Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Candi Prambanan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Gerasela, Gerasela; Susanti, LR Retno; Hudaidah, Hudaidah
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v9i2.27877

Abstract

Abstrak; Tujuan dari adanya penelitian ini untuk melakukan analisa terhadap candi Prambanan yang bercorak Hindu dari Kerajaan Mataram Kuno dan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan ialah metode penelitian studi kepustakaan dengan mengumpulkan sumber bacaan melalui jurnal yang kemudian dilakukan kritik sumber. Hasil penelitian ialah candi Prambanan merupakan candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan di masa wangsa Sanjaya pada abad 9M, candi Prambanan memilki tiga candi utama yakni candi Siwa, candi Brahma, dan candi Wisnu yang dipersembahkan untuk Trimurti, pada komplek candi Prambanan terdapat 240 buah candi serta pada candi Prambanan memilki relief Kalpataru, relief Ramayana dan relief Kresnayana. Abstract: The aim of this research is to analyze the history of the Prambanan temple as a relic of the ancient Mataram kingdom with a Hindu style and is the largest Hindu temple in Indonesia. The research method used in this research is the library study research method by collecting reading sources through journals and then criticizing the sources. The result of the discussion is that the Prambanan temple is a temple built by Rakai Pikatan during the Sanjaya dynasty in the 9th century AD. The Prambanan temple has three main temples, namely the Shiva temple, the Brahma temple and the Vishnu temple which is dedicated to the Trimurti. In the Prambanan temple complex there are 240 temples and in Prambanan temple has Kalpataru reliefs, Ramayana reliefs and Kresnayana reliefs.
Dari Rumah Persinggahan ke Rumah Ibadah: Sejarah Sosial  Keagamaan Masjid Agung Limbungan di Pagar Alam Gerasela, Gerasela; Noveliani , Elza; Martiansyah, Eggi; Sabariani, Ranti; Hudaidah, Hudaidah
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v3i1.271

Abstract

This study aims to determine how the Limbungan Grand Mosque in Pagar Alam functions as a center for religious, social, and educational activities. This study uses a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques. The results of the study indicate that mosque management includes planning, organizing, implementing, and supervising which are carried out in a structured manner by the management together with the community. Mosque activities reflect Islamic values ​​that live in the community, such as deliberation, trust, and social responsibility. The Limbungan Grand Mosque is also a continuation of the process of Islam entering Indonesia and Pagar Alam which took place peacefully through trade, preaching, education, and culture. In the context of the Islamization of knowledge, the management of this mosque is not only technical, but also spiritual, because it integrates the principles of modern management with Islamic values. Mosques play an important role in strengthening Islamic identity and building a civilization of a society with noble morals.
Integrasi Teknologi Deep Learning untuk Transformasi Kemampuan berpikir Kritis Siswa di Era Digital Gerasela, Gerasela; Akbar, Muhammad Al-Aziz; Olivia Br Tarigan, Yuri; Syarifuddin, Syarifuddin; Oktapiani, Rani
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v0hvwn67

Abstract

Transformasi digital memicu paradoks informasi berupa information overload dan fenomena echo chamber yang mengancam objektivitas kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi teknologi Deep Learning dapat mentransformasi kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari Higher Order Thinking Skills (HOTS) di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan serta menganalisis data dari artikel jurnal dan buku elektronik yang relevan dengan kecerdasan buatan serta pedagogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning melalui model Blended Learning 2.0 dan Project-Based Learning mampu menggeser peran guru menjadi desainer pengalaman belajar yang memfasilitasi diskusi reflektif. Penggunaan sistem kecerdasan buatan adaptif dan literasi algoritma membantu siswa mengevaluasi bias informasi serta memvalidasi data secara kritis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kolaborasi human-in-the-loop antara guru dan teknologi sangat krusial untuk membangun karakter digital yang bertanggung jawab.    
Peran dan kedudukan kepala sekolah sebagai pemimpin dalam lembaga pendidikan Gerasela, Gerasela; Yusni, Irfan Swanto; Syarifuddin, Syarifuddin
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zp5ht534

Abstract

Pendidikan nasional memiliki peran fundamental dalam membentuk peradaban bangsa, di mana efektivitas lembaga pendidikan sangat bergantung pada sistem kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran serta kedudukan strategis kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaga pendidikan melalui metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menempati posisi sentral sebagai pemegang otoritas tertinggi yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional, pengambilan keputusan, serta penjamin mutu pendidikan. Peran kepala sekolah bersifat multidimensi, meliputi fungsi sebagai administrator yang mengelola aspek kearsipan dan kurikulum, supervisor yang membina proses belajar-mengajar, serta inovator yang menghadirkan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan globalisasi. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan holistik terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan profesionalisme guru, menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif, serta memastikan pencapaian standar mutu pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman