Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH MICRO TEACHING BERBASIS ANDROID PADA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA Irma Ade Putri; Darlan Sidik; Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam pengembangan ini adalah (1) Untuk mengetahui tahapan pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika saat ini. (2) Untuk mengetahui kelayakan rancangan media pembelajaran berbasis Android pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika (3) Untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis Android pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika. Jenis pengembangan yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan mengacu pada model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap define (Pendefinisian), tahap design (Perencanaan), tahap develop (Pengembangan), tahap disseminate (Penyebaran). Instrumen Penelitian menggunakan lembar penilaian untuk Ahli Media, dan mahasiswa. Adapun hasil penelitian dalam pengujian functionality yang diuji oleh ahli media 1 dan ahli media 2 diperoleh rata- rata 100% sangat layak dan untuk hasil uji lapangan yang melibatkan 15 responden memperoleh persentase sebesar 86% dan masuk kedalam kategori “Sangat Layak”. Kemudian hasil efektivitas media pembelajaran di ketahui menggunakan uji normalitas dengan hasil dengan nilai signifikansi 0,200 > 0,005 maka data skor dinyatakan berdistribusi normal. Kemudian pada hasil uji coba homogenitas diperoleh nilai signifikansi 0,300 > 0,005 maka data tersebut adalah homogenitas. Hasil uji t test diperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,005 maka data tersebut terdapat perbedaan signifikan signifikan antara pretest dan post tes yang berarti media pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap keefektivitasan mahasiwa dalam belajar.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ARUS PUTUS PADA JARINGAN LISTRIK DOMESTIK Nofan Toding; Saharuddin; Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun sebuah alat pendeteksi arus putus yang dapat digunakan dalam instalasi tegangan domestik rumah tangga dengan pendekatan non-kontak. Arus putus adalah masalah umum dalam instalasi listrik rumah tangga yang dapat menyebabkan kebakaran dan bahaya lainnya. Metode non-kontak dipilih untuk menghindari resiko bahaya bagi pengguna saat melakukan pengukuran. (2) Mempercepat dan mempermudah proses pencarian titik gangguan arus putus. (3) Memanfaatkan teknologi mikrokontroller yang dengan mudah membantu proses pembuatan alat pendeteksi arus putus pada Jaringan Domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Langkah kerja alat pendeteksi arus putus dengan menekan pushbutton sebagai saklar power untuk mengalirkan tegangan listrik dari baterai ke mikrokontroller dan LED berwarna kuning dengan posisi standby. Untuk membuat perangkat input bekerja perlu menekan pushbutton. Setelah itu dekatkan alat pendeteksi dengan kabel yang di uji coba. Ketika kabel yang diuji memiliki arus listrik maka buzzer mengeluarkan suara dan LED berwarna hijau menyala. Tetapi apabila kabel yang diuji coba tidak memiliki tegangan maka buzzer tidak mengeluarkan suara dan LED warna hijau tidak menyala. Penelitian yang dilakukan pada 10 lokasi di Kota Makassar yang berbeda-beda dengan percobaan yang dilakukan sebanyak 100 kali. Pengumpulan data dari hasil pengujian tegangan, pengamatan observasi, pengujian Laboratorium dan usability. Hasil pengujian usability dari responden menghasilkan persentase 87,3% dengan kategori (Sangat Layak). Berdasarkan kedua pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat digunakan dengan baik dan efektif dengan tetap mengevaluasi tingkat kelayakan alat ini. Alat ini tidak dapat mendeteksi arus listrik pada instalasi dalam tembok.
PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN FASILITAS BENGKEL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEMAMPUAN KETERAMPILAN KERJA SISWA PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI (KETEKNIKAN) DI MAKASSAR Yusuf A. Bachtiar Mappiare; Supriadi; Sapto Haryoko
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah suatu studi kuantitatif yang bersifat ex post facto yang memiliki tujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel fasilitas terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. (2) Mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. (3) Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel fasilitas bengkel dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. Variabel independen pada penelitian ini ialah persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependen adalah kemampuan keterampilan kerja. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini terdiri dari siswa yang mengikuti program keahlian Teknik Elektronika Industri di empat sekolah menengah kejuruan, yaitu SMKN 2, SMKN 5, SMKN 9, dan SMKN 10 di Makassar. Jumlah total sampel yang diambil untuk penelitian ini mencapai 154 individu. Informasi penelitian berasal dari penggunaan kuesioner dan uji objektif. Metode analisis data yang diterapkan melibatkan penggunaan regresi linear tunggal dan regresi linear ganda.. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel secara parsial berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja, dan motivasi kerja secara parsial juga berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja, dan juga persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja
LAMACCA: Learning Analytics–Driven Adaptive Modular LMS Architecture for Collaborative Cyber Classrooms in Higher Education Rahmaniar; Sapto Haryoko; Muhammad Rais; Supriadi
Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Vol 3, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/voice.v3i2.468

