Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui E-Health Berbasis Website Terhadap Self Care Pasien Gagal Jantung di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tiffany, Egidia; Hudiyawati, Dian
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXIV A
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Perawatan diri memegang peranan penting dalam menangani masalah kesehatan kronis termasuk gagal jantung, karena gagal jantung akan diderita pasien seumur hidupnya. Perawatan diri yangdilakukan dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pasien gagal jantung tidak dapat melakukan perawatan diri secara optimal.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui e-health berbasis website terhadap self care pasien gagal jantung di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakanpenelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Jenis desain yang digunakan adalah kelompok pra perlakuan dan kelompok pasca perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien gagal jantung di unit rawat jalan penyakit jantung RS UNS sebanyak 68 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Self Care Heart Failure Index (SCHFI).Hasil penelitian : menunjukkan bahwa mayoritas pasien gagal jantung adalah laki-laki, termasuk dalam kategori NYHA II, dan berusia di atas 65 tahun. Dari hasil uji analisis data diketahui bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 57,68 dan nilai rata-rata post-test adalah 78,35 dengan nilai signifikansi 0,001.Kesimpulan : Penderita gagal jantung terbanyak di RS UNS adalah pasien berjenis kelamin laki-laki yang berusia >65 tahun, memiliki tingkat pendidikan jenjang SMA/SMK, mayoritas kelas NYHA II, dirawat oleh keluarganya, dan pernah mendapatkan edukasi mengenai perawatanmandiri. Hasil dari analisa data memperlihatkan adanya pengaruh antara sebelum dan sesudah diberikan melalui e-health sebagai upaya peningkatan perawatan mandiri pada pasien gagal jantung.
MANAJEMEN NUTRISI PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY DI UNIT PERAWATAN INTENSIF: NUTRITIONAL MANAGEMENT OF PATIENTS WITH ACUTE KIDNEY INJURY IN THE CRITICAL CARE Hazrini, Zayadha; Tiffany, Egidia; Maslianda, Yeti; Novita, Dewi; Agustiawan
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.993

Abstract

Acute kidney injury (AKI) ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang cepat dalam waktu 48 jam. Sekitar 15% dari semua pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba, yang mengakibatkan AKI. Sebanyak 18-75% pasien dengan gagal ginjal mengalami PEW. International Society of Renal Nutrition and Metabolism (ISRNM) menjelaskan bahwa KDW mengacu pada terjadinya pemborosan energi protein pada pasien dengan CKD atau AKI terlepas dari penyebabnya. Kehilangan nafsu makan sering kali menyebabkan penurunan asupan protein dan energi, yang berkontribusi pada kualitas hidup yang buruk. Penurunan asupan makanan secara spontan terjadi selama penurunan fungsi ginjal secara progresif dan berkorelasi dengan akumulasi racun uremik yang berasal dari nitrogen. Penurunan asupan energi menyebabkan penurunan sekresi insulin yang merangsang glukoneogenesis dari glikogen dan meningkatkan mobilisasi asam lemak yang menyebabkan penurunan laju metabolisme basal. Komplikasi PEW meliputi hipertensi, anemia, malnutrisi, gangguan tulang dan mineral, infeksi, dan penurunan kualitas hidup serta penyakit kardiovaskular. Pasien harus meningkatkan asupan protein/asam amino dari 1 menjadi 1,2 hingga 1,5 g/kg/hari. Asupan glukosa harian tidak boleh melebihi 5 g/kg. Konsumsi lipid harian harus 0,5–1,0 g/kg. Vitamin yang larut dalam air harus disediakan, terutama untuk pasien terapi penggantian. Kami mendukung nutrisi enteral. Namun, enteral saja tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi, oleh karena itu digunakan parenteral. Tidak ada penelitian yang secara khusus menilai atau membandingkan dampak dukungan EN dan PN pada pasien rawat inap dengan gagal ginjal. Rute nutrisi yang disukai adalah enteral. Namun, tidak selalu mungkin untuk mencapai tujuan nutrisi hanya dengan rute enteral, dan rute parenteral menjadi perlu.
STRATEGI DAN PERAN TENAGA KESEHATAN UNTUK MENANGANI MASALAH KESEHATAN DENGAN BIAYA RENDAH SELAMA COVID- 19 : LITERATUR REVIEW Tiffany, Egidia; Sari, Dilla Nurfatika; Roesyati, Intan; Hudiyawati, Dian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrompernapasan akut coronavirus 2 atau Sars-CoV-2 dan pertama kaliditemukan pada bulan Desember tahun 2019 di kota Wuhan, China.Sejak saat itu, virus menyebar dengan sangat cepat diseluruh duniasehingga mengakibatkan pandemi Covid-19. Berbagai upayapencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan oleh pemerintah disetiap negara di dunia untuk memutus rantai penyebaran virus ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji “Strategy andMedical Role” dalam mengatasi masalah kesehatan di lingkunganmasyarakat khususnya di era Pandemi coronavirus-disease 2019(COVID-19) dengan biaya yang rendah sehingga dapat memberikanpenguatan dalam hal percepatan penanganan sehingga terbentukpemulihan ekonomi yang adekuat dalam memerangi pandemiCOVID-19. Literature review ini ditulis dengan metode naratifdengan menggunakan empat database yaitu BMJ Journals,ScienceDirect, Research Gate, Clinical Key dan menghasilkan 11jurnal untuk ditindaklanjuti. Strategi dan peran tenaga kesehatanuntuk menangani masalah kesehatan dengan biaya rendah bisadengan Non-invasive ventilator, Artificial Intelegance, AmbuBox,Low-cost Miniature Robot, Vaccine for global health, PlantBiotechnology, Facial mask filtration, Low-Cost ContactThermometry, SARS-Cov-2 RapidPlex, dan Suraksha mampumemberikan pengaruh terhadap percepatan penanganan COVID-19dan efektif digunakan untuk mengurangi beban ekonomi terkaitstrategi pemulihan ekonomi yang adekuat di masa pandemi COVID19.
Deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal Tiffany, Egidia; Pratiwi, Arum; Pribadi, Dimas Ria Angga
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.1390

