Khairunnisa Putri, Jamiatul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TEMPERATUR EKSTREM DAN PENYEBABNYA DI INDONESIA Khairunnisa Putri, Jamiatul; Suhadi, Suhadi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 1 (2024): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i1.36634

Abstract

Perubahan temperatur global ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan rata-rata global yang terjadi pada tahun 2006-2015 sebesar 0,87oC. Akibatnya terjadi peningkatan frekuensi curah hujan ekstrem dan temperature ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temperature ekstrem yang terjadi di Indonesia beserta penyebabnya. Data yang digunakan berasal dari NOAA Climate Prediction Center (CPC) dan data suhu permukaan laut ERA5 (ECMWF) 0,25odengan periode waktu 1979-2023. Indeks temperatur ekstrem yang digunakan yaitu TXx, TXn, TNx, TNn, dan DTR. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui empat dari lima (TXx, TXn, TNn, dan DTR) indeks temperature ekstrem mengalami peningkatan tren selama 45 tahun. Sedangkan TNx mengalami penurunan tren. Selama 45 tahun kejadian dominan terjadi pada tahun 1998-2002 pada indeks TXn, TNx, TNn. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena ENSO yang ditunjukkan melalui korelasi TXn, TNx, TNn masing-masing sebesar 0,28, 0,02, dan 0,14. Sehingga dapat disimpulkan selama 45 terakhir ENSO lebih berpengaruh pada temperatur ekstrem daripada IOD khususnya di wilayah Indonesia
TINJAUAN TEMPERATUR PERMUKAAN DAN ANGIN DI WILAYAH TROPIS DUNIA Suhadi, Suhadi; Khairunnisa Putri, Jamiatul
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 10 No. 2 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 10 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v10i2.42452

Abstract

Wilayah tropis dunia merupakan daerah dengan temperatur yang relatif tinggi sepanjang tahun. Temperatur wilayah ini tentunya mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, khususnya di wilayah tersebut. Penelitian ini menganalisis rata-rata bulanan temperatur permukaan udara (SAT) dan anomali SAT dari tahun 1940 hingga 2023, serta pola anomali angin di wilayah tropis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata SAT berkisar antara 23.5°C hingga 26.5°C, dengan puncak temperatur terjadi pada Mei dan Oktober setiap tahunnya. Tren jangka panjang menunjukkan peningkatan SAT dari tahun ke tahun, yang konsisten dengan pemanasan global. SAT terendah terjadi pada tahun 1943, sementara SAT tertinggi tercatat pada tahun 2024. Rata-rata anomali SAT menunjukkan variasi bulanan, dengan nilai positif pada Februari, April, Juni, dan Desember, yang kemungkinan dipengaruhi oleh fenomena atmosfer seperti El Niño dan La Niña. Analisis anomali angin mengungkap dominasi angin timuran di wilayah tropis, yang lebih cepat di atas lautan dibandingkan daratan akibat perbedaan gesekan permukaan. Variasi musiman menunjukkan perubahan pola angin, dengan puncak angin timuran pada Juni-Agustus (JJA) dan transisi ke angin baratan pada September-November (SON). Fenomena ini terkait dengan sistem sirkulasi atmosfer global, seperti Sel Hadley, angin pasat, Monsun Asia, dan Dipole Mode Indian Ocean (IOD). Penelitian ini menegaskan bahwa pola SAT dan angin tropis mengalami perubahan yang sejalan dengan variabilitas iklim global, sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami dampak fenomena iklim terhadap dinamika atmosfer
Dynamics of Extreme Drought and Extreme Wet in Indonesia: Analysis of Frequency, Trends, and Spatial Distribution 1995–2024 Suhadi, Suhadi; Khairunnisa Putri, Jamiatul; Putra Sairi, Andi; Hayati, Tazkia; Anjli, Neneng; Diansyah, Pras; Mabruroh, Faizatul
Jurnal Ilmu Fisika Vol 18 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.18.1.105-116.2026

Abstract

The climatological pattern of rainfall and the occurrence of extreme drought and extreme wet in Indonesia are influenced by monsoon dynamics, topography, and Sea Surface Temperature Anomalies (SSTA) in the Pacific and Indian Oceans. Although studies on extreme droughts in Indonesia exist, none have quantified the spatial frequency of extreme drought and rainfall events. This study aims to determine the frequency and trend of extreme drought and extreme rain in Indonesia during 1995–2024. Gridded precipitation data from the Global Precipitation Climatology Center (GPCC) with 0.5° resolution were used. Frequencies of extreme drought and extreme wet were calculated using the Standardized Precipitation Index (SPI), while trends were estimated from the Poisson Regression slope. Frequency and trend were computed for the grid to represent spatial distributions. SPI results at 3, 6, and 12-month scales show Sumatra, Kalimantan, and Papua experienced extreme droughts 8–12 times, with varying frequencies. Extreme droughts were widespread in eastern Indonesia during the dry season (JJA and SON), with longer persistence in SPI-6 and SPI-12. In contrast, extreme wet events occurred more frequently in western and central Indonesia, during the rainy season (DJF), when the western monsoon transported moisture from the Indian Ocean.