Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEMINAR DAN WORKSHOP PENDIDIKAN BAHASA JEPANG DAN PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA : TEORI DAN PRAKTIK Yuniarsih Yuniarsih; Dwi Astuti Retno Lestari; Gita Ayu Sarassanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35920

Abstract

Pemahaman budaya penting dalam mempelajari bahasa Jepang untuk keberhasilan komunikasi antara penutur dan mitra tutur. Setiap budaya memiliki ciri khas yang berbeda, yang dapat menimbulkan persepsi berbeda terhadap budaya lain. Untuk mengatasi perbedaan ini, diperlukan pemahaman lintas budaya. Dengan memahami keterkaitan antara bahasa dan budaya, pembelajar bahasa Jepang dapat mengurangi permasalahan saat berinteraksi dengan orang Jepang. Kegiatan PPM ini dilakukan secara offline dalam bentuk seminar dan workshop. Seminar diisi oleh Fukunaga Yuka, Ph.D., yang memaparkan teori pemahaman lintas budaya dan pendidikan bahasa Jepang, serta empat narasumber lainnya dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Bahasa Jepang, yaitu Fatmawati membahas masalah komunikasi di tempat kerja bagi staff yang bukan penutur asli bahasa Jepang, Parastuti membahas tentang pemahaman lintas budaya bagi mahasiswa magang, Sherly membahas mengenai strategi komunikasi dan adaptasi budaya peserta magang di Jepang, dan Lisda membahas tentang penanda wacana. Setelah itu, Fukunaga Yuka, Ph.D. memberikan seminar kedua tentang praktik pemahaman lintas budaya. Selanjutnya, diadakan workshop berupa FGD (Forum Group Discussion) yang dibagi menjadi empat kelompok, dipimpin oleh masing-masing narasumber, dengan hasil diskusi dipresentasikan oleh perwakilan anggota. Sebelum kegiatan PPM selesai, para peserta mengisi kuesioner yang berisi tanggapan terhadap pelaksanaan kegiatan PPM serta pandangan mereka tentang pembelajaran yang berfokus pada pemahaman lintas budaya. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme dan peningkatan pemahaman peserta dalam mempelajari pemahaman lintas budaya dalam pembelajaran bahasa Jepang serta terintegrasi dalam setiap mata kuliah.
Analisis Pragmatik Shikkari dalam Tuturan Bahasa Jepang Fizati Nara Prameswari; Yuniarsih Yuniarsih; Ruri Fadhillah Hakim
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v8i2.984

Abstract

This study examines the function of shikkari in illocutionary speech acts in Japanese utterances on the social media platform X. The research aims to uncover the pragmatic functions of shikkari through the framework of illocutionary acts and Searle’s constitutive rules (1979). A qualitative method was employed, with data collected from posts between January and August 2025. The analysis focused on grammatical structure to determine whether shikkari functions as an adverb or verb, based on Kamiya (2002) and Terada (in Sudjianto & Dahidi, 2007), and its lexical meaning as explained by Kindaichi (1997). Searle’s constitutive rules were then applied to classify the types of illocutionary acts. A total of 56 utterances were analyzed, resulting in four categories: assertive (14), directive (19), expressive (18), and commissive (5), while declaratives were absent due to the lack of formal institutional contexts. The findings indicate that shikkari functions not only as an adverb but also as a verb when combined with suru (e.g., shikkari shiteiru, shikkari shiro, shikkari shiyou). Pragmatically, three main tendencies emerge: (1) when referring to a person, shikkari means “reliable” or “having the potential to become a great person,” comparable to tanomoshii; (2) in imperative forms such as shikkari shiro directed to institutions, it conveys “wise and responsible” or “resilient under pressure,” comparable to kenjitsu and kizen; (3) when referring to objects, shikkari signifies “precise and detailed,” comparable to seimitsu. In conclusion, the study highlights the contextual and multifaceted nature of shikkari. These findings contribute to research on Japanese adverbs and provide valuable insights for learners, translators, and scholars.