Abstract

Background: The incidence of cardiovascular disease remains a global threat and is expected to increase to 23.3 million by 2030. In Central Kalimantan, the Dayak people have unique dietary characteristics that potentially influence cardiovascular risk, such as consuming high-fat meat, high-salt processed foods, and fermented foods. Purpose: To develop and evaluate a model for early detection of psychosocial problems in cardiovascular disease based on local wisdom. Method: This study used a mixed-methods approach with an action research design. The study was conducted at the Sebangau Kuala District Polyclinic with a sample of 88 participants. The nursing module was tested in a single 15-20 minute session. Cardiovascular risk levels were measured using the Socio-Cultural Cardiovascular Risk Assessment (SCCR), measuring cholesterol and blood pressure levels before and after the intervention. The local wisdom studied included culture, patterns, and dietary habits. Results: Based on the validity test, the 20 questions in the questionnaire were valid, with a calculated r value > r table (0.198). The correlation between each statement and the total score indicates a strong and significant relationship (p < 0.05), indicating that each item contributes to the construct being measured. Furthermore, the reliability test results showed a Cronbach's Alpha calculation of 0.988, indicating that the SCCR instrument has very high reliability (α > 0.9). The paired t-test results for the SCCR questionnaire showed a T-value of 10.154 with a probability of 0.001 (p < 0.001), a T-value of 9.795 for cholesterol levels with a probability of 0.001 (p < 0.001), and no significant changes in blood pressure with a T-value of -0.037 (p > 0.971). Conclusion: Early detection of psychosocial issues in cardiovascular disease based on local wisdom is effective in reducing the risk of cardiovascular disease in the Dayak community in Central Kalimantan, particularly through the provision of educational modules and changes in cholesterol levels. Suggestion: Healthcare institutions should integrate local cultural approaches into public health education programs.   Keywords: Cardiovascular Risk; Dayak Tribe; Early Detection; Local Wisdom.   Pendahuluan: Angka kejadian penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman di dunia dan diperkirakan semakin meningkat hingga 23.3 juta pada tahun 2030. Di wilayah Kalimantan Tengah, masyarakat suku Dayak memiliki karakteristik unik dalam pola makan mereka yang berpotensi memengaruhi risiko kardiovaskular, misalnya mengonsumsi daging tinggi lemak, olahan pakasem dan wadi yang tinggi garam, serta makanan berfermentasi. Tujuan: Untuk mengembangkan dan mengevaluasi model deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain action research. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Kecamatan Sebangau Kuala dengan sample sebanyak 88 partisipan. Modul keperawatan diujikan dalam satu sesi dengan waktu 15-20 menit. Tingkat risiko kardiovaksular diukur menggunakan Socio-Cultural Cardiovascular Risk Assessment (SCCR), pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Kearifan lokal yang diteliti berupa culture, pola, dan kebiasaan makan. Hasil: Berdasarkan uji validitas, 20 item pertanyaan dalam kuesioner valid dengan hasil r hitung > r table (0.198) hitung 0.198. Nilai korelasi antara masing-masing pernyataan dengan total skor menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan (p-value < 0.05), sehingga setiap item berkontribusi terhadap konstruksi yang diukur. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas menunjukkan perhitungan Cronbach’s Alpha sebesar 0.988 menunjukkan bahwa instrumen SCCR memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (α > 0.9). Hasil uji paired t-test kuesioner SCCR menunjukkan nilai T 10.154 dan probabilitas 0.001 (p<0.001), nilai T kadar kolesterol sebesar 9.795 dan probabilitas 0.001 (p<0.001), dan tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah dengan nilai T -0.037 dan (p>0.971). Simpulan: Deteksi dini masalah psikososial pada penyakit kardiovaskular berbasis kearifan lokal efektif dalam menurunkan tingkat risiko penyakit kardiovaskular pada masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, terutama untuk pemberian edukasi menggunakan modul dan perubahan nilai kadar kolesterol. Saran: Institusi pelayanan kesehatan, sebaiknya mengintegrasikan pendekatan budaya lokal dalam program edukasi kesehatan masyarakat.   Kata Kunci: Deteksi Dini; Kearifan Lokal; Risiko Kardiovaskular; Suku Dayak.