Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Hikmah

Penguatan Dakwah Badan Wakaf Indonesia Melalui Pembinaan Nazhir Sabirin, Yoga Basyiril; Zen, Muhammad; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v18i2.3549

Abstract

Waqf plays an important role in empowering the ummah, whether economically, socially, or educationally. Effective waqf management depends on the quality of the nazir, who is responsible for waqf assets. The Indonesian Waqf Board (BWI) plays an important role in nazir coaching to ensure productive waqf management. This study aims to examine BWI's nazir coaching strategy and its impact on community empowerment. With a literature study-based qualitative approach, this research analyzes coaching programs such as administrative, managerial, and spiritual training. The results show that BWI's coaching has succeeded in improving the capacity of nazir in waqf management, especially in terms of managerial and leadership. However, challenges related to the diversity of nazir backgrounds and limited resources still exist. Although technical coaching is sufficient, social and spiritual aspects need to be improved. This study concludes that a more holistic and adaptive coaching strategy is needed to support sustainable waqf-based philanthropy.[Wakaf memiliki peran penting dalam pemberdayaan umat, baik secara ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Pengelolaan wakaf yang efektif bergantung pada kualitas nazhir, yang bertanggung jawab atas aset wakaf. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memainkan peran penting dalam pembinaan nazhir untuk memastikan pengelolaan wakaf yang produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembinaan nazhir oleh BWI dan dampaknya terhadap pemberdayaan umat. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis program pembinaan seperti pelatihan administratif, manajerial, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan BWI berhasil meningkatkan kapasitas nazhir dalam pengelolaan wakaf, terutama dalam hal manajerial dan kepemimpinan. Namun, tantangan terkait keberagaman latar belakang nazhir dan keterbatasan sumber daya masih ada. Meskipun pembinaan teknis sudah cukup, aspek sosial dan spiritual perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembinaan yang lebih holistik dan adaptif diperlukan untuk mendukung filantropi berbasis wakaf yang berkelanjutan].
Storytelling Sebagai Strategi Healing Dakwah: Analisis Content Dakwah Ustadz Hilman Fauzi Fadilah, Nurul; Sabirin, Yoga Basyiril; Jaya, Canra Krisna
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3886

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the content of Ustadz Hilman Fauzi's preaching in digital preaching and explain the role of storytelling strategies in shaping Islamic messages, the healing process of preaching, and its transformative dimensions for Muslim female audiences. The background of this study stems from the increasing spiritual and emotional needs of Muslim women in the digital age who face psychological and social pressures and the influence of popular culture. This study uses a qualitative approach with content analysis methods on the comments of Muslim female audiences on Ustadz Hilman's preaching videos on the TikTok platform. The data is categorized into several themes, namely the acceptance of Islamic messages, emotional responses, perceptions of healing, and the spiritual experiences of the audience. The results of the analysis show that the content analysis of the storytelling da'wah used by Ustadz Hilman Fauzi in digital da'wah plays an important role in the healing process of da'wah for Muslim female audiences. Through real stories, personal experiences, and simple parables delivered in a light and interactive manner, Islamic messages become easier to understand and touch the emotional side of the audience. Storytelling has proven to be effective in creating a calming preaching space, building social solidarity, and strengthening spiritual closeness to Allah. Thus, storytelling is not only a method of conveying messages, but also a transformative da'wah strategy that integrates cognitive, emotional, social, and spiritual aspects into a holistic religious experience.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah Ustadz Hilman Fauzi dalam dakwah digital serta menjelaskan peran strategi storytelling dalam membentuk pesan Islami, proses healing dakwah, dan dimensi transformatifnya bagi audiens muslimah. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kebutuhan spiritual dan emosional perempuan muslim di era digital yang menghadapi tekanan psikologis, sosial, dan pengaruh budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis) terhadap komentar audiens muslimah pada video dakwah Ustadz Hilman di platform TikTok. Data dikategorikan ke dalam beberapa tema, yaitu penerimaan pesan Islami, respon emosional, persepsi terhadap healing, serta pengalaman spiritual audiens. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis konten dari dakwah storytelling yang digunakan Ustadz Hilman Fauzi dalam dakwah digital berperan penting dalam proses healing dakwah bagi audiens muslimah. Melalui kisah nyata, pengalaman pribadi, dan perumpamaan sederhana yang disampaikan secara ringan dan interaktif, pesan Islami menjadi lebih mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional audiens. Storytelling terbukti mampu menciptakan ruang dakwah yang menenangkan, membangun solidaritas sosial, serta memperkuat kedekatan spiritual dengan Allah. Dengan demikian, storytelling tidak hanya menjadi metode penyampaian pesan, tetapi juga strategi dakwah transformatif yang mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, sosial, dan spiritual dalam satu pengalaman religius yang utuh.