Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan Word Of Mouth Pada Destinasi Wisata Pantai Lon Malang Wantara, Pribanus; Irawati, S. Anugrahini; Arfy, Widya Rizka
Kompetensi (Competence : Journal of Management Studies) Vol 18, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kompetensi.v18i2.28060

Abstract

ABSTRAKKualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan banyak memainkan peran penting dalam industri jasa seperti industri kuliner dan pariwisata, karena kualitas layanan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan profitabilitas perusahaan. Dengan melihat masalah persaingan yang semakin tinggi dalam industri jasa khususnya industry wisata, maka pengelola destinasi wisata harus mampu memberikan layanan yang berkualitas dan memenuhi tuntutan pelanggan. Studi ini bertujuan untuk menguji hubungan faktor-faktor yang memengaruhi promosi dari mulut ke mulut dalam industri wisata pada pantai Lon-Malang di Kabupaten Sampang. Populasi adalah pelanggan yang sedang berkunjung ke pantai Lon-Malang sejumlah 125 orang. Untuk mengumpulkan data digunakan kuesioner selanjutnya diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 3.2.7. Temuan menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara seluruh dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan, serta terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepuasan pelanggan dengan promosi dari mulut ke mulut pelanggan.
Transformasi UMKM Kuliner: Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Era Digital Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Irawati, S. Anugrahini; Wantara, Pribanus; Arfy, Widya Rizka
Jurnal Kajian Ilmu Manajemen (JKIM) Vol 4, No 4 (2024): Desember
Publisher : Management Department of Economics and Business Of Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jkim.v4i4.29011

Abstract

 This study aims to explain how the transformation of culinary MSMEs in the digital era is a strategic step in developing the creative economy, which plays an important role in improving the welfare of culinary MSME family actors in Sampang Regency. This study was conducted using an interactive qualitative approach. While the selection of informants was carried out using the purpose sampling technique. Based on the results of the study, it shows that the development strategies that can be applied by culinary MSMEs; I Application of Digital Technology in Culinary MSMEs through e-commerce platforms, delivery service applications, social media and digital marketing. 2. Creative Economy Development Strategy through product innovation, collaboration and partnerships and customer experience 3. Improving Family Welfare seen from increasing income, improving quality of life, sending children to higher education, economic stability, self-development. This strategy is important so that culinary MSME actors can survive and develop in the long term. Based on the research results, it is known that this strategy can really be implemented and improve family welfare. 
Analisis Kelayakan Usaha Limbah Garam (Bittern) Menjadi Pupuk Organik di Kabupaten Sampang Aisyah, Aisyah; Nugroho, Prasetyo; Susandini, Aprilina; Arfy, Widya Rizka
Jurnal Economic Resource Vol. 9 No. 1 (2026): October - March
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v9i1.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan limbah garam (bittern) menjadi pupuk organik di Kabupaten Sampang ditinjau dari aspek biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, serta indikator kelayakan finansial. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kelayakan bisnis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan beberapa indikator, yaitu Break Even Point (BEP), Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi tahunan sebesar Rp. 295.610.046 dengan harga pokok produksi Rp. 1.343,68/kg di bulatkan menjadi Rp. 1.344/kg dan ditambah margin keuntungan sebesar 34%, sehingga memutuskan untuk di jual dengan harga Rp. 1.800/kg. Nilai tersebut masih lebih rendah dibandingkan harga pasar pupuk organik sejenis yang berkisar antara Rp. 2.000/kg hingga Rp. 2.500/kg. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk organik berbasis limbah garam memiliki keunggulan kompetitif dari sisi efisiensi biaya dan daya saing harga, keuntungan yang diperoleh dari harga jual Rp. 1.800 per kilogramnya sebesar Rp. 484.. Pada kapasitas produksi 220 ton per tahun dengan harga jual Rp 1.800/kg, diperoleh keuntungan bersih Rp. 100.389.954 per tahun. Nilai BEP sebesar 56.874 kg atau 56,87 ton per tahun, NPV sebesar Rp. 320.513.184, IRR sebesar 122%, PP selama 0,80 tahun, dan R/C ratio sebesar 1,33. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha pengolahan limbah garam (bittern) menjadi pupuk organik granul layak dijalankan secara finansial dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Kabupaten Sampang
Transcending VUCA Challenges through the Development of Superior Human Resources for the Sustainability of Batik Madura Arfy, Widya Rizka; Irawati, S Anugrahini; Wantara, Pribanus
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 12, No 2 (2025): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v12i2.32091

Abstract

In an era characterized by volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA), traditional industries such as Madura batik face tremendous challenges in maintaining their existence. Social transformation, technological advancements, and shifting market preferences demand rapid and strategic adaptation. This article discusses the importance of developing superior human resources (HR) as the key to sustaining the Madura batik industry in the face of VUCA dynamics. Using a qualitative-descriptive approach, this study explores local potential, skill development strategies, and strengthening of work character rooted in culture. Findings indicate that the sustainability of the Madura batik industry is strongly influenced by the ability of local artisans to address VUCA challenges, such as raw material price fluctuations, market preference shifts, limited access to technology, and insufficient contextual training. Synergy among artisan communities, educational institutions, government, and creative industries is required to foster a sustainable learning ecosystem. By building competent and competitive human resources, Madura batik has the potential not only to survive but also to thrive as a global cultural identity