Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Ekofisiologis Pucuk Teh pada Ketinggian Rendah dan Menengah di DIY Avianto, Yovi; Saputra, Branmanda Fardhaza
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Tanaman teh merupakan komoditas penting di Indonesia, namun produksinya sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi iklim mikro yang unik, seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang berbeda pula. Kondisi iklim mikro ini secara langsung memengaruhi pertumbuhan, fisiologi, dan produktivitas tanaman teh. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perbedaan ketinggian tempat, khususnya antara dataran rendah dan menengah, mempengaruhi respon fisiologis tanaman teh dan produksi pucuknya di wilayah Yogyakarta. Penelitian dilakukan di dua kebun produksi teh dengan ketinggian tempat berbeda yaitu Turgo (Zona Rendah 514 mdpl) dan Nglinggo (Zona Menengah (852 mdpl) pada bulan Mei – Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman teh yang tumbuh di dataran menengah memiliki keunggulan dibandingkan dataran rendah. Kondisi iklim di dataran menengah, seperti suhu yang lebih sejuk dan kelembaban yang cukup, sangat mendukung pertumbuhan tanaman teh. Kondisi ini membuat tanaman teh di dataran menengah lebih efisien dalam berfotosintesis dan menggunakan air. Akibatnya, tanaman teh di dataran menengah menghasilkan daun yang lebih hijau, lebih luas, dan memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini berujung pada peningkatan produktivitas dan kualitas pucuk teh. Pemilihan lokasi penanaman teh yang tepat, terutama di daerah dengan ketinggian menengah, sangat penting untuk mencapai hasil produksi yang optimal.
The Influence of Gibberellin-Rich Phytohormones in Monkey Fern (Cibotium barometz) Extract on Mitigating Cherelle Wilt in Cocoa Plants Saputra, Branmanda Fardhaza; Anggara, Muhammad Tri; Prinandra, Rizkyza; Avianto, Yovi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8496

Abstract

Cocoa is one of Indonesia’s main export commodities, but its production has declined due to cherelle wilt disease and environmental stress. Gibberellin hormones have been proven effective in preventing cherelle wilt, but their use is limited by high costs. Extracts from monkey fern leaves offer an economical alternative as a natural source of gibberellin. This study aims to examine the effect of monkey fern extract on the development of cocoa cherelles. The research was conducted from January 2024 to January 2025 on smallholder cocoa farms managed by the Hargomulyo farmer group in Gunungkidul. The treatments compared were foliar spraying of monkey fern extract and a control group. The results showed that the application of monkey fern extract increased the number of healthy cherelles compared to the control. Although total chlorophyll content showed no significant difference, low chlorophyll fluorescence values indicated that the plants experienced heat stress. This condition can disrupt photosynthetic efficiency, but the extract still enhanced carbohydrate accumulation in the seeds. Meanwhile, sucrose, reducing sugar, lipid, and protein contents showed no significant changes.