Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memanusiakan Manusia: Eksplorasi Sastra Apokaliptik dan Panggilan Kemanusiaan Dalam Injil Matius 25:31-46 Melalui Semboyan ‘Sitou Timou Tumou Tou’ Udang, Frety Cassia; Kalundang, Audriano
Tepian : Jurnal Misiologi dan Komunikasi Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Tepian (Desember)
Publisher : Program Studi Misiologi dan Komunikasi Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/tjmkk.v4i2.2144

Abstract

The Current situation continuestondegenerate into apatheic and inhumane actions towards humanity. A lot of data is accessible that shows the level of dehumanitation occuring everywhere. So in this research the call to humanity will be studied in the light of the Gospel of Matthew 25:31-46 in the frame of the motto Si Tou Timou Tumou Tou. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Because it uses biblical tekts, the approach used is an apocalyptic literary approach. The results of this research show that the text of Matthew 25:31-46 contains apocalyptic elements that are typical of the Gospel of Matthew, and the situation of serving the ‘despicable’ becomes a style of humanitarian service that must be carried out and lived. On the other side, Si Tou Timou Tumou Tou has becomes a lifestyle in creating a humanist living situation.
Keramah-tamahan Porodisa: Sebuah Dialog Kritis-Teologis antara Kebudayaan Manarogho dan Narasi Zakheus Kalundang, Audriano; Yuni Feni Labobar
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 5 No 2 (2025): DPJTMG: November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/bex6xv66

Abstract

Perayaan adat Manarogho, khas masyarakat Taroda (Talaud), berfungsi sebagai simbol penerimaan individu ke dalam masyarakat, gereja, dan keluarga. Dalam konteks umat beragama, perayaan ini sering dikaitkan dengan ibadah dan pewartaan Injil, namun menimbulkan ketegangan akibat perbedaan pemahaman. Konflik pro-kontra muncul terutama terkait tuduhan sinkretisme dalam pelaksanaan budaya ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi budaya Manarogho dalam dialog dengan narasi Zakheus sekaligus memperkaya praktik berteologi kontekstual, sehingga penelitian ini juga menjadi penting untuk menghadirkan perspektif baru dalam kontekstualisasi Injil di masyarakat Talaud. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif di mana memadukan observasi, wawancara, dan studi pustaka di Talaud dengan analisis historis-kritis teks Zakheus untuk mengeksplorasi dialog antara budaya Manarogho dan narasi Alkitab. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penerimaan dalam budaya Manarogho dan narasi Zakheus bersifat inklusif, mendorong aksi nyata, dan menegaskan integrasi individu ke dalam komunitas.