Penggunaan pewarna sintetis pada kosmetik dekoratif, khususnya blush on, berpotensi menimbulkan reaksi negatif pada kulit. Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung pigmen antosianin berwarna merah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi warna dan hasil oles blush on cream berbahan dasar sari buah stroberi serta membandingkannya dengan blush on cream yang ditambahkan pewarna sintetis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan di Laboratorium Tata Rias Universitas Negeri Medan pada September–Oktober 2025. Ekstraksi sari buah stroberi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan blush on cream dengan konsentrasi 15%. Uji hedonik dilakukan oleh 25 panelis mahasiswa Pendidikan Tata Rias dengan indikator warna, tekstur, aroma, dan hasil oles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blush on cream dari sari buah stroberi memiliki pH 6,4 dan bersifat homogen. Rata-rata tingkat kesukaan panelis berada pada rentang 3,28–3,72 dengan tingkat penerimaan di atas 65% (kategori cukup suka). Sementara itu, blush on cream dengan penambahan pewarna sintetis menunjukkan rata-rata tingkat kesukaan 4,00–4,36 dengan tingkat penerimaan di atas 80% (kategori suka). Disimpulkan bahwa sari buah stroberi berpotensi sebagai pewarna alami blush on cream, meskipun intensitas warna dan hasil oles masih lebih disukai pada formula dengan pewarna sintetis.