Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I Deddy Wahyudin Purba; Safruddin Safruddin; Lokot Ridwan Batu Bara; Herviza Wulandari Pane; Heru Gunawan; Nurul utami; Muhammad Wahyu Wijaya; Devin Juanda; Muhammad Adzi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5457

Abstract

Abstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar.
PELATIHAN HIDROPONIK SEDERHANA BERBASIS BOTOL BEKAS DAN NUTRISI AB MIX BAGI SISWA SMA Deddy Wahyudin Purba; Ansoruddin Ansoruddin; Ihsan Hadi Kesuma; Jepri Hutauruk; Putri Venna Melinda JM; Naia Syalsza Billa; Lokot Ridwan Batu Bara; Herviza Wulandary Pane
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62880

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Asahan adalah pelaksanaan edukasi dan pelatihan budidaya hidroponik sederhana menggunakan botol bekas berbasis nutrisi AB Mix bagi siswa SMA Daerah Meranti. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik budidaya tanaman tanpa tanah, meningkatkan pemahaman siswa mengenai pertanian modern, serta menumbuhkan kesadaran akan pemanfaatan limbah botol plastik sebagai media tanam yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan hidroponik sederhana menggunakan botol bekas, perawatan rutin tanaman hidroponik, evaluasi melalui diskusi dan tanya jawab dan pendampingan kepada pihak sekolah guna mendukung keberlanjutan program. Media yang digunakan berupa botol plastik bekas, kain flanel sebagai sumbu, benih sayuran, dan nutrisi AB Mix. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi serta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan dan pemeliharaan hidroponik sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah serta mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik.