p-Index From 2021 - 2026
1.152
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tahsinia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU SEKOLAH MELALUI PENDEKATAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT Erfiyana, Evi; Sehabudin, Bubun; Gumilar, Dasep
Tahsinia Vol 5 No 7 (2024): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i7.380

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah maju tidaknya suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikan bangsa tersebut. Untuk memperoleh hasil pendidikan yang optimum, maka diperlukan ilmu manajemen yang komprehensif. Salah satu pemikiran manajemen sekolah yang mengarah sistem manajemen pendidikan dapat merujuk pada TQM (Total Quality Management). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi budaya mutu sekolah melalui pendekatan total quality management. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kerjasama tim dalam menangani proyek perbaikan atau pengembangan mutu pendidikan dilakukan melalui pemberdayaan (empowerment) pegawai dan kelompok kerjanya dengan pemberian tanggung jawab yang lebih besar. Eksistensi kerjasama dalam sebuah lembaga pendidikan sebagai modal utama dalam meraih mutu dan kepuasan stakeholders melalui proses perbaikan mutu secara berkesinambungan. Sangat penting dilakukan terus peningkatan ketrampilan dan keahlian bekerja sehingga metode atau cara bekerja selalu mampu mengadaptasi perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai cara bekerja yang paling efektif, efisien dan produktif, sehingga kualitas produk dan pelayanan umum terus meningkat.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN PADA MAHASISWA DALAM RANGKA MENGATASI TINGKAT PENGANGGURAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI Gumilar, Dasep; Sehabudin, Bubun; Erfiyana, Evi
Tahsinia Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v4i2.465

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan pengangguran yang semakin meningkat di kalangan lulusan perguruan tinggi memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. Untuk mengatasi permasalahan ini, perguruan tinggi perlu merubah aspek afektif dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan-keterampilan berwirausaha. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendidikan kewirausahaan pada mahasiswa dalam rangka mengatasi tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Adapun teknik penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting dan mendesak untuk terus dikembangkan dan dilestarikan di era globalisasi. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulumnya sendiri, termasuk dalam hal pendidikan kewirausahaan. Hal ini memungkinkan perguruan tinggi untuk mengimplementasikan kewirausahaan secara konsisten di semua program studi dan jenjang pendidikan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak mahasiswa yang berwirausaha.
MANAJEMEN MUTU TERPADU DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI MADRASAH Sehabudin, Bubun; Erfiyana, Evi; Gumilar, Dasep
Tahsinia Vol 5 No 6 (2024): September
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v5i6.384

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa tuntutan dan harapan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas muncul sebagai pendorong utama untuk pengembangan kebijakan pendidikan baru. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan digunakan proses yang dinamis dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen mutu terpadu dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman (reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui manajemen mutu yang efektif, madrasah harus mempertimbangkan konteks madrasah, yaitu proses pembelajaran dan pencapaian siswa. Efektivitas madrasah terdiri dari berbagai aspek, termasuk manajemen dan harapan madrasah, guru, tenaga kependidikan, personel lainnya, siswa, kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan kelas, hubungan madrasah dengan masyarakatnya, dan pengelolaan bidang khusus lainnya. Hasil nyata mengacu pada hasil yang diharapkan, bahkan menunjukkan seberapa jauh atau sejauh mana hasil nyata dan yang diharapkan sebanding. Manajemen mutu yang baik mendukung terwujudnya Madrasah yang efektif.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MADRASAH Erfiyana, Evi; Gumilar, Dasep; Sehabudin, Bubun
Tahsinia Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v4i2.455

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi prestasi belajar siswa tidak pernah terlepas dari proses pembelajaran di Madrasah. Hal ini berarti pembelajaran memiliki korelasi yang signifikan terhadap peroleh prestasi belajar siswa. Semakin baik mutu pembelajaran, maka dapat dipastikan prestasi belajar siswa dapat meningkat. Untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu itulah diperlukan suatu manajemen pembelajaran yang tepat, sehingga dapat berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik di Madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Adapun teknik penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah aspek yang menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan prestasi belajar peserta didik. Madrasah ini telah melakukan perencanaan pembelajaran yang cermat, mengorganisir materi pembelajaran dengan baik, serta memilih metode, media, dan sumber belajar yang relevan. Ini membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif. Selain itu, prestasi belajar peserta didik, baik dalam hal prestasi akademik maupun non-akademik, mencerminkan keberhasilan Madrasah dalam mencapai tujuan pendidikan dan visi misinya. Peserta didik mencapai prestasi yang baik dalam berbagai kompetisi dan aktivitas ekstrakurikuler, menunjukkan kemampuan, bakat, dan kontribusi individu yang sangat baik di luar aspek akademik.
IMPLEMENTASI STRATEGI CRITICAL INCIDENT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA Erfiyana, Evi; Gumilar, Dasep; Sehabudin, Bubun
Tahsinia Vol 6 No 2 (2025): Februari
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v6i2.648

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi menurunnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Kenyataan menunjukan bahwa banyak siswa tidak masuk sekolah tanpa keterangan, membolos pada jam sekolah, sering terlambat masuk sekolah, malas baca buku, tidak mau presentasi dan malas bertanya dalam diskusi dan jarang mengerjakan tugas yang diberikan guru dan prestasinya di bawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi strategi critical incident dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran critical incident sebagai salah satu strategi yang menyenangkan untuk dapat menarik perhatian peserta didik sehingga peserta didik dapat lebih aktif dalam pembelajaran. Selain itu, strategi pembelajaran critical incident dapat menciptakan pengalaman belajar yang menarik melalui pengalaman siswa. Pengalaman ini membuat siswa mudah memahami konten yang disajikan. Pada saat ini kurangnya keaktifan belajar peserta menjadi permasalahan umum di sekolah. Oleh karena itu, dengan adanya strategi pembelajaran critical incident dapat menarik perhatian dan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga peserta didik dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran.
MANAJEMEN PROGRAM EKSTRAKURIKULER DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Sehabudin, Bubun; Erfiyana, Evi; Gumilar, Dasep
Tahsinia Vol 6 No 3 (2025): Maret
Publisher : STIT Rakeyan Santang Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jt.v6i3.653

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kenakalan peserta didik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan, melalui program ekstrakurikuler diharapkan dapat menanamkan karakter empati yang baik, dan diharapkan akan mengurangi terjadinya perilaku negatif bagi peserta didik terhadap orang-orang di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen program ekstrakurikuler dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang manajemen peserta didik dalam meningkatkan minat belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh pada nilai-nilai karakter seperti keimanan, kepatuhan, kebersamaan, tanggungjawab, kesabaran dan kejujuran. Dalam penelitian ini peneliti membahas bagaimana keefektifan ekstrakurikuler terhadap rasa empati yang merupakan bagian dari karakter yang baik. Membangun karakter tidak hanya dengan membaca buku atau mengikuti beberapa program pelatihan penuh selama beberapa hari saja, namun diperlukan sebuah cara pelatihan yang terarah dan terus menerus secara berkesinambungan.