Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling Keluarga Islam Dalam Membentuk Komunikasi Dan Hubungan Baik Antar Anggota Keluarga Di TK Thaybah Hidayah, Nur Baiti; Mujiati, Mujiati; Aliyah, Nelud Darajaatul; El-Yunusi, Muhammad Yusron; Evendi, Wakid; Zakki, Muhammad; Farid, Mohamad
Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pasundan, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/dinamika.v2i2.663

Abstract

Komunikasi dan hubungan baik antar anggota keluarga adalah hal yang selalu berdampingan. Sebuah keluarga yang mampu mencapai komunikasi efektif antar anggota keluarga maka akan tercipta hubungan yang baik pula antara mereka, begitu pula sebaliknya jika komunikasi tidak efektif maka akan menciptakan keretakan dalam hubungan keluarga. Komunikasi efektif dalam keluarga adalah salah satu kunci menuju keluarga yang kekal dan abadi. Tips menumbuhkan komunikasi efektif di dalam keluarga, yaitu: Meluangkan waktu; Menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi bersama satu sama lain; Berlibur dan berkegiatan bersama; Konsistensi waktu berkumpul dan berkomunikasi bersama; Mengadakan agenda rapat keluarga; Berkomunikasi saat berada di kendaraan; dan Memberikan kasih sayang dengan pujian dan hadiah. Kegiatan konseling keluarga ini bertujuan untuk menjadi wadah forum diskusi terkait permasalahan dalam keluarga terkhusus dalam hal komunikasi keluarga serta menjadi pecut bagi masyarakat untuk membangun komunikasi efektif dan terbuka dalam keluarga. Alhamdulillah pada kegiatan konseling ini pada Hari Senin, 28 Oktober 2024 telah diikuti oleh 18 ummahat wali murid TK Thaybah Surabaya. Konseling dilaksanakan di Masjid Thaybah Surabaya yang berada di satu kawasan dengan TK Thaybah. Metode yang digunakan pemateri adalah metode ceramah kemudian membuka forum diskusi bersmama ummahat guna mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi dalam komunikasi keluarga. Dari kegiatan konseling ini dapat disimpulkan bahwa membangun komunikasi efektif dan terbuka dalam keluarga adalah suatu hal yang sangat penting demi terciptanya keluarga yang harmonis.
TELAAH KRITIS PASAL 209 KOMPILASI HUKUM ISLAM INDONESIA TENTANG WASIAT WAJIBAH PERSPEKTIF FIKIH ISLAM Hidayah, Nur Baiti
Jurnal AL-SYAKHSHIYYAH Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Vol 6 No 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/as-hki.v6i2.7414

Abstract

This article examines Article 209 KHI in Indonesia, regarding the regulation of the share of assets for adopted children and/or adoptive parents. This research aims to explain the differences in giving inheritance or legacy assets intended for adopted children and adoptive parents in Islamic Jurisprudence and KHI in Indonesia. This research is normative research with qualitative descriptive analysis. The results of the research show that in Islamic jurisprudence, if the deceased (heir) does not leave a will for the adopted child or adoptive parents, then there is no will regarding the share of assets for the child or adoptive parents. However, in Article 209 KHI, the provisions for granting mandatory (automatic) wills apply to adopted children or adoptive parents with a maximum share of 1/3 of the testator's inheritance. Understanding the differences in provisions between KHI and Islamic jurisprudence can be analyzed by looking at the context of child adoption in the early days of Islam and the context of adoption in Indonesia. In the early days of Islam, adoption was only aimed at helping the child. However, current adoption practices in Indonesia emphasize the formal legality aspects of adoption. So in practice adoption is mandatory through a court process and has legal consequences, one of which is the share of the heir's inheritance through a mandatory will.