Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARDINALITAS DAN ORDINALITAS DALAM TEORI PERILAKU KONSUMEN: KONSEP, PERBEDAAN, DAN APLIKASINYA DALAM EKONOMI MIKRO Bangun, Ragriva Br; Hasibuan, Rahma Rizkina; Dalimunthe, Thalita Zahraini; Matondang, Khairani Alawiyah
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 12 No. 3 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v12i3.8793

Abstract

Jurnal ini membahas teori perilaku konsumen melalui dua pendekatan utama: kardinal dan ordinal. Pendekatan kardinal, yang dipelopori oleh ekonom klasik seperti Herman Heinrich Gossen dan William Stanley Jevons, mengukur utilitas secara kuantitatif dalam satuan yang dapat dinyatakan (util). Konsep ini menekankan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dan diperoleh dari tambahan konsumsi barang dan jasa. Sebaliknya, pendekatan ordinal yang diusulkan oleh ekonom seperti John R. Hicks berfokus pada perbandingan tingkat kepuasan konsumen tanpa mengukurnya secara absolut. Pendekatan ini memperkenalkan konsep kurva indiferensi dan garis anggaran, menggambarkan pilihan konsumen di bawah keterbatasan anggaran. Melalui eksplorasi kedua teori ini, jurnal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana konsumen mengambil keputusan berdasarkan preferensi, utilitas, dan kepuasan, yang dapat membantu praktisi bisnis dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif.
Akuntansi Pertanggungjawaban dan Penerapannya dalam Pengendalian Biaya: Sebuah Kajian Literatur Polem, Sri Elfani Aulia; Asfa, Syauqiyah Ramadani; Dalimunthe, Thalita Zahraini
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7608

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan akuntansi pertanggungjawaban serta perannya dalam pengendalian biaya berdasarkan studi literatur dari berbagai jurnal nasional dan internasional. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif melalui telaah pustaka terhadap sepuluh penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi pertanggungjawaban efektif membantu organisasi mengendalikan biaya apabila didukung oleh struktur organisasi yang jelas, pemisahan biaya yang dapat dan tidak dapat dikendalikan, serta pelaksanaan anggaran yang konsisten. Namun, beberapa penelitian juga mengungkapkan kendala seperti ketidakjelasan pelimpahan wewenang, lemahnya dokumentasi anggaran, serta penyimpangan biaya yang tidak ditindaklanjuti. Dengan demikian, akuntansi pertanggungjawaban memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan penilaian kinerja manajerial.
Analisis Hukum Cryptocurrency dalam Perspektif Ekonomi Islam: Tinjauan terhadap Prinsip Syariah Dalimunthe, Thalita Zahraini; Yapardi, Cantika Olivia; Azzahra, Najwa; Sirait, Syauqiyah Ramadani Asfa; Nafisa, Kafka; Hasibuan, Rahma Rizkina; Lubis, Ramadhan Saleh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37273

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan aset digital berupa cryptocurrency yang memicu perdebatan signifikan di kalangan fukaha dan ekonom Islam global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hukum cryptocurrency sebagai mata uang maupun aset investasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menguji instrumen kripto terhadap elemen-elemen larangan dalam ekonomi Islam, yaitu gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), dan riba. Hasil penelitian menunjukkan adanya urgensi pemisahan antara teknologi blockchain yang bersifat maslahat dengan aset kriptonya itu sendiri. Dari kacamata syariah, cryptocurrency dipandang memiliki risiko tinggi karena volatilitas ekstrem yang mendekati sifat spekulatif (maysir). Selain itu, ketiadaan underlying asset dan otoritas pelindung (bank sentral) menyebabkan aset ini belum sepenuhnya memenuhi syarat sebagai malah (harta) yang bernilai mutlak dalam fikih muamalah. Namun, jika digunakan sebagai instrumen teknologi transfer tanpa unsur spekulasi, beberapa pandangan kontemporer mulai melihat potensi kegunaannya. Penulis menyimpulkan bahwa hingga saat ini, mayoritas ulama cenderung menetapkan status makruh hingga haram untuk penggunaan retail karena mudaratnya yang lebih besar daripada manfaatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi umat.