Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mitigasi Risiko Kebakaran Permukiman: Edukasi dan Pelatihan Dasar Penanggulangan Kebakaran di SMP Negeri 2 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Zulyaden; Marbun, Mahmuddin; Zuhrahmi; Veranita; Rinaldy; Fazlina, Rita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi Vol 3 No 1 (2025): Majjama - Jurnal Pengabdian Masyarakat Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jpmk.v3i1.141

Abstract

Permukiman padat penduduk di Kabupaten Aceh Barat, khususnya di wilayah Meureubo, memiliki potensi risiko kebakaran yang tinggi akibat kepadatan bangunan, instalasi listrik yang tidak standar, dan minimnya pengetahuan masyarakat, termasuk pelajar, mengenai mitigasi kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar melalui edukasi dan pelatihan dasar penanggulangan kebakaran. Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga hari, meliputi: penyampaian materi kebencanaan dan evakuasi (hari pertama), praktik penggunaan alat pemadam dan simulasi evakuasi (hari kedua), serta evaluasi dan penguatan pemahaman melalui kuis dan penyusunan komitmen siswa (hari ketiga). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap tindakan tanggap darurat, ditunjukkan melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test yang meningkat rata-rata 40%. Siswa juga menunjukkan partisipasi aktif dalam praktik pemadaman dan simulasi evakuasi. Komitmen siswa untuk menjaga keselamatan lingkungan sekolah dari risiko kebakaran menjadi indikator keberhasilan program ini.
Permasalahan Pelaksanaan Pekerjaan Peningkatan Jalan Di Jalan Lahapang-Langenget Kabupaten Simeulue Rifat Alfisar; Cut Suciatina Silvia; zulyaden
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i1.419

Abstract

Dalam hal ini pemerintah harus berupaya dalam melakukan peningkatan jalan terutama pada sektor yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan ekonomi namun demikian pelaksanaan peningkatan jalan memiliki beberapa kendala,meliputi: faktor alam, akses transportasi, kerusakan alat, dan social masyarakat dikabupaten simeulue khususnya dikecamatan simeulue timur, pelaksanaan peningkatan jalan pada jalan lahapang-langenget yang masih terkendala dalam pelaksanaanya berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut dalam sebuah karya tulis ilmiah, dari hasil tinjauan penulis dilapangan pekerjaan, penulis mendapatkan beberapa rumusan masalah,antara lain sebagai berikut faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam proses peningkatan jalan lahapang-langenget kecamatan simeulue timur kabupaten simeulue? Tujuan utama dalam penulisan ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam proses peningkatan jalan lahapang-langenget penelitian ini berlokasi dijalan lahapang langenget desa air dingin kecamatan simeulue timur kabupaten simeulue. kata kunci: Hambatan, Pekerjaan, Peningkatan Jalan, Simeulue
ANALYZING SYLLABLE AND RHYME STRUCTURE OF LAMPUNGNESE WAWANCAN IN TANGGAMUS Zulyaden; Susanto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47883

Abstract

This study examines the phonological aspects of wawancan, a form of Lampung oral literature, focusing on syllable structure and rhyme patterns in the Tanggamus region, where the coastal (Api/A) dialect is used. Employing a qualitative descriptive approach, the data were collected from fifteen wawancan performances and analyzed to identify and classify their syllabic and rhyming structures. The findings reveal five primary syllable structures: V, VC, CV, CVV, and CVC, with the CV pattern being the most dominant, indicating a preference for open syllables in the Lampung language. The distribution of syllable structures across word positions reflects phonotactic constraints consistent with the Maximal Onset Principle. In terms of rhyme, the results show that half rhyme, particularly assonance, is the most frequently used form, followed by full rhyme, while rich rhyme occurs only marginally. The dominant rhyme scheme identified is abab, with occasional use of aaaa and abcabc. Additionally, masculine rhyme appears more frequently than feminine and triple rhymes, suggesting a tendency toward simpler rhyming patterns. Overall, this study highlights the significance of phonological features in shaping the aesthetic and communicative functions of wawancan. The findings contribute to the documentation and preservation of Lampung oral traditions and provide insights into the linguistic characteristics of the Lampung language.