Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan kesadaran diri pada makanan bergizi guna pencegahan stunting melalui “isi piringku” Ririn Febriyanti; Nurul Aini; Slamet Boediono; Ama Noor Fikrati; Rifa Nurmilah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27394

Abstract

Abstrak Stunting yang terjadi di negara miskin dan berkembang, menjadi permasalahan gizi yang dihadapi di dunia. Dampak yang ditimbulkan stunting diantaranya adalah meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting diakibatkan oleh akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang yang terajdi pada kehamilan sampai usia 24 bulan. Stunting ini diperparah dengan tidak terimbanginya kejar tumbuh (catch up growth) yang memadai. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanggulangi stunting dengan gerakan “isi piringku”. Fokus Gerakan perbaikan gizi ditujukan adalah anak usia 4-6 tahun di RA DARUSSALAM Semanding Desa Sumbermulyo. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu penyuluhan dan edukasi. Lokasi bertempat di RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Jogoroto Kabupaten Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang makanan bergizi melalui Isi Piringku, menjelaskan cara pemberian asupan makanan bergizi melalui melalui “isi piringku” baik di rumah maupun di sekolah. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diperoleh 90% anak-anak RA Darussalam Semanding SumberMulyo sangat antusis dalam mengikuti kegiatan stunting. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat dapat menanamkan kesadaran pada makanan bergizi melalui” Isi Piringku” sejak dini yaitu pada masa kanak-kanak usia 4-6 tahun. Kata kunci: kesadaran diri; makanan bergizi; stunting Abstract Stunting, which occurs in poor and developing countries, is a nutritional problem faced in the world. The impacts caused by stunting include an increased risk of morbidity and death, suboptimal brain development so that motor development is delayed and mental growth is hampered. Stunting is caused by the accumulation of nutritional deficiencies that occur during pregnancy up to 24 months of age. This stunting is exacerbated by the lack of adequate catch-up growth. The aim of this activity is to overcome stunting with the "fill my plate" movement. The focus of the nutrition improvement movement is aimed at children aged 4-6 years in RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Village. The approach method used is counseling and education. The location is RA DARUSSALAM Semanding Sumbermulyo Jogoroto, Jombang Regency. This activity aims to increase awareness about nutritious food through the contents of my plate, explaining how to provide nutritious food intake through the contents of my plate both at home and at school. As a result of the implementation of community service, it was found that 90% of RA Darussalam Semanding SumberMulyo children took part in stunting activities. In conclusion, community service can instill awareness of nutritious food through the contents of my plate from an early age, namely in childhood. Keywords: self-awareness; nutritious food; stunting
SOSIALISASI MANAJEMEN REMAJA MASJID SISWA SMA DI DESA GONDANGMANIS Muhammad Fikri Fauzi; Nurul Aini
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 2 Edisi November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/dc53s545

Abstract

Remaja masjid memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan fungsi masjid. Namun, dalam praktiknya, Remaja masjid sudah di bentuk namun partisipasi remaja dalam kegiatan keagamaan di masjid masih rendah, kurangnya kemampuan remaja dan pengurus masjid dalam manajemen organisasi (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, SDM, pengelolaan program), kegiatan remaja masjid yang  bersifat belum terstruktur, kurang konsistensi dan inovasi, kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya manajemen organisasi dalam memajukan kegiatan remaja masjid.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk respon terhadap permasalahan tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam manajemen organisasi masjid. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi melalui angket dan observasi langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa SMAN Bandarsidomulyo yang masuk dalam remaja masjid. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan sosialisasi manajemen remaja masjid dinilai sangat positif dan berhasil mencapai tujuannya. seluruh indikator penilaian memperoleh nilai rata-rata di atas 4.2 dari skala 1–5. Hall ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dinilai relevan, komunikatif, dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan wawasan, motivasi, serta semangat kontribusi remaja dalam kegiatan keislaman di masjid. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi manajemen remaja masjid sangat penting untuk memperkuat kapasitas remaja masjid, menjadikan mereka lebih terarah dalam menjalankan program, serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda Islam. Kesimpulannya, manajemen remaja masjid yang baik menjadi kunci dalam menciptakan organisasi yang aktif, terstruktur, dan berkelanjutan.. Kata kunci: Sosialisasi, Manajemen, Remaja Masjid, Desa Gondang  
Pemberdayaan Wirausaha Muda melalui Pelatihan Digital Mobile Inquiry-Based Learning untuk Ekonomi Kreatif Berkelanjutan: Pengabdian Munawaroh; Rukminingsih; Lina Susilowati; Nurul Aini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6898

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah praktik bisnis dan menuntut wirausaha muda memiliki literasi digital yang memadai. Namun, banyak dari mereka masih menghadapi kendala dalam pemasaran digital, branding produk, dan pemanfaatan marketplace. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan wirausaha muda serta menguji efektivitas pelatihan berbasis Mobile Inquiry-Based Learning (M-IBL) dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan digital.Penelitian dilakukan dengan pendekatan partisipatif selama tiga bulan, melibatkan 30 wirausaha muda di Kabupaten Jombang. Instrumen yang digunakan meliputi angket kebutuhan peserta dan tes kompetensi pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan rumus persentase peningkatan dan secara kualitatif melalui wawancara. Hasil menunjukkan bahwa peserta membutuhkan peningkatan keterampilan pemasaran digital, branding, dan pemanfaatan marketplace. Rata-rata kompetensi meningkat sebesar 37,2%, dengan mayoritas peserta berhasil membuat akun bisnis digital, mengembangkan konten promosi visual, dan memanfaatkan marketplace.Persepsi dan pengalaman peserta menunjukkan bahwa pelatihan berbasis M-IBL efektif dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan digital. Peserta merasa lebih siap menghadapi tantangan era digital, meskipun masih membutuhkan pendampingan lanjutan untuk mengatasi kendala teknis dan konsistensi penerapan strategi usaha.Temuan ini membuktikan bahwa M-IBL efektif meningkatkan literasi digital dan keterampilan praktis, sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif lokal.