Supriadi
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH MICRO TEACHING BERBASIS ANDROID PADA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA Irma Ade Putri; Darlan Sidik; Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam pengembangan ini adalah (1) Untuk mengetahui tahapan pengembangan media pembelajaran pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika saat ini. (2) Untuk mengetahui kelayakan rancangan media pembelajaran berbasis Android pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika (3) Untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis Android pada mata kuliah micro teaching berbasis android di Jurusan Pendidikan Elektronika. Jenis pengembangan yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan mengacu pada model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap define (Pendefinisian), tahap design (Perencanaan), tahap develop (Pengembangan), tahap disseminate (Penyebaran). Instrumen Penelitian menggunakan lembar penilaian untuk Ahli Media, dan mahasiswa. Adapun hasil penelitian dalam pengujian functionality yang diuji oleh ahli media 1 dan ahli media 2 diperoleh rata- rata 100% sangat layak dan untuk hasil uji lapangan yang melibatkan 15 responden memperoleh persentase sebesar 86% dan masuk kedalam kategori “Sangat Layak”. Kemudian hasil efektivitas media pembelajaran di ketahui menggunakan uji normalitas dengan hasil dengan nilai signifikansi 0,200 > 0,005 maka data skor dinyatakan berdistribusi normal. Kemudian pada hasil uji coba homogenitas diperoleh nilai signifikansi 0,300 > 0,005 maka data tersebut adalah homogenitas. Hasil uji t test diperoleh nilai signifikasi 0,000 < 0,005 maka data tersebut terdapat perbedaan signifikan signifikan antara pretest dan post tes yang berarti media pembelajaran memberikan pengaruh signifikan terhadap keefektivitasan mahasiwa dalam belajar.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ARUS PUTUS PADA JARINGAN LISTRIK DOMESTIK Nofan Toding; Saharuddin; Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun sebuah alat pendeteksi arus putus yang dapat digunakan dalam instalasi tegangan domestik rumah tangga dengan pendekatan non-kontak. Arus putus adalah masalah umum dalam instalasi listrik rumah tangga yang dapat menyebabkan kebakaran dan bahaya lainnya. Metode non-kontak dipilih untuk menghindari resiko bahaya bagi pengguna saat melakukan pengukuran. (2) Mempercepat dan mempermudah proses pencarian titik gangguan arus putus. (3) Memanfaatkan teknologi mikrokontroller yang dengan mudah membantu proses pembuatan alat pendeteksi arus putus pada Jaringan Domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Langkah kerja alat pendeteksi arus putus dengan menekan pushbutton sebagai saklar power untuk mengalirkan tegangan listrik dari baterai ke mikrokontroller dan LED berwarna kuning dengan posisi standby. Untuk membuat perangkat input bekerja perlu menekan pushbutton. Setelah itu dekatkan alat pendeteksi dengan kabel yang di uji coba. Ketika kabel yang diuji memiliki arus listrik maka buzzer mengeluarkan suara dan LED berwarna hijau menyala. Tetapi apabila kabel yang diuji coba tidak memiliki tegangan maka buzzer tidak mengeluarkan suara dan LED warna hijau tidak menyala. Penelitian yang dilakukan pada 10 lokasi di Kota Makassar yang berbeda-beda dengan percobaan yang dilakukan sebanyak 100 kali. Pengumpulan data dari hasil pengujian tegangan, pengamatan observasi, pengujian Laboratorium dan usability. Hasil pengujian usability dari responden menghasilkan persentase 87,3% dengan kategori (Sangat Layak). Berdasarkan kedua pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat digunakan dengan baik dan efektif dengan tetap mengevaluasi tingkat kelayakan alat ini. Alat ini tidak dapat mendeteksi arus listrik pada instalasi dalam tembok.
PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN FASILITAS BENGKEL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEMAMPUAN KETERAMPILAN KERJA SISWA PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI (KETEKNIKAN) DI MAKASSAR Yusuf A. Bachtiar Mappiare; Supriadi; Sapto Haryoko
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah suatu studi kuantitatif yang bersifat ex post facto yang memiliki tujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel fasilitas terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. (2) Mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. (3) Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel fasilitas bengkel dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kemampuan keterampilan kerja siswa. Variabel independen pada penelitian ini ialah persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependen adalah kemampuan keterampilan kerja. Populasi yang menjadi fokus dalam penelitian ini terdiri dari siswa yang mengikuti program keahlian Teknik Elektronika Industri di empat sekolah menengah kejuruan, yaitu SMKN 2, SMKN 5, SMKN 9, dan SMKN 10 di Makassar. Jumlah total sampel yang diambil untuk penelitian ini mencapai 154 individu. Informasi penelitian berasal dari penggunaan kuesioner dan uji objektif. Metode analisis data yang diterapkan melibatkan penggunaan regresi linear tunggal dan regresi linear ganda.. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel secara parsial berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja, dan motivasi kerja secara parsial juga berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja, dan juga persepsi kemanfaatan fasilitas bengkel dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kemampuan keterampilan kerja