Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM TANGGAP DARURAT (EMERGENCY RESPONSE PLAN) BERDASARKAN NFPA 1600 TAHUN 2019 DI PTOG, JAWA BARAT TAHUN 2023 Sulistyo, Bambang; Widyaputra, Gama; Arjuni, Defi
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v8i2.4637

Abstract

Potensi terjadinya bencana non alam yang membahayakan terus semakin meningkat yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sistem pencegahan dampak bencana non alam dalam lingkungan perusahaan yang tidak memadai. Sistem tanggap darurat yang memadai menjadi indikator preventif aspek kesehatan dan keselematan kerja bagi para pekerja sebuah perusahaan. Perusahaan PTOG Jawa Barat merupakan perusahaan yang bergerak dibidang minyak bumi dan gas. Penelitian ini bertujuaan untuk menganalisis implementasi sistem tanggap darurat (emergency response plan) berdasarkan NFPA 1600 tahun 2019 di PTOG Jawab Barat tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian yang menganalisis evaluasi program, prosedur dan implementasi sistem tanggap darurat atau ERCM (Emergency Response and Crisis Management). Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan sumber data berupa data primer dokumen hasil wawancara serta data sekunder dokumen laporan, peraturan dokumen lainnya yang mendukung kajian penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program ERCM (Emergency Response and Crisis Management) di PTOG telah dilaksanakan dengan baik dan perlu untuk ditingkatkan. Penerapan NFPA 1600, tahun 2019 di PTOG, sudah sesuai dengan standard yang diacu dan sebagian besar sudah sesuai dengan regulasi, dan dari observasi lapangan terbukti dan data semua ada juga sudah terdokumentasi dengan baik. Pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas kegiatan komunikasi dan koordinasi dengan pihak external, hal ini di lakukan oleh pekerja dari Area. Penelitian ini diharapkan untuk OG Field dapat mempertahankan dan meningkatkan prosedur yang sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Peraturan Kepala BNPB No. 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana dan Pedoman ERCM.
Pemeriksaan Kesehatan Driver Bus AKAP untuk Mencegah Kecelakaan Kerja di PO. Mahardhika, Kabupaten Wonogiri Hendrawati, Lulus Suci; Triwibowo, Agung Cahyono; Widyaputra, Gama; Rudyarti, Edwina; Husen, Husen; Sahuri, Sahuri; Purba, Yunita Sari; Arjuni, Defi; Destriyana, Destriyana; Rahmawati, Yuli Dwi; Ferdiansyah, Mohammad Fahri; Rakan, Ghaly Nur Muhammad
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i1.807

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum seperti bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih menjadi masalah krusial di Indonesia. Salah satu penyebab utama adalah kondisi kesehatan dan kelelahan pengemudi yang tidak terpantau secara rutin. Pengemudi yang mengalami kelelahan fisik maupun gangguan kesehatan seperti hipertensi berisiko lebih tinggi mengalami penurunan konsentrasi, waktu reaksi yang lambat, dan potensi kecelakaan kerja. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung kepada pengemudi PO. Mahardhika di Kabupaten Wonogiri. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) pemeriksaan tekanan darah; (2) pengukuran kadar alkohol menggunakan alat Alcoscan AL-6000; (3) pengukuran waktu reaksi menggunakan stopwatch digital; dan (4) tes keseimbangan. Kegiatan ini dilakukan terhadap 15 pengemudi aktif. Selain pemeriksaan, dilakukan sesi edukasi dan diskusi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan selama bekerja. Hasil menunjukkan bahwa 4 pengemudi (26,6%) memiliki tekanan darah tinggi, seluruh pengemudi negatif alkohol, waktu reaksi rata-rata berada pada 0,42 detik (masih dalam batas normal), serta keseimbangan tubuh dalam kondisi baik. Dari sesi diskusi, ditemukan bahwa 80% peserta menyatakan baru memahami pentingnya memantau kondisi fisik sebelum mengemudi dan berminat melakukan pemeriksaan berkala. Program ini juga mendorong keterlibatan manajemen untuk mulai mempertimbangkan kebijakan K3 berbasis kesehatan. Kesimpulannya, metode pemeriksaan sederhana ini terbukti efektif untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan pada pengemudi serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja. Pemeriksaan ini dapat dijadikan langkah preventif dan edukatif yang aplikatif untuk diterapkan secara rutin di sektor transportasi darat.
Remaining Life Assessment and Fitness for Service Evaluation of Aging Chemical Reactors in Polyethylene Terephthalate Resin Industry Munthe, Aditya Pahlawan; Dhaneswara, Donanta; Putra, Wahyuaji Narottama; Widyaputra, Gama
Journal of Materials Exploration and Findings Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aging chemical reactors in the polyethylene terephthalate (PET) resin industry require comprehensive evaluation to ensure safe continued operation. This study conducts a remaining life assessment (RLA) and fitness-for-service (FFS) evaluation on five 30-year-old reactors, based on API 510, API 579/ASME FFS-1, and ASME BPVC Section VIII Div. 1 standards. The analysis involves corrosion rate measurement, future corrosion allowance (FCA) projection, and minimum thickness verification. Among the reactors, R-120 was found to have the shortest remaining life less than 15 years. FFS assessments using three criteria Average Measured Thickness, MAWP from Point Thickness Readings, and Minimum Measured Thickness confirm that R-120 meets all safety requirements. The head and shell thicknesses exceed the minimum allowable values; calculated MAWPr values are above the design MAWP; and thicknesses adjusted for FCA remain above 50% of the minimum required. These results indicate that R-120 remains fit for continued service. This study underscores the critical role of standardized assessment and routine inspection in extending the safe operating life of aging process equipment