Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi ketimpangan gender serta interseksionalitas antara gender dan kelas sosial dalam naskah drama Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Naskah ini mengisahkan Sur, mahasiswi korban kekerasan seksual di kampus yang menghadapi tekanan sosial dan institusional ketika memperjuangkan keadilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks, dengan data berupa dialog dan adegan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori feminisme interseksional Kimberlé Crenshaw dan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender direpresentasikan melalui praktik victim blaming, dominasi institusi kampus, pembungkaman suara korban, serta perlindungan terhadap pelaku laki-laki. Selain itu, pengalaman Sur memperlihatkan bahwa ketertindasan tidak hanya bersumber dari gender, tetapi juga diperkuat oleh posisi kelas sosialnya yang rentan. Dengan demikian, ketimpangan dalam naskah bekerja secara interseksional melalui relasi kuasa yang saling bertumpang tindih dan mempertegas kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak pada korban.
Copyrights © 2026