Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effective Learning Strategies: Applying the Articulation Model in Teaching and Learning Activities Moch Tohet; Zaenol Fajri; Rifa Muslihatin Nufus
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1506

Abstract

Purpose of the study: This study aims to examine the impact of implementing the articulation model on students’ speaking skills at Madrasah Aliyah Islamiyah Syafi'iyah, Paiton, Probolinggo. The articulation model is an innovative approach that encourages students to actively retell the material they have learned to their peers. This method is designed to enhance students' comprehension, improve their communication skills, and boost their confidence. Methodology: This research employed a quantitative approach with an experimental design, involving two groups: an experimental group taught using the articulation model and a control group taught using conventional teaching methods. Main Findings: The findings indicate that students taught using the articulation model demonstrated a significant improvement in their speaking skills, with 85% able to deliver material coherently, logically, and confidently. Additionally, this model enhanced students’ understanding of the subject matter. However, some challenges were observed, such as varying levels of participation among students and difficulties in public speaking, which require specific attention to ensure active engagement for all learners. Novelty/Originality of this study: This study concludes that the articulation model is effective in enhancing students' speaking skills and is applicable at various educational levels, particularly in religious-based learning. Furthermore, the findings highlight the need for teacher training to optimize the implementation of this model and suggest opportunities for further research to explore its application in different educational settings. The study underscores the importance of professional development for educators and the potential for expanding research on this model’s effectiveness across diverse learning environments.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WRINGIN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SEHAT DAN PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN AGAMA Zaenol Fajri; Siti Ainun Romadona; Rifa Muslihatin Nufus; Nur Aida Fitri Ayu; Arini Amalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.34724

Abstract

Desa Wringin terletak di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Desa ini memiliki karakteristik geografis yang bervariasi, meliputi dataran rendah hingga perbukitan. Mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani, dengan sebagian lainnya bekerja di sektor jasa dan perdagangan. Tingkat pendidikan di desa ini masih tergolong rendah, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan Masyarakat. Salah satu yang sangat membutuhkan layanan peningkatan adalah kesadaran lingkungan sehat dan kualitas Pendidikan Agama di Masyarakat sekitar desa wringin. Sehingga kegiatan KKN MBKM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan layanan berupa pemberdayaan kepada Masyarakat dan peningkatan kualitas Pendidikan Agama. Pemberdayaan ini melalui beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan PKM pemberdayaan Masyarakat dapat membantu desa khususnya Masyarakat yang ada di lingkungan desa wringin kecataman wringin kabupaten Bondowoso seperti kemampuan Masyarakat meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kemampuan untuk selalu mengikuti dan melaksanakan program desa dengan baik, Masyarakat dapat meningkatkan kesadaran lingkungan sehat baik di masayrakat maupun di Lembaga-lembaga Pendidikan serta Masyarakat dapat meningkatkan kualitas agama seperti Tingkat partisipasi masayarakat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan dan partisipasi Masyarakat belajar ilmu agama melalui kegiatan pengajian rutin dan belajar membaca kitab suci Al Qur’an yang diselenggarakan di lingkungan pesantren yang ada disekitar desa wringin.
Model Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis Multidisipliner untuk Penguatan Moderasi Beragama Rifa Muslihatin Nufus; Nabilah Hayyu Palupi; Jazilurrahman
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v2i3.83

Abstract

Islam berbasis multidisipliner diterapkan melalui integrasi ilmu keislaman dengan ilmu sosial Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, dan kontribusi model pembelajaran Pendidikan Islam berbasis multidisipliner dalam penguatan moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada lembaga pendidikan Islam yang menerapkan pembelajaran integratif. Sumber data penelitian meliputi guru Pendidikan Islam, peserta didik, dan pihak sekolah yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai implementasi pembelajaran berbasis multidisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendidikan, budaya, dan teknologi dalam proses pembelajaran. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui metode diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek yang mendorong peserta didik berpikir kritis, terbuka, dan aktif dalam memahami realitas sosial. Model pembelajaran tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penguatan moderasi beragama peserta didik yang ditunjukkan melalui sikap toleran, inklusif, menghargai perbedaan, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan secara damai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan multidisipliner dalam Pendidikan Islam mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan tantangan masyarakat multikultural. Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovasi pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat dan humanis
The Transformation of Wordwall as an Educational Tool: A Reconstruction of Effective Qurdis Learning Nabilah Hayyu Palupi; Rifa Muslihatin Nufus
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i4.2501

Abstract

This study aims to analyze the transformation of Wordwall learning media in Qurdis instruction and its impact on student engagement, motivation, and participation in learning. This research employed a qualitative case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving teachers, students, and school administrators. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the use of Wordwall transforms Qurdis learning into a more interactive, participatory, and enjoyable process. Students become more active in classroom activities, demonstrate higher motivation to learn, and show better understanding of the learning materials. Furthermore, the learning interaction shifts from a teacher-centered approach to a student-centered approach, encouraging greater student involvement in the learning process. The study implies that digital learning media can serve as an effective educational innovation to enhance the quality of Islamic education and support learning practices that are more responsive to technological developments and the needs of digital-age learners.