Budaya literasi merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter peserta didik sejak jenjang sekolah dasar. Namun, pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran di SDN Bakeong II Guluk-Guluk Sumenep masih belum optimal sehingga diperlukan upaya penguatan budaya literasi melalui pendampingan pengelolaan perpustakaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran interaktif dalam mendukung penguatan budaya literasi siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan observasi, identifikasi kebutuhan, sosialisasi budaya literasi, pendampingan pengelolaan perpustakaan, pelaksanaan kegiatan membaca interaktif, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 70 siswa, 9 guru, 1 kepala sekolah, dan 1 penjaga perpustakaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa optimalisasi perpustakaan mampu meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar, mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, serta meningkatkan keterlibatan guru dalam mengintegrasikan perpustakaan ke dalam proses pembelajaran. Penataan ruang baca yang lebih nyaman dan pelaksanaan kegiatan literasi interaktif turut menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Program ini memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya literasi di sekolah dan berpotensi menjadi model pengembangan perpustakaan sekolah yang berkelanjutan.