Abstract

This study addresses limitations of many Learning Management Systems (LMS) that operate primarily as content management and administrative platforms with minimal integration of learning analytics, adaptive learning, and collaborative cyber classroom environments. Despite advances in artificial intelligence, educational data mining, and immersive technologies, these components are often implemented as separate tools rather than parts of an integrated system. This fragmentation limits the ability of institutions to transform LMS into intelligent learning ecosystems that are data informed, adaptive, modular, and collaborative. This study aims to propose LAMACCA (Learning Analytics–Driven Adaptive Modular LMS Architecture for Collaborative Cyber Classroom) as a conceptual framework that integrates learning analytics, adaptive mechanisms, modular learning design, and collaborative cyber classroom interaction into a unified LMS architecture capable of supporting data informed pedagogy in higher education. A conceptual research design was conducted through systematic literature synthesis across four domains: learning analytics, adaptive learning systems, modular architectures, and collaborative virtual learning environments. Studies were examined using criteria of architectural relevance, pedagogical alignment, and cyber classroom integration to identify core principles and model their integration into a unified LMS structure. The study produces a four layer architectural model consisting of (1) a learning analytics engine as the intelligence core, (2) adaptive mechanisms for personalized learning pathways, (3) modular learning components for flexible instructional design, and (4) a collaborative cyber classroom environment that enables real time interaction supported by analytics based monitoring. This integration reconceptualizes the LMS from a passive content management platform into an adaptive, collaborative, and analytics driven cyber learning ecosystem.
Blowfish Advanced CS Untuk Solusi Keamanan Sistem Komputer Sekolah Faisal Syafar; Halimah Husain; Sutarsih Suhaeb; Putri Ida; Supriadi
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.271

Abstract

Data security and privacy are very important issues for businesses, colleges, the government, and even individuals. The TKJ Laboratory is where PKM events take place. Students are free to use the computers there as they please, as long as they don't break the security system on each one. The types of files that can be protected in this case are text-based document files, picture files, audio and video files that are stored digitally, and question files. In the Community Partnership Program, which had 15 participants, there were outcomes and goals. The program produced a guidebook on how to use Blowfish Advanced CS for computer system security cryptography and instructions on how to use Blowfish Advanced CS for computer system security cryptography. This study is a type of research called qualitative research. With a case study that aims to learn how to use the Blowfish Advanced CS tool to secure text messages, files, and documents with cryptographic data. The predicted outcomes of this PKM are 1) This key is combined to make the Blowfish algorithm stronger during the key setup process. 2) The Blowfish algorithm tool needs a key with at least 4 characters to encrypt the data file during the file/folder simulation. 3) The Blowfish method uses symmetric keys, which means that the simulation process always uses the same key to encrypt and decrypt data files and folders. The same key is also used to split and join files.
Tingkat Kreativitas Ilmiah dan Literasi Sains: Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas.Teknik Universitas Negeri Makassar. Supriadi; Nur Rahmah; Khaidir Rahman
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol. 12 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Agricultural Technology Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v12i1.11298

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif (survei) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kreativitas ilmiah dan tingkat literasi sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tingkat kreativitas ilmiah dan tingkat literasi sains yang masing-masing merupakan variabel bebas. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 141 orang mahasiswa. Kemudian ditentukan sebanyak 35 orang atau 25% dari total populasi sebagai sampel penelitian menggunakan Teknik sampling kuota (quota sampling). Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kuantitatif menggunakan persentase, rata-rata meam dan Standar Deviasi. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh bahwa sebagian besar tingkat kreativitas ilmiah mahasiswa berada pada kategori sedang dengan persentase 49%. Sementara pada tingkat literasi sains sebagian besar berada pada kategori tinggi dengan persentase 37%. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kreativitas ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian masih berada pada kategori tingkat sedang, sedangkan pada tingkat literasi sains berada pada tingkat kategori tinggi.