Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH NANAS MENJADI BIOGAS DALAM SKALA RUMAH TANGGA DI DESA TANJUNG KURAS Azizah Hasim; Amelia Retno Eka Putri
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.680

Abstract

Desa Tanjung Kuras di Kabupaten Siak, Riau, merupakan salah satu penghasil nanas utama dengan perkebunan seluas lebih dari 25 hektar yang dikelola secara mandiri oleh kelompok tani dan warga setempat. Nanas segar yang dihasilakn dipasarkan ke pasar tradisional dan pengepul, namun limbah seperti kulit, tunggul, dan daun sering dibuang sembarangan di sekitar kebun dan pemukiman, menyebabkan penumpukan sampah organik yang berpotensi mencemari tanah dan air serta memicu penyakit. Rendahnya pengetahuan dan pendidikan petani memperburuk kesadaran lingkungan, sehingga limbah nanas yang kaya lignoselulosa dan senyawa bromelin belum dimanfaatkan secara optimal untuk energi, pakan ternak, pangan, atau bahan kimia industri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah nanas menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Metode yang digunakan adalah fermentasi anaerobik, diawali dengan studi jurnal dan video edukasi tentang pengolahan limbah nanas menjadi biogas. Program ini berhasil menghasilkan biogas skala kecil untuk kebutuhan rumah tangga, dalam program ini diperlukan ketelitian tinggi untuk mencegah kebocoran gas. Dengan pengabdian ini pemahaman masyarakat meningkat signifikan, mendorong inovasi berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah serta edukasi tentang risiko penumpukan sampah jangka panjang.
EFEKTIFITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DI DESA DWI KARYA BAKTI, KABUPATEN MUARO BUNGO Indy rahmahdillah; Citra Rahmatia; Amelia Retno Eka Putri; Dewi Yunita Widiarti
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v3i1.725

Abstract

Komunitas Suku Anak Dalam (SAD) merupakan kelompok masyarakat adat yang memiliki karakteristik budaya lokal, berskala kecil, tertutup, tertinggal, homogen, serta berpola hidup berpencar dan berpindah-pindah. Upaya pemberdayaan yang dilaksanakan oleh instansi terkait, seperti Kementerian Sosial dan Dinas Peternakan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian, serta mengintegrasikan komunitas SAD ke dalam kehidupan sosial yang lebih inklusif tanpa mengabaikan identitas budaya mereka. Program pemberdayaan melalui bantuan sosial berupa ternak ayam dan ikan di Desa Dwi Karya Bakti, Kabupaten Muaro Bungo, dirancang untuk mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi dan pengembangan keterampilan masyarakat dalam bidang peternakan. Meskipun demikian, pelaksanaan program menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber daya, minimnya pengetahuan teknis, kesulitan akses pasar, serta rendahnya motivasi dan perubahan pola pikir masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemberdayaan, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta memperoleh pengalaman praktis dalam penerapan solusi berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program pemberdayaan SAD di Jambi melalui bantuan sosial dan peternakan menunjukkan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun masih memerlukan strategi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang ada.
IDENTIFIKASI JENIS TANAH DI KAWASAN GUNUNG TUJUH RESORT KERINCI UTARA, TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT Dinda Tri Agustina; Amelia Retno Eka Putri; Citra Rahmatia; Riko Kurniawan
Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (FORSINTA) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Informatika, Sistem Informasi dan Kehutanan (Forsinta)
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jfsa.v3i2.476

Abstract

Indonesia is known as the country that has the most active volcanoes, namely 30% in the world. The type of igneous rock determines the type and characteristics of the soil that will be formed. The soil in Indonesia's tropical forest volcano areas is dominated by volcanic soil or Andosol soil. The TNKS area is one of the areas that has Andosol soil. This research was conducted in March 2024 and was located in the lower mountain area of the Gunung Tujuh Region, Kerinci Seblat National Park using a field survey method. The stages of this research include taking soil samples in 6 layers with a height of each soil being 20 cm. The soil that has been taken is then analyzed using the Munsell Soil Color Chart book and the sense of touch directly. The research results show that the Hue value is the same in each layer, namely 7.5 YR and the color shows differences according to the depth of the soil, namely very dark, strong black, strong brown and dark brown. The soil structure is dominated by a crumb structure and texture of sandy loam, dusty clay loam and clay loam.