Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Rumah Sampah "Manalagi" guna Mengatasi Permasalahan Sampah di Kelurahan Tugurejo Sejati, Priska Trisna; Rohmani, Asih; Kinanty, Septyana Retno; Muslih, Muslih
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i3.2618

Abstract

Masalah pengelolaan sampah di Kelurahan Tugurejo, Semarang, masih menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan sampah. Terlebih masih banyak masyarakat yang memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis. Melalui Program Penguatan Kapasitas Ormawa (PPKO) HM SISFO, dilakukan pengabdian masyarakat dengan melakukan inisiatif pembangunan bank sampah sebagai solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk identifikasi kebutuhan melalui wawancara dan observasi, sosialisasi kepada masyarakat, penentuan lokasi, penyusunan kepengurusan, serta pelatihan operasional dan pembuatan produk dari bahan sampah. Studi banding dengan bank sampah yang sudah ada juga dilakukan untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman pengelola bank sampah baru. Hasilnya, bank sampah "Manalagi" berhasil dibangun dan mulai beroperasi dengan dukungan penuh dari masyarakat. Partisipasi warga meningkat, dan sampah yang sebelumnya dibuang sembarangan kini dikelola menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Aspect-Based Sentiment Analysis for Enhanced Understanding of 'Kemenkeu' Tweets Sejati, Priska Trisna; Alzami, Farrikh; Marjuni, Aris; Indrayani, Heni; Puspitarini, Ika Dewi
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 8 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v8i2.8558

Abstract

The perceptions and expressions shared by the public on social media play a crucial role in shaping the reputation of government institutions, such as the Ministry of Finance MOF (Kemenkeu) in Indonesia which also has faced increased scrutiny, particularly on Twitter. This study analyzes public sentiment towards the Indonesian Ministry of Finance (MoF) through Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) on Twitter data. Using a dataset of 10,099 tweets from January to July 2024, this study combines IndoBERT for sentiment classification and Latent Dirichlet Allocation (LDA) for topic modeling. Here, LDA was tested across four scenarios that considered various combinations of stopwords removal and stemming techniques, resulting in coherence scores of 0.314256, 0.369636, 0.350285, and 0.541752. The most optimal results were achieved in the scenario of stopwords removal without stemming (with 0.314256 coherence score). The main results show: 1) Identification of four main topics related to MoF: Economy, Budget, Employees, and Tax; 2) The dominance of negative sentiment (6,837 tweets) compared to positive sentiment (198 tweets) across all topics; 3) The effectiveness of IndoBERT in handling the complexity of the Indonesian language, especially in interpreting context and language nuances; 4) The importance of proper preprocessing, with a scenario of removing stopwords without stemming resulting in the most relevant topics. This study provides valuable insights for MoF to understand public perception and identify areas that require special attention in public communication and policy.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYM DAN PRODUK TURUNANNYA SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENGURANGI TIMBULAN SAMPAH ORGANIK DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT Kinanty, Septyana Retno; Pangestu, Estri Pramudia; Rohmani, Asih; Sejati, Priska Trisna; Ariyanto, Muhammad; Wijayanti, Selvi; Arifin, Muhammad Farhan
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Semarang yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1,6 juta orang yang tersebar di 16 kecamatan dan 117 kelurahan. Namun, di siang hari, jumlah penduduk meningkat hingga 2,5 juta orang yang mengakibatkan besarnya jumlah sampah yang dihasilkan, yaitu mencapai 1.000 ton per hari. Komposisi sampah berdasarkan jenis sampah yang dihasilkan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa jenis sampah terbanyak adalah sisa makanan, yaitu mencapai 40,8%. Hal ini menimbulkan masalah bagi masyarakat Tugurejo, antara lain adanya pencemaran udara karena bau tidak sedap, munculnya hewan-hewan pemakan sampah yang bisa menyebarkan penyakit dan potensi terjadinya banjir. Sampah organik bisa diolah menjadi eco enzyme, yaitu fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Eco Enzymbisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci, baik cuci piring, cuci pakaian bahkan sabun mandi. Manfaat yang besar dari Eco Enzymini ditularkan kepada masyarakat Tugurejo, sehingga mereka diberi pelatihan bagaimana cara membuat Eco Enzymdan produk turunannya yang berupa sabun cuci cair. Hasil dari program pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah organik dan potensi untuk meningkatkan pendapatan melalui produk turunan eco enzyme. Kata Kunci : Eco Enzyme, sampah organik, pilah sampah Abstract Semarang City, the capital of Central Java Province, has a population of approximately 1.6 million people spread across 16 sub-districts and 117 villages. However, during the day, the population increases to 2.5 million people, resulting in a large amount of waste produced, reaching 1,000 tons per day. The composition of waste based on the type of waste produced in 2023 shows that the largest type of waste is food waste, reaching 40.8%. This causes problems for the Tugurejo community, including air pollution due to unpleasant odors, the emergence of garbage-eating animals that can spread disease and the potential for flooding. Organic waste can be processed into eco enzymes, which are fermented organic kitchen waste such as fruit and vegetable dregs, sugar (brown sugar, brown sugar or cane sugar), and water. Eco enzymes can be used as a basic ingredient for making laundry soap, both for washing dishes, washing clothes and even bath soap. The great benefits of eco enzymes are passed on to the Tugurejo community, so that they are given training on how to make eco enzymes and their derivative products in the form of liquid laundry soap. The results of this community service program are increased public knowledge of organic waste management and the potential to increase income through Eco Enzymderivative products. Key Word : Eco Enzyme, Organic waste, sort the trash