Pribawanto, Achmad Yopi Suyitno
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spring Water Catchment Building and Water Distribution System for Domestic Needs Pribawanto, Achmad Yopi Suyitno; Pandjaitan, Nora Herdiana; Sutoyo, Sutoyo
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.1-11

Abstract

The population growth implies that the population's need for clean water tend to increase. Clean water availability is not optimal due to geographical factors and discharge reductions during dry season. This research was conducted to design spring water catchment building and water distribution system at Kalikajar Village, Wonosobo. The population data, water demand, and spring discharge were utilized in this research. The population growth was calculated with arithmetic, geometric, exponential, and logistic method. Then water demand was calculated based on SNI 19-6728.1-2002.  The population growth which predictably reaches 5328 people in 2050 will result in increasing clean water demand by 9.68% with domestic water demand of 4.63 L/s. The spring discharge measured at the research location showed an average of 10.80 L/s. Therefore, the spring discharge is able to meet the population needs in the projected year. The spring catchment building was designed with Type B, while three reservoir were designed with the capacity of 7 m3 each. The water distribution is designed with gravity system because the elevation difference between the spring and the village is more than 10 m. The PVC pipeline used diameter of 100 – 150 mm, with total length of 11843 m. The design meets the calculated requirement and could be implemented. Keywords:  Distribution system, Reservoir, Spring water, Hilly areas, Water consumption
Pembuatan Hand-Sanitizer Alami sebagai Upaya Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo Pribawanto, Achmad Yopi Suyitno; Mudzaky, Rafi Hanif; Utami, Nani Tri; Salsabella, Hasna Farah; Faizi, Nur; Hidayatullah, Muhammad Syarif; Chadirin, Yudi
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.98 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.17-25

Abstract

Perkembangan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Tingginya pengetahuan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kewaspadaan masyarakat desa dalam menghadapi pandemi juga berpotensi mengalami penurunan akibat efek jenuh pada masyarakat. Sosialisasi dan pembinaan bersama masyarakat dalam upaya menghadapi pandemi dapat dilakukan dengan pelatihan pembuatan hand-sanitizer alami. Pelatihan ini dilakukan di Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo pada tanggal 6 Agustus 2021 dihadiri oleh 16 warga. Pelatihan ini diawali dengan sosialisasi bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat hand-sanitizer dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Kegiatan ini menghasilkan tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti program dan pemahaman yang baik mengenai pembuatan hand-sanitizer alami dari total 16 responden peserta. Berdasarkan tes pemahaman yang dilakukan setelah kegiatan, 93,75% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar atau 15 peserta dari 16 peserta menjawab dengan benar dan hanya satu peserta yang tidak tepat dalam menjawab. Pada pertanyaan terkait komposisi bahan yang digunakan 86,77% peserta menjawab dengan benar atau 14 dari 16 peserta menjawab dengan benar. Hasil ini menunjukkan masyarakat telah memahami dengan baik materi pelatihan. Keberlanjutan program dilaksanakan melalui pembagian produk hasil kegiatan dan resep pembuatan hand-sanitizer melalui grup percakapan sehingga dapat diproduksi ulang oleh masyarakat.