Articles
Sekuritas Teologis Pasca Pandemic Covid – 19: Sebuah Imajinasi Dogmatis
Frety Cassia Udang;
Henderikus Nayuf
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.208 KB)
|
DOI: 10.51667/djtk.v3i1.795
Suatu saat nanti covid – 19 akan melandai. Bagi yang terpapar, mereka akan mengenang keterpaparan mereka sebagai sebuah pengalaman yang sulit dilupakan. Sementara bagi yang tidak terpapar perlu diedukasi agar memberi perhatian bukan saja pada solidaritas, tetap lebih kepada empati. Kedua hal inilah yang menjadi fokus dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatif – imajinatif. Pendekatan ini menekankan aspek penjelasan (explanation), maupun prakiraan atau prediksi (prediction). Hasil dari penelitian ini adalah redefenisi terhadap istilah teologi. Teologi tidak hanya berbicara tentang Tuhan dalam relasi transendental, tetapi lebih kepada refleksi atas pengalaman perjumpaan dengan realitas pandemik Covid-19. Dari sinilah kemudian muncul istilah sekuritas teologis. Dalam tataran praksis, sekuritas teologis sebenarnya merupakan loncatan defenisi yang memberi ruang bagi gereja dalam merumuskan ajarannya ketika berhadapan dengan konteks yang tidak diduga sebelumnya. Dalam konteks ini, sekuritas teologis berkontribusi bukan saja pada tataran ortodoksi, melainkan lebih kepada ortopraksis.
Menembus Dominasi: Menelaah Pemahaman Jemaat dan Upaya Dekonstruksi terhadap Teks-Teks Kekerasan dalam Alkitab serta Implikasinya dalam Pendidikan Anak di Jemaat Germita Bukit Sinai Melonguane Barat
Anita Inggrith Tuela;
Frety Cassia Udang;
Yolanda Nany Palar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 8 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.263 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.6613279
This study aims to describe the violence in the Bible that frames the portrait of people's journey, encounter and association with God. Traces of blood, traces of domination, and traces of discrimination are the things that characterize the biblical narrative. Its presence in the Bible often makes it a reference to legitimize violence or also makes the congregation confused in understanding God and his intentions. In addition, this study also seeks to understand God's intention so that readers can eliminate or at least obscure the topic of violence as an effort of theodicy. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through unstructured interviews and literature study. Based on the research results obtained from the congregation's answers regarding the understanding of violent texts, it is illustrated that the congregation is still conceptualized on the dominant understanding as the result of standard dogmatic interpretations that have been passed down for so long. It is inherent as a standard paradigm for the congregation. The congregation prefers to see it from a wider angle so that taboos and unusual things that appear in the text can be marginalized. The results of the congregation's reading of violent texts became the entry point for this research effort to deconstruct these texts. This deconstruction effort is a contribution of creative critical thinking to the repertoire of people's understanding of violent texts in the Bible. This research is expected to be able to build awareness that claims of violence in the Bible are one-sided claims that ignore the merits of the biblical text and the laws of the Bible comprehensively. In addition, the results of this study have implications for children's education as an effort to provide an understanding of violence in the Bible, so that they can understand God's intent in texts with nuances of violence in the Bible. In fact, they can understand the negative impact of acts of violence.
BERHERMENEUTIK BERSAMA DERRIDA
Frety Cassia Udang
Tumou Tou Vol. 6 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.059 KB)
|
DOI: 10.51667/tt.v6i2.148
Humans are interpretive beings; a creature that is always seeking meaning and understanding reality outside of himself. The process of understanding and understanding continues and is productive as long as humans are and exist in this life. As long as there is an effort to interpret and understand, hermeneutics play a role. This paper tries to see hermeneutic understanding as a means of criticizing the absoluteness and dominance of meaning and understanding from the perspective of Derrida Deconstruction. Hermeneutics in the perspective of deconstruction provides important space for readers and their context in constructing meaning. The various meanings and understandings are appreciated as a necessity of a process of reading texts. Through Derrida's glasses, deconstruction becomes a reflective tool to open new awareness and new possibilities, which may have been missed in the effort to understand
Menguatkan Keadaban Melalui Meta-learning
Frety Cassia Udang
DIDASKALIA : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : DIDASKALIA : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan keadaban menjadi perhatian dalam Sidang MPL PGI Tahun 2022. Perhatian ini lahir dari keprihatinan terhadap adanya potensi degradasi etika dan dekadensi moral dalam relasi antar manusia. Meta-learning adalah suatu pola pendidikan yang berorientasi pada kesinambungan antar generasi yang berfokus pada manusianya. Tujuan dari pola pembelajaran Meta-learning adalah efektifitas yang merujuk tidak hanya pada tataran kognitif yaitu kemampuan memahami, tetapi berlanjut pada tataran praksis yaitu pembentukan karakter. Di tengah-tengah persoalan keadaaban yang muncul, Meta-learning menjadi referensi pola pembelajaran yang dapat diterapkan mulai dari unit pendidikan terkecil yaitu keluarga sampai pada unit sosial lainnya seperti gereja, sekolah, kampus dan masyarakat karena berbasis pada pengalaman. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan metode studi pustaka. Melalui penelitian ini, diperoleh hasil bahwa dengan tetap mengedepankan daya kritis, pola pembelajaran Meta-learning menstimulasi seseorang untuk mengingat dan memaknai pengalaman sebagai kapital untuk membangun kehidupan yang berkeadaban.
