Mustikasari Kurnia Pratama, Rini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA Mustikasari Kurnia Pratama, Rini; Yugi Antari, Gladeva; Mustika Handayani, Ayu; Permatasari, Galuh; Sri Yuliastuti, Luh Putu
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v7i2.3532

Abstract

Nutritional problems that arise at a young age are triggered by various factors such as poor eating habits, wrong understanding of nutrition, excessive preferences for food types, excessive promotion of food product graphics in the mass media and imported food products. Knowledge of food and nutrition is also one of the factors that influence nutritional status, so formal and non-formal nutrition education is needed. The level of knowledge is very flexible, young people will be positive when choosing the best alternative and tend to do good things. Knowledge is also one of a person's considerations in choosing and consuming food. The purpose of this research is to find out effect of balanced nutrition counseling on Adolescent knowledge and attitudes. This study used a one group pretest-posttest design. Total population of 173 respondents, sampling using probability sampling, namely proportional stratified random sampling, with a total of 63 respondents. Data analysis using t-test. The results of this study found that there was an effect of balanced nutrition counseling on knowledge (p-value 0.000) and attitudes (p-value 0.000) of adolescents. The conclusion that can be drawn from this study is that there is an influence of balanced nutrition counseling coupled with the knowledge and attitudes of adolescents.
Gambaran Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja di Kota Bengkulu Rifni, Revalina; Himalaya, Dara; Mustikasari Kurnia Pratama, Rini; Yusanti, Linda; Dewiani, Kurnia
Journal of Fundus Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Fundus
Publisher : STIKES Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/fundus.v6i1.625

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 31 responden (81,6%). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 29 responden (76,3%), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 22 responden (57,9%). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 25 responden (65,8%). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 33 responden (86,8%). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 27 responden (71,1%). Kesimpulan Lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 38 responden (58,5%).