Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kejadian Hipertensi Dengan Stress Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Umum Gladish Medical Center (GMC) Pesawaran Lampung Pandawa, Yudistira; Djamil, Adrian Rival; Pebriyani, Upik; Kriswiastiny, Rina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15067

Abstract

Stres merupakan salah satu penyebab terjadinya tekanan darah tinggi, penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan antara stres dengan tekanan darah tinggi, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Mezuk B dan Kershaw pada populasi Afrika, penelitian ini menemukan bahwa individu dengan tingkat stres kerja yang tinggi biasanya berusia lanjut. Penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada karyawan atau pekerja adalah karakteristik individu, gaya hidup, lingkungan kerja, dan jenis pekerjaan (mental atau fisik). Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kejadian hipertensi dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Gladish Medical Center (GMC) Pesawaran Lampung. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif, (Basrowi dan Suwandi, 2008) menyatakan bahwa peneliti mengenali subjek, merasakan subjek kehidupan. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa perawat dengan usia terbanyak 20-30 tahun sebanyak 40 responden (53,3%), perawat dengan jenis kelamin terbanyak sebanyak 50 responden (66,7%), tidak didapatkan responden dengan derajat hipertensi. 2, hipertensi derajat 1 terdapat 6 orang responden (8,0%), prehipertensi terdapat 27 orang (36,0%) dan tekanan darah normal terdapat 42 orang (56,0%) dan diketahui jumlah responden dengan nilai lebih dari rerata sebanyak 16 orang (21,3%), dan jumlah responden dengan nilai kurang dari rerata sebanyak 59 orang (78,7%). Terdapat hubungan antara kejadian hipertensi dengan stres kerja pada perawat di Ruang Gladish Medical Center (GMC) Rumah Sakit Umum Daerah Pesawaran Lampung.
Penyuluhan Berbasis Media Visual dan Diskusi Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Skrining HPV di RS Bintang Amin Bandar Lampung Azizah, Soffa Lifatul; Pandawa, Yudistira; Afifah, Sabrina Nurul; Fadilah, Enzelia; Badjiser, Dinda Nazla; Gusna, Abdillah Daniel; Hermawati, Diana; Haerulloh, Diar Muhamad; Kurniawan, Bambang
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 4, No 1 (2026): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v4i1.23497

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas perempuan di Indonesia, yang sebagian besar dipicu oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Rendahnya cakupan deteksi dini sering kali disebabkan oleh kurangnya literasi kesehatan mengenai urgensi skrining rutin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Co-Ass di Poli Kebidanan RS Bintang Amin Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan intensi perilaku skrining HPV pada pasien. Metode pelaksanaan menggunakan edukasi langsung (direct counseling) di ruang tunggu poli melalui presentasi visual dan diskusi interaktif. Evaluasi keberhasilan program dilakukan secara detail  melalui perbandingan tingkat pemahaman sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner lisan terstruktur, serta observasi terhadap minat layanan lanjutan. Kegiatan ini melibatkan 8 peserta yang merupakan perempuan usia subur (PUS), ibu rumah tangga, serta pasien yang memiliki anak remaja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana pemahaman awal peserta mengenai etiologi HPV sebesar 20% meningkat menjadi 80–90% setelah intervensi. Dampak nyata dari kegiatan ini dibuktikan dengan 75% peserta (6 dari 8 orang) yang langsung melakukan konsultasi teknis terkait prosedur dan jadwal pemeriksaan IVA atau Pap smear di meja pendaftaran segera setelah sesi berakhir. Selain itu, 50% peserta menyatakan kesiapan untuk memulai dialog kesehatan reproduksi dengan anak remaja mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai bagian dari program promotif preventif rumah sakit dalam meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan.