Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Regulasi Emosi Pada Perawat Jiwa Di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Saputri, Rizki Amelia; Widiantoro, Fx Wahyu
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.602

Abstract

Jumlah perawat tidak sebanding dengan jumlah pasien jiwa (ODGJ) yang meningkat dan menimbulkan stressor bagi perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi regulasi emosi pada perawat jiwa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan variabel regulasi emosi yang diteliti secara mendalam. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan kriteria yang telah ditentukan dengan pemilihan sampel menggunakan prosedur teknik purposive sampling dan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, penelitian ini menemukan keempat subjek menerapkan strategi regulasi emosi cognitive reappraisal(accidental-focused) dan expressitive Suppression (Response-Focused). Subjek menerapkan strategi regulasi emosi karena subjek seringkali merasakan emosi negatif ketika menghadapi pasien jiwa setiap hari. Hal ini subjek tetap semangat menjalani profesi sebagai perawat jiwa dan menanamkan dalam diri kalau yang dihadapi itu adalah pasien jiwa.
Rebuilding Life: The Resilience of Widows After the Loss of Their Husbands Isnaini, Ulvi; Widiantoro, FX Wahyu; Syariful, Syariful
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 3 (2025): Volume 13, Issue 3, September 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i3.21321

Abstract

Losing a spouse is a deeply emotional and complex experience, especially for elderly women who often face psychological, social, and cultural challenges simultaneously. This study aims to explore the resilience dynamics of elderly widows after the loss of their husbands, focusing on how they manage emotions and rebuild their lives. Using a qualitative method with a phenomenological approach, the study involved four female participants aged 60 and above living in Tirta Buana Village. Data were collected through in-depth interviews and unstructured observations, then analyzed thematically. The findings reveal that these widows demonstrate high levels of resilience through strategies such as emotional regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, and willingness to seek support. Internal factors such as spirituality and coping abilities, as well as external factors such as support from family and the community, significantly contributed to their recovery process. This research underscores the need for policies that are more sensitive to the psychosocial needs of widows and highlights the importance of creating supportive, stigma-free social spaces. The results are expected to serve as a foundation for further studies and the development of more holistic interventions aimed at improving the well-being of elderly widows.Kehilangan pasangan hidup merupakan pengalaman yang sangat emosional dan kompleks, terutama bagi wanita lanjut usia yang sering kali menghadapi tantangan psikologis, sosial, dan budaya secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika resiliensi janda lanjut usia pasca kehilangan suami, dengan fokus pada bagaimana mereka mengelola emosi dan membangun kembali kehidupan mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan empat subjek berusia 60 tahun ke atas yang berdomisili di Desa Tirta Buana. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi tidak terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para janda menunjukkan tingkat resiliensi yang tinggi melalui strategi seperti regulasi emosi, kontrol dorongan, optimisme, analisis sebab-akibat, empati, efikasi diri, serta kemauan untuk mencari dukungan. Faktor internal seperti spiritualitas dan kemampuan koping, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan komunitas, memainkan peran penting dalam mempercepat proses pemulihan. Penelitian ini mengindikasikan perlunya kebijakan yang lebih sensitif terhadap kebutuhan psikososial janda, serta pentingnya menciptakan ruang sosial yang suportif dan bebas stigma. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi studi lanjutan dan pengembangan intervensi yang lebih holistik untuk meningkatkan kesejahteraan janda di usia lanjut.
Hubungan Stres Akademik dengan Kecenderungan Eating disorder Mahasiswa PBI yang Menyusun Skripsi Pratiwi, Alwiyah Dwi; Widiantoro, Fx Wahyu
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.789

Abstract

Mahasiswa sering menganggap skripsi sebagai tugas yang paling berat dan sulit karena harus melalui proses penelitian yang panjang dan membutuhkan usaha yang lebih besar daripada saat menyelesaikan tugas perkuliahan. Tidak jarang terdapat mahasiswa yang mengalami tekanan karena skripsi. Perasaan terbebani dan tidak mampu dalam proses pengerjaan skripsi sering kali menyebabkan mahasiswa merasakan stres akademik. Stres akademik yang dihadapi mahasiswa mampu memicu munculnya berbagai gangguan psikologis, salah satunya yaitu eating disorder atau gangguan makan. Penelitian ini ditujukan guna menganalisis korelasi antara stres akademik dengan kecenderungan gangguan pola makan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang menyelesaikan skripsi. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif, serta teknik analisis data korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya ada korelasi positif dan signifikan antara stress akademik dengan kecenderungan eating disorder pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang menyusun skripsi di Universitas Negeri Yogyakarta (0,000 0,005). Semakin tinggi tingkat stress akademik yang dialami, semakin tinggi juga mahasiswa memiliki kecenderungan untuk mengalami eating disorder.
Building Self-Confidence Amidst Trauma: A Study of Adolescents with Adverse Childhood Experiences Firmansah, Fais; Widiantoro, FX Wahyu
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i4.22376

Abstract

Adolescents with adverse childhood experiences (ACE) are at higher risk of developing psychological problems, including social anxiety. Social anxiety may hinder adolescents’ social and emotional development, while self-confidence is considered a protective factor that reduces the negative impact of ACE. This study aims to examine the relationship between self-confidence and social anxiety among adolescents with ACE in Kulonprogo. A quantitative method was employed with self-confidence as the independent variable and social anxiety as the dependent variable. This study employed a quantitative method with self-confidence as the independent variable and social anxiety as the dependent variable. The research instruments consisted of a self-confidence scale (α = 0.87) and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) (α = 0.91), both of which have been adapted into Indonesian. Participants were adolescents aged 18–23 years who experienced ACE and resided in Kulonprogo. The results indicated a significant negative relationship between self-confidence and social anxiety. Higher levels of self-confidence were associated with lower social anxiety, and vice versa. The strength of the relationship was in the moderate category (r=-0,42). Furthermore, most participants demonstrated high levels of social anxiety (61%) and moderate levels of self-confidence (84%). These findings highlight the crucial role of self-confidence in mitigating social anxiety among adolescents with ACE and may serve as a reference for developing more targeted psychological interventions. Remaja dengan pengalaman buruk masa kanak-kanak atau adverse childhood experience (ACE) berisiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis, termasuk kecemasan sosial. Kecemasan sosial dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional remaja, sementara kepercayaan diri dipandang sebagai faktor pelindung yang mampu menurunkan dampak negatif ACE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja yang mengalami ACE di Kulonprogo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan variabel kepercayaan diri sebagai variabel bebas dan kecemasan sosial sebagai variabel terikat. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 remaja berusia 18-23 tahun yang dipilih melalui metode non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala likert yang menggunakan sistem dua arah pernyataan yaitu favorable dan unfavorable. Penelitian ini dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20.00. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial. Semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin rendah kecemasan sosial, demikian pula sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepercayaan diri dalam mengurangi kecemasan sosial pada remaja dengan ACE serta dapat menjadi dasar bagi intervensi psikologis yang lebih tepat sasaran.