Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Self-love atau Selfish: Relevansi Konsep Tarbiyah dalam QS. al-Isra’ [17]: 24 dengan Hubungan Anak dan Orang Tua M. Nur, Tya Shofarina; Surahman, Cucu; Shinta Novia; Khairunnisa, Khairunnisa; Ratna Wulandari
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i2.25097

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebingungan di kalangan remaja muslim dalam membedakan konsep self-love dengan perilaku egois (selfish), terutama dalam konteks hubungan anak dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep self-love dalam perspektif pendidikan Islam dan membedakannya dari perilaku egois, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam QS. al-Isra’ [17]: 24. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis tafsir terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya QS. al-Isra’ [17]:  24, yang memuat ajaran kasih sayang dan sikap menghormati orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-love yang sesuai dengan nilai-nilai Islam menekankan pada keseimbangan antara kasih sayang kepada diri sendiri dan orang lain, tanpa mengabaikan kebutuhan serta hak-hak orang tua. Self-love ini bukan berarti mementingkan diri sendiri, melainkan memperhatikan kesehatan mental dan fisik agar dapat berperan lebih baik dalam keluarga dan masyarakat. Analisis ini menegaskan bahwa sikap hormat dan kasih sayang kepada orang tua harus tetap menjadi prioritas dalam membentuk karakter individu yang utuh.
Collaboration Between Parents and Teachers in the Formation of Students' Religious Character Through Islamic Religious Education Learning in the Era of Digitalization: A Case Study at SDIT Shinta Novia; Edi Suresman; Cucu Surahman
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v11i2.31951

Abstract

This study explores the collaborative model between teachers and parents in shaping the religious character of elementary school students in the digitalization era. The research is situated within the broader discussion of character education, which emphasizes the integration of moral values, religious practice, and family–school partnership. The purpose of this study is to examine the forms, processes, and effectiveness of collaboration between teachers and parents in strengthening students’ religious character through Islamic Religious Education (PAI) learning at SDIT Al-Maadin. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that teachers play a central role as moral role models (uswah hasanah) by integrating religious values into daily learning activities, establishing routines of prayer, Qur’an recitation, and moral habituation. Parents, on the other hand, act as partners who reinforce school-based religious practices at home through monitoring, guidance, and communication facilitated by the student handbook and WhatsApp groups. The study shows that digitalization does not require sophisticated technological tools; instead, it highlights the strategic use of simple digital communication to strengthen family–school synergy. Collaboration between teachers and parents results in the development of students’ religious character across three domains: aqidah–ibadah, moral conduct, and social values. The study concludes that consistent coordination and shared responsibility between school and family significantly enhance students’ religious character, though challenges remain in ensuring consistent home practices amid varied parenting patterns and digital distractions. Future research may examine comparative models across different school settings or explore parental digital literacy in greater depth