Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Gaps in the Implementation of the Cyber Notary Concept Based on Indonesian Civil Law Rizmi, Nurfadhilah; Syari, Irna Komala; Setianingrum, Wulan; Yusuf, Chandra
Sultan Agung Notary Law Review Vol 6, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Master of Notary Law (S2), Faculty of Law, Universitas Islam SUltan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sanlar.v6i3.30028

Abstract

Implementation Cyber Notary cannot be separated from the legal system that supports it. Indonesia still uses the legal systemCivil Lawwhich originated from the Dutch era, especially in civil law. Indonesia still usesBugerlijk Wetboek Voor Indonesia (BW) in 1848 which was translated into the Civil Code (KUH Per). KUH Per regulates perfect evidence as an authentic deed. This authentic deed is made based on the provisions in KUH Per. Then the lack of regulation regarding public officials which made it stated in Law Number: 2 of 2014 concerning Amendments to Law Number: 30 of 2004 concerning the Position of Notary (UUJN). The law states aboutCyber Notaryin his explanation. Further developments, the Indonesian government has not made implementing regulations. In this study, the author aims to discussthe need to develop the concept of notary into a broader conceptdraftCyber Notarywhat is meant in the explanation of Article 15 paragraph (3) UUJN is connected to the conceptInternational Union of Notaries(UINL) in 1994 in a Civil Law country. In the discussion, the importance of the conceptCyber Notaryis related to the application of the conceptCyber Notaryin Indonesia whichsupporting the goals of the ASEAN Economic Communityand AFTA. So far, Indonesia still follows the concept of authentic deeds regulated in the Civil Code, even though the UUJN has mentioned aboutCyber Notary. This study uses a normative approach, which includes conceptual and legislative approaches. The urgency of implementing the conceptCyber Notaryin the digital era andSociety5.0 in Indonesia needs to be applied immediately. Following the global development of the ASEAN Economic Community, as well as the obligations as a memberUINL since the Indonesian Notary Association (INI) officially joined as the 66th UINL member on May 30, 1997 in Santo Domingo, Dominica. So the author sees that it is very urgent for the Implementation of Cyber Notary to be implemented in Indonesia to support the goals of the MEA and Embody the UINL Conventions as a country with a Civil Law system. In conclusion, Indonesia must follow the development of the Cyber Notary concept from countries bound by UINL so that Indonesia is not left behind in world developments.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI SISWA TK AL KAUTSAR DENGAN PERMAINAN DADU GIZI CERIA DI DESA GUMUK Setianingrum, Wulan; Syafitri, Anzilika Avia; Prameswari, Rara Ayuning; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (PENGAMAS)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dzawgw16

Abstract

Makanan memegang peranan penting dalam kehidupan, pada masa anak-anak, kebutuhan akan asupan makanan yang sehat dan bergizi menjadi lebih krusial karena mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Ahli gizi merekomendasikan bahwa makanan sehat harus mencakup karbohidrat (makanan pokok), protein dan lemak (lauk-pauk), serta vitamin, mineral, dan serat (sayuran dan buah-buahan). Sayangnya, banyak anak masih mengalami kesulitan dalam mengonsumsi makanan sehat, khususnya sayur, karena perilaku pilih-pilih makanan atau picky eater yang umum terjadi pada usia dini. Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang apa itu makanan sehat, jenis makanan sehat yang baik dikonsumsi, dan pola makan yang sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali pemahaman siswa mengenai pengetahuan gizi melalui permainan edukatif “Dadu Gizi Ceria”. Terdapat 12 siswa yang hadir dalam kegiatan ini, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif. Validitas data diperkuat dengan triangulasi dari hasil observasi, wawancara, serta dokumen pre-test dan post-test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa program edukasi gizi berbasis permainan “Dadu Gizi Ceria” berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pola makan seimbang, ditandai dengan peningkatan skor dari 70 (pre-test) menjadi 93,3 (post-test). Permainan Dadu Gizi Ceria di Desa Gumuk, Banyuwangi berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang meningkatkan pemahaman anak tentang pola makan gizi seimbang. Metode pembelajaran interaktif seperti bermain game dan penyampaian materi terbukti sangat efektif dalam menyampaikan konsep-konsep gizi kepada anak. Keberhasilan kegiatan ini juga didukung oleh teori perkembangan kognitif Piaget dan Social Cognitive Theory (SCT) Bandura.