Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness of Mozart Classical Music Therapy to Overcome Pain in Osteosarcoma Pedis Dextra Post-Amputation Surgery in the Darmawan Pavilion Treatment Room, 6th Floor, Gatot Soebroto Army Hospital Yusuf, Bahreni; Rahmadani, Khansa Asilla
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN) Vol 5, No 1 (2022): Journal Educational of Nursing (JEN)
Publisher : Akademi Keperawatan RSPAD Gatot Soebroto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37430/jen.v5i1.219

Abstract

Pain is one of the problems that can occur in post-osteosarcoma amputation surgery. Music therapy is one of the therapy programs that is useful for reducing pain levels. This study aims to determine the effectiveness of classical Mozart music therapy on reducing pain levels in post-osteosarcoma amputation surgery patients. This study uses a descriptive research method in the form of a case study in post-osteosarcoma amputation surgery patients. Classical Mozart music therapy was given for ± 15 minutes in 3 meetings. The results of the study showed that there was a decrease in pain levels from a pain scale of 4 (moderate pain) to a pain scale of 1 (mild pain) after being given classical Mozart music therapy. The conclusion obtained is that classical Mozart music therapy is effective in reducing pain levels in post-osteosarcoma amputation surgery patients at RSPAD Gatot Soebroto.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa SMA 3 PSKD Jakarta Kusumawati, Ira; Enggarwati, Pandan; Yusuf, Bahreni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20323

Abstract

ABSTRAK Kejadian gawat darurat bisa dialami kapan saja, dimana saja, serta bisa dialami siapa saja dan membutuhkan pertolongan secepat mungkin karena bisa mengakibatkan terjadinya kecacatan permanen hingga kematian. Kejadian gawat darurat termasuk keadaan ketika korban mengalami henti nafas dan henti jantung. Keadaan terburuk yang lain bila seseorang mengalami suatu kecelakaan sampai memerlukan bantuan secepatnya misalnya pendarahan yang massif. Pengetahuan melakukan tindakan bantuan hidup dasar sangat diperlukan agar penanganan dapat diberikan dengan cepat dan tepat sehingga nyawa korban dapat terselamatkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui pemberian edukasi melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan agar masyarakat mampu melakukan tindakan bantuan hidup dasar yang lebih baik. Metode yang dilakukan pada promosi kesehatan ini adalah dengan penjelasan atau ceramah yang dilakukan oleh pemateri kepada peserta secara langsung dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil dari analisis terhadap pre-test dan post-test terdapat peningkatan pemahaman peserta terkaitbantuan hidup dasar dengan hasil pengetahuan terkait sikap penolong untuk melakukan BHD mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (66) dan post (78). Pengetahuan terkait prosedur BHD juga mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (64) dan post (88) dan pengetahuan terkait dengan konsep dasar BHD mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu pre (64) dan post (89). Dari hasil kegiatan promosi Kesehatan ini metode ceramah dan tanya jawab secara langsung dapat meningkatkan pemahaman peserta terkaitbantuan hidup dasar. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Edukasi,  Siswa SMA.  ABSTRACT Emergency situations can occur anytime, anywhere, and to anyone, requiring immediate assistance as they may result in permanent disability or even death. Emergency situations include conditions where the victim experiences respiratory arrest and cardiac arrest. Other critical conditions include accidents that require urgent help, such as massive bleeding. Knowledge of basic life support (BLS) procedures is essential so that prompt and appropriate action can be taken, potentially saving the victim’s life. One way to improve this knowledge is through education, such as health counseling or health education programs. Health education is an effort or activity aimed at helping individuals, groups, and communities enhance their knowledge, attitudes, and skills so that they are capable of performing better basic life support actions. The method used in this health promotion activity involved explanations or lectures aided by leaflet media, delivered directly by the instructor to the participants, followed by a question-and-answer session. Based on the analysis of pre-test and post-test results, there was an increase in participants' understanding of basic life support. Knowledge regarding the attitude of a responder towards performing BLS increased from pre (66) to post (78). Knowledge of BLS procedures also improved, from pre (64) to post (88), and understanding of the basic concept of BLS rose from pre (64) to post (89). The results of this health promotion activity indicate that the lecture method, supported by leaflets and direct Q&A sessions, can enhance participants' understanding of basic life support. Keywords: Basic Life Support, Education, High School Students.
Efektifitas Pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa SMAN 5 Jakarta Yusuf, Bahreni; Kusumawati, Ira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24439

