Desa Colo Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus merupakan sentra budidaya tanaman Parijoto (Medinella Speciosa Blume) buah endemik yang banyak tumbuh di lereng Gunung Muria pada ketingggian 900-1200 mdpl. Mitra pengabdian adalah Kelompok Tani Parijotho Muria Kudus yang membudidayakan buah parijoto hingga pengolahan hasil panen. Dalam proses produksi dan budi dayanya kelompok ini dihadapkan pada permasalahan rendahnya produktivitas pengolahan hasil panen dan keseragaman mutu produk yang tidak sama karena belum memiliki standar mutu. Hal tersebut disebabkan karena alat produksi dan pemrosesannya masih menggunakan cara yang sederhana dan manual karena keterbatasan sumber daya. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah rekayasa ulang proses bisnis dalam bentuk diseminasi hasil penelitian dosen berupa pemanfaatan alat produksi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) salah satunya adalah mesin pengering buah parijoto yang menggunakan sistem arduino dengan tujuan agar petani meningkatkan produktivitasnya dalam mengolah hasil panen. Selain itu, melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi pentingnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam proses pengolahan hasil panen, paska pengabdian masyarakat petani memiliki peningkatan level keberdayaan mitra dari sisi aspek produksi, manajemen dan sosial kemasyarakatan berupa meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan. Penerapan teknologi cerdas pada alat produksi memberikan dampak signifikan berupa: pemanfaatan alat pengering berteknologi IoT, terjadi kenaikan pasokan bahan baku dari semula 50% menjadi 70 %, produktivitas meningkat dari 10 liter per hari menjadi 15 liter per hari. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berimplikasi pada peningkatan produktivitas dan mutu produk hasil panen melalui standarisasi mutu dan proses produksi.