadilan ekonomi dan kebijakan publik inklusif, serta hak asasi manusia dan demokrasi partisipatif. Secara tekstual, struktur kalimat imperatif dan diksi evaluatif memperkuat legitimasi moral rakyat dalam menuntut perubahan; secara kognitif, wacana tersebut mencerminkan kesadaran kolektif mengenai urgensi pemulihan nilai moral dan keadilan sosial; dan secara sosial, wacana tersebut berfungsi sebagai arena simbolik yang menantang dominasi politik serta memperjuangkan otonomi moral dalam struktur kekuasaan negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa dalam wacana digital rakyat tidak hanya merepresentasikan perlawanan, tetapi juga membangun fondasi legitimasi moral baru bagi demokrasi Indonesia. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan model multidimensi Van Dijk dalam studi aktivisme digital, sedangkan secara empiris memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana wacana rakyat membentuk resistensi politik melalui praktik bahasa.