Abstract

ABSTRAK Keadaan gawat darurat merupakan keadaan yang memerlukan penanganan atau tindakan segera untuk menghilangakan ancaman nyawa korban yang dapat menyebabkan kematian. Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala awal. Tanpa penanganan yang segera, kematian dapat terjadi hanya dalam hitungan menit. Resusitasi jantung paru merupakan salah satu penanganan paling mendasar apabila menemukan seseorang yang mengalami henti jantung dan henti napas. Tingginya angka kematian akibat serangan jantung tidak lepas dari kurangnya pengetahuan masyarakat umum untuk memberikan pertolongan pertama saat menemukan korban henti jantung dan henti napas di luar rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat pengetahuan siswa SMAN 5 Jakarta. Peneliti memberikan pelatihan bantuan hidup dasar kepada 103 siswa. Metode penelitian kuantitatif, jenis penelitian quasi-experimental dengan desain one group pretest-postest. Di dapatkan hasil bahwa ada perbedaan yang bermakna rerata tingkat pengetahuan siswa SMAN 5 Jakarta sebelum dan sesudah siswa diberikan pelatihan bantuan hidup dasar P value=0.00 (P0.05). Begitu juga pada tingkat kemampuan adanya perbedaan yang bermakna rerata tingkat kemampuan siswa SMAN 5 Jakarta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan bantuan hidup dasar P value=0.00 (P0.05). Kesimpulan pelatihan bantuan hidup dasar efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa yang berdampak terhadap kesiapan siswa saat memberikan pertolongan pertama pada korban henti jantung dan henti napas di luar rumah sakit.  Kata Kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar, Tingkat Pengetahuan.   ABSTRACT An emergency situation is a situation that requires immediate treatment or action to eliminate the threat to the victim's life that can cause death. Cardiac arrest is an emergency condition that occurs suddenly without initial symptoms. Without immediate treatment, death can occur in just a matter of minutes. Cardiopulmonary resuscitation is one of the most basic treatments when finding someone experiencing cardiac arrest and respiratory arrest. The high death rate due to heart attacks is inseparable from the general public's lack of knowledge in providing first aid when finding victims of cardiac arrest and respiratory arrest outside the hospital. This study aims to determine the effectiveness of basic life support training on the level of knowledge of students at SMAN 5 Jakarta. Researchers provided basic life support training to 103 students. The research method was quantitative, quasi-experimental research type with a one-group pretest-posttest design. The results showed that there was a significant difference in the average level of knowledge of students at SMAN 5 Jakarta before and after students were given basic life support training P value = 0.00 (P 0.05). Likewise, at the level of ability, there was a significant difference in the average level of ability of students of SMAN 5 Jakarta before and after being given basic life support training P value = 0.00 (P 0.05). The conclusion is that basic life support training is effective in increasing students' knowledge which has an impact on students' readiness when providing first aid to victims of cardiac and respiratory arrest outside the hospital. Keywords: Training, Basic Life Support, Knowledge Level.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar pada Siswa SMA 4 Kota Jakarta Yusuf, Bahreni; Kusumawati, Ira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24212

Abstract

ABSTRAK Sekitar 43 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit tidak menular, atau sekitar 74 % dari seluruh kematian di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 juta kematian terjadi sebelum usia 70 tahun (prematur). Penyakit kardiovaskular (termasuk penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab utama kematian, penyakit tidak menular dengan lebih dari 19 juta jiwa per tahun. Kejadian gawat darurat termasuk keadaan ketika korbanmengalami henti nafas dan henti jantung. Pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat henti nafas dan henti jantung adalah bantuan hidup dasar, sekin cepat dilakukan maka semakin besar harapan hidup. Tujuan pelatihan BHD adalah untuk meningkatkan keterampilan BHD. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemaparan konsep dasar BHD, demonstrasi pelaksanaan BHD dan praktik BHD dengan menggunakan media manekin. Hasil yang didapatkan sebagian siswa (89%) siswa memahami BHD dan mampu melakukan BHD dengan benar Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pelatihan, Siswa SMA.  ABSTRACT Approximately 43 million people die each year from non-communicable diseases, or about 74% of all deaths worldwide. Of these, approximately 18 million deaths occur before the age of 70 (premature). Cardiovascular disease (including heart disease and stroke) is the leading cause of death, with non-communicable diseases claiming more than 19 million lives annually. Emergency situations include situations where the victim experiences respiratory and cardiac arrest. First aid in emergency situations of respiratory and cardiac arrest is basic life support, and the sooner it is administered, the greater the chance of survival. The goal of BLS training is to improve BLS skills. This activity is carried out using the method of explaining the basic concepts of BLS, demonstrating its implementation, and practicing BLS using mannequins. The results obtained were that most students (89%) understood BHD and showed it correctly Keywords: Basic Life Support, Training, High School Students.