Kebersihan Lingkungan sebagai Portal Kesehatan Masyarakat di Desa Kokoleh Satu
Frety C Udang;
Gevrilla Trixie Manguleh;
Jeintrifena Rajalahu
DEDICATIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAKN Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (955.436 KB)
Soal kesehatan mendapat perhatian besar, terlebih di tengah masa Pendemi. Pandemi Covid 19 menjadi realita universal di tataran kehidupan seluruh penduduk bumi. Pelbagai upaya dilakuakn Kesehatan merupakan aspek penting dalam kehidupan sekaligus barometer kualitas hidup manusia.Kebersihan selalu identik dengan kesehatan artinya manfaat dari menjaga kebersihan akan berdampak pada terjaganya kesehatan. Di tengah situasi pandemi, menjaga kebersihan dalam rangka memelihara kesehatan menjadi kewajiban sekaligus tanggung jawab dalam rangka menjaga kemaslahatan hidup bersama. Pelbagai program yang dicanangkan oleh Pemerintah termasuk pemerintah desa Kokoleh Satu Kecamatan Minahasa Utara, dala rangka meningkatkan aspek kesehatan masyarakat. Tulisan ini secara khusus menyoroti program kebersihan lingkungan sebagai portal kesehatan masyarakat. Kebersihan lingkungan menjadi ukuran dasar dari penetapan tingkat kesehatan masyarakat. Dalam tulisan ini dipaparkan sejauh mana kebersihan lingkungan memberi pengaruh bagi kesehatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah observasi parsipatif. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakatmaka disimpulkan bahwa program kebersihan lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat baik yang diagendakan oleh Pemerintah Desa maupun yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat merupakan portal atau pintu masuk untuk mewujudkan peningkatan capaian kesehatan masyarakat yang holistik.
KOMEDI-TRAGEDI: DARK JOKES SEBAGAI SEBUAH PERSPEKTIF PADA LANSKAP PENDERITAAN UMAT
Frety Cassia Udang
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dewasa ini, budaya popular berkembang secara progresif. Budaya popular menunjukkan eksistensinya dalam pelbagai pola dan wujud menambah diskursus dalam tataran kreatifitas dan inovasi. Pada satu sisi, ke-satir-an dalam narasi Dark Jokes, membuat banyak umat beragama meradang, tetapi pada sisi yang berbeda, fenomena ini (seharusnya) mendorong agama lebih melek dan terbuka terhadap kepelbagaian sudut pandang yang sedang mengkritik dirinya (agama) demi introspeksi agar menjadi lebih bermanfaat. Tulisan ini mencoba untuk menelaah Dark Jokes sebagai sebuah perspektif -yang tidak biasa- dalam memahami dan memaknai tragedy atau penderitaan hidup manusia. Telaah atas fenomena Dark Jokes, diharapkan memberi perspektif alternatif dalam rangka membangun paradigma baru pada lanskap penderitaan umat. Metode penelitian yang akan digunakan dalam tulisan ini adalah deksriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dengan pendekatan fenomenologis, penulis melakukan interpretasi atas tindakan dan pemahaman terkait dengan narasi Dark Jokes, Komika Dark Jokes, dan masyarakat (Pendengar atau Pembaca) sebagai yang bermakna dalam merekonstruksi dan membangun makna dan perspektif baru dalam percakapan agama mengenai penderitaan. Agama dan umat serta pemahaman penderitaan yang akan dikaji dalam tulisan ini dilihat dalam bingkai Kekristenan.
Memanusiakan Manusia: Eksplorasi Sastra Apokaliptik dan Panggilan Kemanusiaan Dalam Injil Matius 25:31-46 Melalui Semboyan ‘Sitou Timou Tumou Tou’
Udang, Frety Cassia;
Kalundang, Audriano
Tepian : Jurnal Misiologi dan Komunikasi Kristen Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Tepian (Desember)
Publisher : Program Studi Misiologi dan Komunikasi Kristen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51667/tjmkk.v4i2.2144
The Current situation continuestondegenerate into apatheic and inhumane actions towards humanity. A lot of data is accessible that shows the level of dehumanitation occuring everywhere. So in this research the call to humanity will be studied in the light of the Gospel of Matthew 25:31-46 in the frame of the motto Si Tou Timou Tumou Tou. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Because it uses biblical tekts, the approach used is an apocalyptic literary approach. The results of this research show that the text of Matthew 25:31-46 contains apocalyptic elements that are typical of the Gospel of Matthew, and the situation of serving the ‘despicable’ becomes a style of humanitarian service that must be carried out and lived. On the other side, Si Tou Timou Tumou Tou has becomes a lifestyle in creating a humanist living situation.
Reimagining Divine Presence: Interpretation Of Matthew 28:20b And The Song “O Mawu Rendingane” As The Voice Of Sangihe Community
Adilang, Ryanto;
Kalintabu, Heliyanti;
Udang, Frety Cassia;
Tombokan, Tifany Fergie
ORTHOTOMEO : Jurnal Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2025): ORTHOTOMEO: Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Gereja Alkitab Anugerah Kadoudan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71304/ag5gep18
Living life on earth as a human being is certainly not free from various challenges and problems. In our fragility, humans will always depend on God to prevent collapse when faced with life's challenges. For this reason, God's presence is crucial in human life and faith. Matthew 28:20B presents Jesus' narrative about His promise of presence to his disciples. Therefore, this study aims to highlight this promise of presence in a dialogue with the voices of the local community through the song "O Mawu Rendingane." This research was conducted using a qualitative method with a hermeneutic approach. Historical hermeneutics was chosen to analyze the biblical text, namely Matthew 28:20B. In the dialogue with the song "O Mawu Rendingane," Choan-Seng Song's Story Theology was chosen as the most appropriate theory. This research is expected to uncover new ways to read and understand Jesus' promise of presence contained in Matthew 28:20B. Furthermore, it is hoped that this dialogue will broaden the meaning of Matthew 28:20B.
KRITIK HISTORIS TERHADAP YERUSALEM BARU DALAM WAHYU 21:9-27 SERTA RELEVANSINYA BAGI JEMAAT GERMITA BETLEHEM KABARUAN
Taarae, Kesya;
Udang, Frety Cassia;
Kalintabu, Heliyanti
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51667/djtk.v6i2.2452
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi makna Yerusalem Baru dalam Wahyu 21:9-27 dalam pemahaman jemaat khususnya di Jemaat Germita Betlehem Kabaruan. Hal ini dianggap penting karena teks yang ada dalam Alkitab ditulis sesuai dengan konteks penerima teks yang ada saat itu serta dipengaruhi dengan kebiasaan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penafsiran kritik historis, yang dilaksanakan di Jemaat Germita Betlehem Kabaruan tepatnya di Desa Kabaruan Timur, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Data yang dikumpulkan melalui beberapa sumber antara lain data observasi, data wawancara dan dokumentasi dan data-data lainnya seperti Alkitab dan juga literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari hasil analisis dan interpretasi maka diperoleh indikasi bahwa pertama makna Yerusalem Baru dalam teks Wahyu 21:9-27 bukanlah kota fisik, surgawi atau tempat pasca kematian, melainkan simbol kehadiran Allah yang aktif di tengah-tengah umat-Nya sebagai wujud relasi ilahi yang kudus, inklusif, dan transformatif. Kedua, Jemaat Germita Betlehem Kabaruan memahamai Yerusalem Baru sebagai tempat pasca kematian atau sinonim dari surga. Minimnya pembinaan teologis mengenai eskatologis menjadi salah satu penyebab perbedaan pemahaman terhadap makna Yerusalem Baru. Oleh sebab itu, penelitian ini menegaskan pentingnya merekonstruksi kembali makna Yerusalem Baru serta perlunya pendidikan teologis yang intensif di lingkungan gereja untuk membangun pemahaman iman yang lebih utuh dan relevan bagi kehidupan umat.
Profesional atau Kerohanian: Konseling Pastoral bagi Pekerja yang Mengalami Tekanan Kerja
Udang, Frety Cassia;
Timomor, Jenifer Makarios;
Makapedua, Blessy Christina;
Pontoh, David
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 2 No 3 (2025): December
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70420/theosebia.v2i3.98
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konseling pastoral dalam membantu pekerja Kristen menghadapi dilema prioritas antara tuntutan profesional kerja dan kebutuhan kerohanian. Dilema ini muncul akibat tekanan dunia kerja yang tinggi, beban kerja yang padat, serta konflik antara nilai-nilai profesional dan spiritualitas Kristen. Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi gereja, konselor pastoral, dan pekerja Kristen dalam mengembangkan pendampingan yang holistik dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Informan penelitian adalah pekerja Kristen yang mengalami stres kerja dan krisis spiritual, yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja Kristen mengalami tekanan multidimensional yang berdampak pada aspek fisik, mental, sosial, dan spiritual akibat ketidakseimbangan antara profesionalitas dan kerohanian. Konseling pastoral terbukti berperan signifikan dalam memberikan dukungan holistik, memperkuat nilai-nilai Kristiani, serta membantu pekerja memaknai pekerjaan sebagai panggilan dan pelayanan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa konseling pastoral merupakan pendekatan strategis dan relevan dalam membantu pekerja Kristen mencapai keseimbangan antara kehidupan profesional dan spiritual secara berkelanjutan.