Prananto, Bintang Arsy Wahyu
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Institut Ilmu Kesehatan Strada Indonesia, Kediri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wiliam Flexion Exercise dan Infrared untuk Meningkatkan Fleksibilitas Trunk dan Menurunkan Low Back Pain pada Lansia Prananto, Bintang Arsy Wahyu; Suprapto, Sentot Imam; Indasah, Indasah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15312

Abstract

Elderly people are susceptible to low back pain due to physical decline triggered by changes in connective tissue structure. Decreased trunk flexibility in the elderly can cause pain. Non-pharmacological therapies such as physiotherapy are used to treat low back pain, especially through the William flexion exercise and infrared methods. This study aimed to analyze the differences in trunk flexibility by providing a combination of William flexion exercise and infrared with William flexion exercise in elderly low back pain sufferers. This study applied a pretest-posttest with control group design. The treatment group was given a combination of William flexion exercise and infrared, while the control group was only given William flexion exercise. The impacts measured were trunk flexibility measured using the Chair Sit and Reach Test and pain levels measured using the Numeric Rating Scale. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U test. The results showed that there was an increase in trunk flexibility with an average of 8.00 and a decrease in pain of 8.00 in the control group, and there was an increase in trunk flexibility with an average of 8.00 and a decrease in pain of 14 in the treatment group. Both experienced significant improvements. The results of the Mann-Whitney U test showed that there was no significant difference between the two groups. Furthermore, it was concluded that the combination of William flexion exercise and infrared or single administration of William flexion exercise was able to increase trunk flexibility and reduce pain in the elderly with low back pain.Keywords: low back pain; elderly; William flexion; infrared ABSTRAK Lansia rentan mengalami low back pain akibat kemunduran fisik yang dipicu oleh perubahan struktur jaringan penghubung. Penurunan fleksibilitas trunk pada lansia dapat menyebabkan nyeri. Terapi non-farmakologis seperti fisioterapi digunakan untuk penanganan low back pain, terutama melalui metode William flexion exercise dan infrared. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fleksibilitas trunk dengan pemberian kombinasi William flexion exercise dan infrared dengan William flexion exercise pada penderita low back pain pada lansia. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group. Kelompok perlakuan diberikan kombinasi William flexion exercise dan infrared, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan William flexion exercise. Dampak yang diukur adalah fleksibilitas trunk yang diukur menggunakan Chair Sit and Reach Test dan tingkat nyeri yang diukur menggunakan skala Numeric Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan fleksibilitas trunk dengan rata-rata 8,00 dan penurunan rasa nyeri sebesar 8,00 pada penderita kelompok kontrol, dan terdapat peningkatan fleksibilitas trunk dengan rata-rata 8,00 dan penurunan rasa nyeri sebesar 14 pada kelompok perlakuan. Keduanya mengalami peningkatan secara signifikan. Hasil Mann-Whitney U test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna di antara kedua kelompok. Selanjutnya disimpulkan bahwa kombinasi William flexion exercise dan infrared maupun pemberian tunggal William flexion exercise mampu meningkatkan fleksibilitas trunk dan menurunkan rasa nyeri pada lansia dengan low back pain.Kata kunci: low back pain; lansia; William flexion; infrared
EDUKASI PENANGANAN FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN DALAM RANGKA PENCEGAHAN PASIEN DROP OUT DARI PELAYAN REHABILITASI MEDIK Wardani, Ratna; Belinda, Melur; Damayanti, Elina; Sulaiman Lumban Toruan, Torang; Nursa’id, Mochamad; Arsy Wahyu Prananto, Bintang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2615-2621

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah nyeri antara tepi bawah tulang rusuk dan bokong, yang bisa bersifat akut, sub-akut, atau kronis. LBP mempengaruhi pergerakan dan kualitas hidup, membatasi aktivitas kerja, serta keterlibatan dengan keluarga dan teman. LBP dibagi menjadi spesifik, yang disebabkan oleh penyakit tertentu, dan non-spesifik, yang tidak memiliki penyebab yang jelas. Sekitar 90% kasus LBP adalah non-spesifik. Di Indonesia, prevalensi LBP adalah 18,2% pada pria dan 13,6% pada wanita, terutama usia 45-65 tahun. Dari pengamatan dan data di Instalasi Rehabilitasi Medik RS TK I dr Soepraoen Malang, jumlah pasien terbanyak adalah LBP. Jumlah pasien LBP, 206 dari 754 pasien atau 27,3 %. Dijumpai pula dari data bahwa jumlah pasien drop out berasal dari tenaga/ anggota TNI aktif sebesar 28%. Subyek penelitian adalah pasien yang terekam di data rekam medik (SIMRS) Poli Rehabilitasi Medik dari 1 Januari 2023 hingga 29 Desember 2023 yang drop out dari pelayanan rehabilitasi medik. Penyuluhan dan pemberian leaflet terbukti bisa meningkatkan Tingkat pengetahuan pasien terhadap penyakit yang diderita . Dan tentunya akan bisa mengurangi angka kejadian drop out pasien. Akan tetapi masih terdapat beberapa kelemahan karena factor diluar kewenangan penulis yaitu terkait pemenuhan kebutuhan kelengkapan tenaga tim kerja di Instalasi Rehabilitasi Medik RS Tk II dr Soepraoen Malang