Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ADVOKAT SEBAGAI UPAYA BANTUAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN PERKARA Alfarizkie Alqorni; Fakhry Wahyuda Siregar; Prasetyo Seto Putro; Surya Rahman Lubis; Muhammad Rafly
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR)
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i1.3542

Abstract

The legal profession in Indonesia plays a crucial role in providing legal aid to the public, particularly in the resolution of cases through regular and extraordinary legal remedies. Regular legal remedies, such as appeals, cassation, and judicial reviews, are conducted in accordance with established procedures to seek justice. Meanwhile, extraordinary remedies include actions like clemency and rehabilitation, which can only be taken under certain conditions and with special considerations. As a noble profession, advocates are responsible for defending their clients' rights both in court and in out-of-court dispute resolution. This research employs a normative legal research method to analyze the role of advocates in providing legal assistance and their contribution to the enforcement of law and justice in Indonesia. Despite the guarantee of equality before the law, obstacles such as high costs and legal ignorance can hinder access to justice. Therefore, advocates play an essential role in ensuring that the public, especially the underprivileged, receive their legal rights during legal proceedings. Through the legal aid they provide, advocates help facilitate the judicial process and promote the achievement of justice for all members of society.
Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Tindak Pidana Penyebarluasan Film Bajakan Di Media Sosial Fakhry Wahyuda Siregar; Akmaluddin Syahputra
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v15i1.30748

Abstract

Fenomena film bajakan merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi industri perfilman di Indonesia maupun dunia karena berdampak pada kerugian ekonomi, pelanggaran hukum, dan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembajakan film berdasarkan hukum positif di Indonesia dan hukum pidana Islam, serta mengkaji implikasinya dari perspektif ekonomi dan sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, khususnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal terkait hak kekayaan intelektual dan hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembajakan film merupakan pelanggaran hak cipta yang dikualifikasikan sebagai tindak pidana dengan ancaman pidana penjara dan denda yang berat menurut hukum positif. Dalam perspektif ekonomi, praktik ini menimbulkan free rider problem yang merugikan pencipta dan ekosistem industri kreatif. Dari sisi sosial budaya, maraknya pembajakan mencerminkan normalisasi perilaku ilegal dalam masyarakat. Sementara itu, dalam hukum pidana Islam, pembajakan film termasuk kategori jarīmah ta‘zīr karena melanggar hak kekayaan intelektual (ḥaqq al-ibtikār) yang wajib dilindungi. Kesimpulannya, pembajakan film merupakan persoalan multidimensional yang memerlukan penegakan hukum yang konsisten, penguatan edukasi masyarakat, serta penyediaan akses film legal yang terjangkau guna menekan praktik pelanggaran hak cipta dan menumbuhkan budaya menghargai karya intelektual.   Kata Kunci: Film Bajakan; Hak Cipta; Hukum Pidana; Hukum Pidana Islam; Jarīmah Ta‘Zīr; Industri Kreatif.