Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pengelola Museum Manusia Purba Gilimanuk, Jembrana, Bali I Made Rony Mulia Kusuma Putra; I Made Ojes Mahardika; Ida Bagus Manuaba; Putu Agus Murtono
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 11 (2024): November
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Manusia Purba Gilimanuk memiliki koleksi bersejarah yang berharga namun belum dimanfaatkan secara optimal. Adpun kendala yang di hadapi pengelola yaitu kurang memiliki keterampilan dalam berkomunikasi, terutama dalam bahasa Inggris, serta kurang memahami pentingnya pemandu wisata yang baik dan penerapan K3. Dengan diadakannya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan museum melalui pelatihan bahasa Inggris, pemandu wisata, dan K3. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan Bahasa Inggris, ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pengelola dengan wisatawan mancanegara, pelatihan Pemandu Wisata untuk membekali pengelola dengan keterampilan menjelaskan koleksi museum secara menarik dan informatif, dan pelatihan K3 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan museum. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas pengelola museum lebih memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi, memandu wisata, dan menerapkan K3. Dengan kualitas pelayanan yang lebih baik, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Kegiatan ini berkontribusi pada pelestarian budaya dan sejarah Bali, khususnya di kawasan Gilimanuk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya dalam 1. Meningkatkan kualitas pengelolaan Museum Manusia Purba Gilimanuk. Pelatihan yang diberikan telah memberikan dampak positif bagi pengelola dan diharapkan dapat berkelanjutan dalam meningkatkan daya tarik museum bagi pengunjung.
English Communication Needs of Hotel Receptionists in Supporting Green Tourism Ardana, I Komang; Putu Agus Murtono
International Journal of English Linguistics, Literature, and Education (IJELLE) Vol. 7 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijelle.v7i2.7483

Abstract

This study explores the English communication needs of hotel receptionists in supporting the implementation of green tourism practices. Using a qualitative research approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis in three eco-certified hotels. The findings reveal that English communication is crucial not only for routine guest interactions but also for promoting environmental awareness and encouraging sustainable behavior among international visitors. Receptionists perform various communicative tasks, including explaining eco-friendly programs, persuading guest participation, and clarifying sustainability policies. However, they face challenges such as limited environmental vocabulary, cross-cultural communication barriers, and insufficient institutional training. Despite these limitations, receptionists employ adaptive strategies such as language simplification, visual aids, and contextualization to convey sustainability messages effectively. The study highlights the need for specialized English for Specific Purposes (ESP) programs that integrate environmental and intercultural communication skills. It concludes that empowering hotel receptionists with targeted language training enhances not only service quality but also the hotel’s capacity to promote sustainable tourism values. Thus, effective English communication serves as both a linguistic tool and a strategic means of fostering green tourism in the hospitality industry.