Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Nilai Pancasila Melalui Program Makan Bergizi Gratis Andin, Afifah; Risti, Dina; Latifah, Isnaini; Panuntun, Maya; Nur, Mutia; Selviani, Ratna; Saptatiningsih, Rosalia Indriyati
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i1.4684

Abstract

The free nutritious meal program is a plan to provide nutritious meals in schools or Islamic boarding schools to improve students' nutrition. Estimated number of beneficiaries (nationally) of the free nutritious meal program for 514 districts/cities with a total of 16,110,000 million school children. The aim of this research is to determine the application of Pancasila values through the free nutritious meal program. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method by identifying, reviewing, evaluating, and interpreting available research to be used as a data source. The aim of the free nutritious meal program launched by the government is closely related to the fifth principle of Pancasila, namely "Social Justice for All Indonesian People." Through this program, the government seeks to provide equal access to all students in Indonesia regardless of economic or social background. This program reflects the value of social justice because every individual is treated equally and gets the same benefits for the common good. This program is also expected to play a role in reducing social disparities. By providing free nutritious food, students from underprivileged families can have their nutritional needs met without having to be burdened with additional costs. Adequate dietary needs will help improve students' health and improve their learning abilities. 
Pengaruh Brand Image terhadap Kepercayaan Konsumen pada Jasa Ekspedisi TikTok Shop Latifah, Isnaini; Satriyono, Gandung; Triwidyati, Endang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dimensi brand image terhadap kepercayaan mahasiswa dalam memilih layanan jasa ekspedisi J&T Express pada platform TikTok Shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang pernah menggunakan layanan J&T Express dalam transaksi melalui TikTok Shop. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh dimensi brand image berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan konsumen (Y). Secara parsial, dimensi karakter merek (X2), atribut merek (X3), perilaku merek (X4), serta manfaat dan kegunaan (X5) berpengaruh signifikan, sedangkan identitas merek (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa brand image mampu menjelaskan variasi kepercayaan konsumen dalam kategori sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepercayaan konsumen lebih dipengaruhi oleh pengalaman nyata, kualitas layanan, serta manfaat yang dirasakan dibandingkan aspek visual merek. Dengan demikian, keberhasilan perusahaan jasa ekspedisi dalam membangun kepercayaan tidak hanya bergantung pada pengenalan merek, tetapi juga pada konsistensi kinerja layanan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, keandalan pengiriman, serta penguatan citra merek secara berkelanjutan guna meningkatkan kepercayaan konsumen dalam ekosistem transaksi digital yang semakin kompetitif.